Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Seorang Peneliti yang dikurung


__ADS_3

"Elle, jangan panggil paman. Tidakkah menurutmu panggilan paman terlalu tua untukku ?"


Elle hanya mengangguk, malas menanggapinya.


"Yah, elle kemana kamu akan pergi ? Ayo, biar saudara antar."


Elle tidak menjawab, ia hanya berjalan dengan tenang.


"Elle, tidakkah kamu ingin tahu siapa aku dan orang-orang yang mengejarku? "


Elle juga tidak tertarik.


"Kenapa kamu tidak menjawab? "


Elle hanya melirik sekilas, kemudian membuang muka dengan acuh tak acuh.


"Kamu orang yang dingin." Ken menghela nafas, sulit berbicara dengan orang-orang yang pendiam.


"Elle, aku akan menceritakkan kisahku karena kamu adalah penyelamatku. Tapi berjanjilah untuk tidak menceritakannya kepada orang lain, oke? "


Elle melihatnya kemudian mengangguk sekali.


'Huft...' Ken menghela nafas lagi.


"Begitu sulit bagimu untuk berbicara? "


Sebenarnya tidak sulit, hanya saja elle malas terlalu banyak omong kosong.

__ADS_1


"Aku percaya padamu elle." Ken menepuk bahu elle.


"Aku adalah seorang peneliti, 3 tahun yang lalu aku diculik, selama itu aku menghabiskan waktu di ruang bawah tanah. Mereka yang membuat keributan barusan adalah orang-orang yang mengurungku. Aku mendengar, sesuatu telah terjadi pada wakil kapten organisasi. Sehingga aku memiliki kesempatan melarikan diri sebulan yang lalu. Tapi sial aku selalu ditemukan, sampai akhirnya aku pergi ke kita X hanya untuk bersembunyi. Kota terpencil sepertu kota X pasti tidak akan memancing siapapun datang."


Sepertinya elle mulai tertarik, ia melihat mata ken dengan kilatan cahaya. Ken yang melihatnya menduga elle bebinar-binar mendengarkan ceritanya, ken tertawa.


"Elle, sepertinya kamu tertarik dengan ceritaku."


Elle tidak menjawab, hanya terus memandang ken seolah menyuruhnya untuk melanjutkan.


"Sialnya entah apa yang terjadi saat aku tiba di Bandara mereka menemukanku. Kota X yang aku duga tidak akan menarik banyak lalat, ternyata salah besar. Orang-orang yang mengejarku bertambah banyak. Tahukah kamu aku sudah berlarian seharian penuh. Aku bahkan belum makan dan minum."


Takut elle salah faham tentang dirinya yang miskin, ia terburu-buru menjelaskan.


"Tapi bukan berarti aku tidak punya uang. Aku hanya tidak punya kesempatan. Aku memiliki kartu ini."


Ken memperlihatkan kartu berwarna hitam.


"Apa yang mereka inginkan darimu ? " Elle bertanya, tapi dimatanya tidak ada antusiasme sama sekali.


"Mereka ingin aku bekerja sama dengan organisasi, melakukan proyek rahasia. Aku tahu proyek mereka adalah proyek hitam yang sangat bertentangan dengan pemerintah. Dalam kata lain proyek itu ilegal dan tidak dibenarkan. Karena itu aku menolak dengan tegas."


Ken melirik elle yang tidak terkejut sama sekali.


"Elle, kamu tidak kaget sama sekali."


Elle tidak menjawab.

__ADS_1


"Lalu, mereka menculik dan mengurungku di ruang bawah tanah. Memaksaku untuk menjalankan proyeknya. Seperti yang aku katakan aku menolaknya. Tapi mereka mengawasi keluargaku dan mengancam untuk membunuhnya jika aku tidak mau bekerja sama."


"Lalu kamu melakukannya." Balas elle, memutar matanya ke arah lain.


"Yah itu bisa dibilang dilakukan juga bisa dibilang tidak dilakukan." Ken menggaruk kepalanya.


Elle mengalihkan pandangannya lagi kearah ken.


"Aku sengaja memperlambat kinerjaku. Sehingga proyeknya bahkan belum jadi setengah pun sampai aku melarikan diri." Ken tersenyum canggung.


"Tidakkah keluargamu terancam lagi ?" Elle mengingatkannya dengan datar.


"Itu benar. Adik laki-laki ku sekarang mendekam dipenjara, menggantikanku."


Ken, mendengus sedih memikirkan adiknya yang patuh harus diculik karenanya.


"Tapi jika aku tidak melarikan diri. Aku harus mengerjakan proyek hitam, lalu masyarakat menjadi terancam." Ken berkata terus terang, pilihan seperti itu sulit. Disatu sisi adalah keluarga, disisi lain ada banyak manusia yang tidak bersalah.


"Tapi aku yakin mereka tidak akan berani melukai adikku. Karena mereka masih membutuhkanku." Sambung ken.


Elle melirik dari sudut matanya, "Kamu sangat percaya diri."


"Apa? " Ken bingung.


"Bersembunyilah dengan baik, sampai jumpa."


"Tunggu elle, bisakah aku bersembunyi di rumahmu? "

__ADS_1


Elle mengerutkan kening.


"Aku yakin mereka pasti akan menemukanku lagi setelah dua hari. Aku juga tidak tahu apa-apa tentang kota X. Aku fikir lebih baik mengikutimu."


__ADS_2