Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Sebenarnya, Lili ada di Perjamuan ?


__ADS_3

Sementara dimeja Edenson kedatangan tamu yang tidak di undang, di kelompok bellerie ada beberapa kenalan yang menghampiri.


"Bellerie, wah kamu sangat cantik." Jack yang memuji, ia berkata dengan tulus. Disebelah jack, reksi juga melihat bellerie. Ia terpana, kenapa rasanya bellerie menjadi lebih cantik ? Namun, reksi kembali sadar, ia hanya bingung sejenak.


Bellerie tidak menjawab, ia hanya menatap jack sekilas dengan ketidakperdulian.


"Elle, siapa mereka ? Bisakah kamu memperkenalkannya? "


Brian yang berkata dengan lembut. Ia melirik tiga anak lelaki yang tidak di kenalnya. Brian ingat, laki-laki disebelah Jinyi adalah Carles. Tentu saja Brian pernah mengagumi carles atas kejuaraannya selama berturut. Itu sebelum dikalahkan oleh bellerie. Yang lainnya juga penasaran.


Bellerie melihat mata Brian yang berharap, ia mengerutkan kening samar. Sama sekali tidak ingin menjawab, ia malas untuk memperkenalkan ketiganya. Lagi pula bellerie bukan orang yang suka banyak bicara.


Untuk beberapa detik suasana menjadi hening. Saat bellerie mencoba untuk mengeluarkan sepatah kata, ia didahului orang lain.


"Halo, Nama saya Lusheng." Lusheng yang paling dekat dengan mereka, berbicara terlebih dahulu. Melihat reaksi bellerie barusan, lusheng tahu sepertinya elle tidak ingin menjawab.


"Disebelah saya Ken. Dan ini Ray."


"Halo." Jawab Ray sambil tersenyum.


Sedangkan ken hanya mengangguk.

__ADS_1


"Kalian..." Jack sebenarnya ingin bertanya kalian ada hubungan apa dengan bellerie ? Tapi ia terhenti, bagaimana mengatakannya ? Ia merasa tidak enak.


"Oh, kami adalah teman bellerie." Jawab Lusheng cepat.


Yang lain hanya mengangguk. Sisanya melihat kearah Carles dengan mata yang panas.


"Apa ? Kalian tidak mengenalku? "


"Tentu saja kami kenal." Jack mewakili menjawab.


"Kami penggemarmu, saudara Carles." Jack melanjutkan yang di ikuti anggukan kepala lainnya.


Jack menggaruk belakang kepalanya dengan canggung.


"Tidak masalah. Kak Carles, bisakah kita berfoto? " Kata Frian dengan semangat.


"Atau, bertukar kontak juga ? " Tanya Jack.


" Tidak masalah untuk berfoto. Tapi aku tidak suka banyak orang mengetahui nomor pribadi." Kata Carles acuh, ada kebanggaannya di tulangnya. Memang selama ini ia selalu memiliki banyak penggemar.


"iya iya, terima kasih." Jawab Frian antusias. Ia meminta teman sekelas lain untuk mengambilkan gambarnya.

__ADS_1


Jinyi yang melihat dari awal sampai akhir mencibir, betapa sombongnya dia.


Jinyi mengalihkan pandangan kearah lain. Sepertinya ia melihat sesuatu, tidak, itu seseorang. Jinyi merasa takjub. Setelah sekian lama tinggal disisi bellerie, ia sudah mengetahui seluk beluk masa lalu dan orang-orang disekitar bellerie. Maka jinyi juga tahu bahwa Lili pacar reksi adalah orang yang tidak memiliki latar belakang keluarga sebaik dirinya. Dengan kata lain orang tua Lili adalah orang biasa yang hidup berkecukupan. Adapun bagaimana dia bisa masuk ke sekolah menengah bergengsi di kota X, jinyi tahu itu karena ia mendapatkan beasiswa.


Jinyi juga akrab dengan Diandra. Lambat laun jinyi dicuci otaknya oleh pergaulan Diandra dan beberapa teman sekelas perempuan lain yang memang tidak menyukai Lili sejak awal. Mereka berani bergaul dengan jinyi karena tahu bahwa jinyi adalah pendukung keras bellerie. Bellerie di masa lalu terkenal sering membully Lili, diam-diam mereka menyukai kejadian itu.


Ajaibnya, orang itu sebenarnya ada disini, dengan pakaian bagus. Tidak benar, apa yang dia lakukan ? Jinyi teringat sesuatu, bukankah reksi dan Lili sudah putus ? Seluruh sekolah mengetahuinya, karena mereka tidak lagi bersama-sama setiap saat. Lalu, bagaimana dia bisa datang ke perjamuan kelas atas ?


"Elle, lihatlah." Jinyi menyenggol Lengan elle.


"Dia, bukankah Lili ? " Jinyi mengalihkan pandangannya kepada elle, ia penasaran sebenarnya apa yang sedang terjadi ? Mungkinkah bellerie mengundangnya?


Elle melirik sekilas lalu menjawab dengan malas, "ya."


"Kamu mengundangnya kan ? " Jinyi curiga.


"Tidak."


'Hah? '


Jinyi yang tidak mengetahui alur cerita novelnya terlihat bingung dan penasaran.

__ADS_1


__ADS_2