Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Putriku... Maafkan Papah


__ADS_3

Bellerie dan Lusheng sedang menunggu jemputan di kantor polisi. Mereka telah membuat laporan dan pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban. Elle sendiri sedang menunggu yeye, sebelumnya polisi telah menelpon andreas namun tidak dapat dihubungi. Akhirnya polisi menghubungi nomor rumah betrix yang di tanggapi oleh kepala pelayan keluarga betrix.


"Bellerie, terima kasih telah membantu kami. Kamu luar biasa bellerie." Lusheng berkata dengan tulus.


"Hm."


"Kau sangat dingin bellerie." Lusheng tertawa.


"Suatu saat aku akan membalasmu kembali." Lusheng tersenyum.


"Bisakah kita menjadi teman bellerie ?"


Bellerie menatapnya dan mengangguk sekali.


"Ya, bagus. Di masa depan kita akan saling membantu."


"Tuan muda." Seorang pria tegap datang menghentikan percakapan Lusheng.


"Oh sebentar." Balas Lusheng. Ia menatap belleri lagi.


"Apa tidak apa-apa kamu sendiri? "


"Pergilah."


"Baik kalau begitu, bellerie aku pergi dulu. Sampai Jumpa."


"Sampai jumpa."


Lusheng melambai, lalu memasuki mobil di ikuti pria tadi.


Elle memperhatikan mobil yang dikendarai lusheng seketika melaju cepat. Ia bisa menyimpulkan bahwa lusheng bukan orang biasa dari kalangan menengah ke bawah. Walau begitu bellerie tetap acuh, Lusheng bukan urusannya.


10 menit berlalu, sebuah mobil hitam berhenti di depannya. Pria paruh baya buru-buru keluar di ikuti pelayan wanita.


"Nona..."


"Nona muda... Apa nona baik-baik saja ?"

__ADS_1


Yeye melihat elle bolak balik depan belakang, atas bawah. Setelah melihat tidak ada luka satu pun, yeye menghela nafas lega.


"Nona, syukurlah nona kembali dengan selamat." Mata yeye berbinar penuh rasa syukur.


"Nona... Mari kita kembali ke mansion."


Eri menangis, ia telah memikirkan keadaan nona nya setiap hari. Seringkali eri menangis setiap malam hanya memikirkan bagaimana keadaan nona nya di luar sana, dimana dia tidur? Apakah dia kelaparan? Eri sangat menyayangi elle. Sekarang, melihatnya kembali dalam keadaan utuh eri sangat bersyukur. Ia senang nona kecilnya kembali dengan selamat.


-


Di perusahaan Andreas baru saja keluar dari ruang meeting. Ia meninggalkan hp nya di kantor. Ia melihat ada panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak dikenal. Andreas tidak terlalu memikirkannya, jika itu penting pihak lain harus menelpon lagi lain waktu.


Drtt drt drt...


Hp andreas berdering lagi, kali ini telpon mansion yang memanggil.


"Halo, tuan."


"Hm..."


"Tuan, nona muda telah kembali."


Ada kebahagiaan dan kekhawatiran dalam nada bicaranya.


"Nona kembali tanpa luka. Syukurlah pihak kepolisi... "


"Saya akan segera kembali." Potong Andreas.


Tut tut tut...


Yeye menghela nafas, sudah menjadi kebiasaan andreas selalu memotong perkataannya. Yeye teringat tuan muda kembar, terutama tuan Brian yang selalu kelihatan murung semenjak adik bungsunya di culik. Yeye fikir sebaiknya memberi tahu Brian segera tentang elle, agar bisa fokus di sekolah.


"Tuan muda..."


"Hm."


"Ada berita gembira yang harus tuan muda tahu."

__ADS_1


"Katakan."


"Nona muda sudah kembali. Nona dalam kea..."


Tut tut tut


Yeye tercengang. Apa ini ? Anak dan ayah sama saja. Hanya anaknya lebih parah dari ayahnya. Yeye menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Yeye, dimana elle? "


Suara bariton itu milik andreas, terdengar penuh kekhawatiran.


"Tuan, nona muda ada di kamar. Nona sedang beristirahat."


Andreas tak menghiraukan ucapan yeye. Ia melangkah lebar menuju kamar putrinya. Andreas membuka pintu dan melihat elle sedang mengeringkan rambut.


"Putriku..."


Andreas memeluk elle erat seolah tidak ingin kehilangan dirinya lagi. Andreas sangat takut, ia takut tidak akan bertemu dengan elle lagi. Putri bungsunya. Andreas menangis tanpa suara, dalam hidupnya mungkin inilah pertama kalinya andreas menangis karena takut kehilangan seseorang.


"Maafkan papah." Suara andreas lirih tapi masih terdengar oleh telinga elle yang tajam.


Tubuh elle sudah menegang sejak tadi. Ia ingin melepaskan pelukan andreas. Mendengar andreas menangis, ia tidak tega melakukannya. Elle menekan perasaan tidak nyaman di hatinya. Membiarkan andreas terus memeluknya.


"Elle..." Andreas mengurai pelukan. Ia menatap elle yang hanya diam sedari tadi.


"Apa kamu terluka? " Andreas mengamati elle dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ia tenang, yang dikatakan yeye benar tidak ada luka satu pun.


"Ayo kita makan siang." Suara andreas lembut, ia mengusap kepala elle penuh perhatian.


Elle mengangguk ia segera berdiri mendahului andreas. Elle merasa aneh saat kepalanya di usap orang lain. Ia tidak mengerti perasaan apa yang muncul di hatinya saat ini.


Elle siap menyantap makanan saat tiba-tiba ada langkah terburu-buru yang mendekatinya.


"Elle..."


Brian setengah berlari akan memeluknya. Tapi kalah gesit dengan gerakan menghindar elle. Brian tertegun, ia menangkap angin. Brian segera menormalkan ekspresinya, ia menatap elle sendu.

__ADS_1


Adiknya, apakah sangat membencinya ? Sehingga tidak ingin bersentuhan dengannya.


Brian melirik andreas yang terfokus makan. Ia duduk disamping elle, meliriknya lagi sebelum mengikuti makan siang tanpa mengucapkan sepatah kata. Lalu di ikuti frian yang tidak berbicara sejak masuk mansion.


__ADS_2