Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Edenson Heirgh Mendatangi Mansion Yusheng


__ADS_3

Setelah melihat elle kembali, kelompok feng yusheng menuju ke perumahan dekat perusahaan pusat. terutama untuk memenuhi keinginan ken mengobati lusheng. Walaupun yusheng tidak yakin, apakah orang luar ini seorang dokter atau bukan, ia akan segera tahu.


"Tuan muda, anda akhirnya kembali."


"Bibi, apakah Lusheng sudah diobati ?"


"Tuan bungsu sudah menerima perawatan. Tapi, tuan terlalu khawatir sehingga ia tidak pernah memejamkan matanya. Saya merebus herbal untuk membuatnya nyaman, tuan muda Lusheng tidak mau minum." Keluh bibi dengan nada kekhawatiran.


"Aku akan membujuk. Apakah rumah tua sudah tahu ?"


Si bibi merasa bersalah, "Maaf tuan muda tertua, nyonya barusan tahu."


Yusheng menghela nafas. Ia mencubit antara kedua alis, kerutan halus bergaris 3 di dahinya terlihat. Ibu sebentar lagi datang, babak baru menghadapi masalah. Tidak apa-apa jika beliau hanya merawat Lusheng, dia pasti sambil memberikan nasehat panjang lebar tentang menjadi seorang kakak yang baik, lembut dan protective terhadap adik keluarganya.


"Bi, tolong siapkan kamar tamu. Ini ken, tamu Lusheng. Dia akan menginap sementara."


"Baik tuan."


"Ayo pergi melihat Lusheng."


Ken mengangguk. Perasaan tidak enak menjadi semakin besar saat barusan ia mendengar bahwa Keluarga tua feng akan menjenguk Lusheng. Ini salahnya. Benar-benar salah untuk melarikan diri dan tinggal bersama sekelompok anak muda mereka. Ken sedih, kedua bahunya terkulai saat ia berjalan.


Tepat ketika pintu terbuka dengan suara krit, lusheng yang berbaring menatap langit-langit, segera duduk dengan kekuatan tangan dan kakinya. Ia berbinar-binar untuk sedetik, lalu murung lagi karena tidak melihat elle.


"Apakah elle tidak ditemukan ?"

__ADS_1


Ia tidak siap dengan hasil akhir bahwa teman baiknya menghilang atau terluka. Lusheng, tetap bersikeras bertanya dengan sisa-sisa harapan yang ada.


"Dia pulang dalam keadaan selamat. Nona betrix akan berkunjung besok, tidak perlu khwatir lagi." Jawab Yusheng, berjalan mendekati ranjang.


"Oh." Syukurlah, elle baik-baik saja, bathin Lusheng lega.


Wajah yang tadi terlihat pucat seperti mayat, sekarang ada sedikit kemerahan. Fikiran Lusheng tidak lagi terbebani, ia sangat percaya ucapan kakak laki-laki Yusheng. Karena memang saudara laki-laki selalu bisa diandalkan sejauh ini.


"Lusheng, maaf karena aku, kamu harus menderita." Ken memotong khayalan lusheng.


"Oh ken, kamu juga baik-baik saja ? Senang melihatmu kembali tanpa kehilangan apapun. Jangan fikirkan itu, aku dipercaya elle menjagamu. Janji harus ditepati." Balas Lusheng.


"Biarkan aku memeriksa lukamu, kemudian aku akan meresepkan obat dan salep untuk dioleskan."


Lusheng yang mendengarnya terkejut, "Kamu.. Seorang dokter ?"


Lusheng ragu-ragu.


"Aku memiliki kemampuan, kalau tidak kenapa mereka menculikku. Itu untuk memanfaatkan kemampuanku. Jangan ragu, lusheng, aku tidak akan menyakiti penyelamatku." Tegas ken, dengan ekspresi serius yang jarang lusheng lihat.


"Baiklah." Lusheng juga memikirkan sejak awal bahwa paman ini punya kemampuan. Dengan ekspresinya sekarang, lusheng cukup yakin.


Tok tok tok


Yusheng melihat salah satu bodyguard keluarga feng mencoba mentransfer pesan lewat mata. Ia keluar menghampiri.

__ADS_1


"Ada apa ?"


"Tuan, ada seseorang mengaku dari ibukota ingin menemui anda. Kami menahan diluar gerbang, haruskah anda kebawah atau usir saja ?"


"Dia mengatakan siapa namanya ?"


"Orang itu memanggil bosnya Edenson Heirgh."


"Apa kamu tidak pernah mendengar edenson heirgh ?" Yusheng melihat bodyguard seperti melihat orang bodoh.


"Tuan, kami adalah bodyguard khusus keluarga feng. Yang kami lakukan adalah latihan di arena tertutup. Bagaimana kami mengetahui dunia luar ?." Sang bodyguard menanggapi tidak berdaya.


"Bawa keruang tamu. Sebentar lagi aku turun."


"Baik tuan."


Yusheng menyuruh dua bodyguard lain untuk menemani ken dan lusheng. Sementara ia meminta bibi untuk menyiapkan teh dan makanan para tamu. Barulah ia menuruni tangga dengan pakaian dan rambug yang rapih.


"Selamat malam tuan edenson. Sungguh suatu kehormatan kedatangan tamu besar seperti anda. Tidak biasa tamu terhormat berkunjung ke mansion feng saya dini hari." Sambut Yusheng dengan senyuman bisnis.


"Tuan muda feng. Kami minta maaf bertamu dini hati tanpa kabar terlebih dahulu." Asisten edenson menanggapi dengan tulus.


"Kami memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan anda.." Asisten terdiam sebentar mengamati sekeliling. "Sebuah rahasia. Bisakah kita berbicara hanya 6 mata.?" Tanya asisten tersenyum.


Permintaan terdengar sopan, namun sorot matanya seolah mengatakan, 'Ini berhubungan dengan sipil, anda harus bekerja sama.'

__ADS_1


"Baik. Silahkan ikuti saya keruang kerja." Yusheng tidak memiliki kekuatan sebesar keluarga heirgh, entah apa yang ingin mereka ketahui. Merenung ulang tentang penculikkan barusan dan kedatangan edenson yang tiba-tiba, seharusnya ada keterkaitan. Ia hanya perlu berkerja sama, bagaimanapun lusheng dan elle bukan pelaku atau korban. Ia sedikit tenang.


__ADS_2