Who Am I?

Who Am I?
1. Perpisahan


__ADS_3

Kukuruyukkk…..


Alarm setiap hari yang selu terdengar melalu depan jendela yang mulai silau akan sinar matahari.


“Ade bangun sudah pagi, nanti telat berangkatnya” Suara wanita paruh baya dari balik pintu kamar terdengar seraya membuka pintu.


“Hmm..” Balasan dari Dina sambal merenggangkan badanya


“Sebelum berangkat sarapan dulu, trus jangan sampai ada yang ketingglan” Ucap wanita tersebut sambil menutup kembali pintu kamar


Dina yang sambil mengumpulkan nyawanya lalu bangkit dan menuju kamar mandi yang terletak di sebelah ruangan kamarnya. Setelah mandi dia siap-siap menggunakan T-shirt berwarna biru, celana jeans robek-robek, dan cardigan kebesaran yang sangat cocok dia gunakan, dengan rambut yang terurai yang Nampak membuatny terlihat manis dengan lesung di pipinya.


“Ma, Pa, Ka aku berangkat dulu yaa, doakan aku semoga bisa sukses dan kembali” Pamit dina seraya membawa satu koper besar dan tas selmpak kesukaannya.


“Iya dek, kamu hati-hati ya jangan lupa makan tepat waktu, jaga diri, dan kalua sudah sampai kabarin” Ucap Mama Dina sambil memeluk anaknya


“Iya kamu hati-hati ya” Sahut kaka dan papanya.


Setelah lama berpamitan dina mulai pergi meninggalkan rumahnya dan masuk ke taxi yang sudah dipesannya. Tak terasa air matanya keluar seraya langkahnya yang mulai semakin jauh.


“Ma, Pa aku janji akan membuat kalian bangga” Batin dina percaya diri.


Dina pergi ke Kota B yang jaraknya sangat jauh dari kota asalnya tersebut, dy pergi hanya bebekal alamat tempat ia bekerja dan alamat tempat dia tinggal.



Sesampainya di terminal kota B, dina memesan taxi untuk kearah kos-kosannya tersebut. Sambil menunggu taxinya datang, dy duduk di halte dekat terminal dan melihat-lihat sekelilingnya yang ramai akan kendaraan beroda empat dan orang yang berlalulalang.


“Mba dina ya?” Sapa lelaki paruh baya sambil membuka kaca mobil.


“Eh iya pak itu saya” jawab dina sambil membuka pintu untuk masuk dan memasukan kopernya.


“Sesuai ya mba alamatnya, mari kita jalan” Sahut lelaki tersebut sambil menginjak gas dan jalan ketempat yang dituju.



Akhirnya dina sampai di tempat kos-kosannya yang letaknya lumayan jauh dari tempatnya, sekitar 45 menit. Kos-kosannya terletak di pusat kota yang cukup ramai. Dina melangkahkan kakinya memasukin kosan tersebut sambil membawa kopernya dan akhirnya sampai di kamarnya. Lalu dia membuka pintu kamar kosannya tersebut, dan dia cukup nyaman dengan kondisi kosannya tersebut yang ruangnya lumayan luas ada tempat tidur di sisi kanan dan ruangan kamar mandi serta tempat untuk memasak. Lalu dia merebahkan badannya di Kasur.


“Akhirnya sampai juga” ucap dina dengan lega sambil membaringkan tubuhnya di Kasur.

__ADS_1



***


Keesokan harinya dina mulai bersiap-siap untuk berangkat kerja, dia menggunakan kemeja Panjang berwarna peach dipadukan dengan rok berwarna navy selutut.


“Bissmilah” Ucap dina memulai hari barunya


Dina berangkat menggunakan busaway yang jarak halte dari tempat kosannya dekat hanya butuh 5 menit dengan berjalan kaki menelusuri pertokoan. Dina mulai menaiki busway dan dibawany ke halte yang letaknya disebrang Gedung tempat dy bekerja. Setelah sampai dy turun menuruni tangga halte busway dan menunggu di pinggir jalan untuk menyebrang sambil melihat betapa takjubnya Gedung yang akan dy tempati untuk bekerja. Setelah lama melihat-lihat, di sebrang jalan dy melihat seorang wanita muda yang cantic sambil berjalan menyebrang jalan tanpa melihat arah sekitar. Wanita tersebut mulai menyebrangi jalan raya selangkah demi selangkah dengan pandangan yang tertuju pada handphonenya dan tanpa sadar ada mobil yang melaju kencang ke arahnya.


“Hey mba, awas ada mobil” Teriak dina sembari melambaikan tanganya kearah wanita tersebut.


Namun wanita tersebut tak mendengarnya dan pandangannya tetap tak teralihkan. Entah apa yang terpikirkan oleh dina, dy berlari menghampiri wanita tersebut tanpa fikir Panjang dan sesampainya dy mendorong wanita tersebut kearah depan sehingga membuat wanita tersebut terjatuh, namun naas tak sempat dina menghindar mobil tersebut menghantam tubuhnya dan terpental ke depan jalan dan terjatuh di penggir trotoar. Matanya yang mulai kabur tanpa merasakan sakit dan perlahan menutup mata dan tanpa sadar darah yang keluar dari kepalanya cukup banyak sehingga membuat orang-orang untuk mendekatinya dan menolongnya. Wanita yang ditolongnya syok dan berlari menghampiri dina yang sudah bersimbah darah.


“Tolong panggil ambulan” Pintanya panik sambil tanangnya diangkat dan entah apa yang harus dy lakukan untuk menolong dina. Tak lama kemudian ambulance dating membawa tubuh dina ke rumah sakit dan wanita tersebut ikut bersamanya.


-Dirumah sakit


“Dokter tolong selamatkan dy dok, bagaimanapun caranya” Pinta wanita tersebut sambil ikut masuk ke ruangan IGD.


“Baik ibu Nadien kami akan lakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya” sahut dokter tersebut dengan sopan, dan menenangkan wanta tersebut, karena ternyata wanita tersebut merupakan pemilik dari rumah sakit tersebut dan wanita tersebut bernama nadien.


“Kenapa bisa seperti ini? Bodohnya aku yang tak melihat-lihat jalan” Ucap wanita tersebut panik.


Setelah beberapa jam dokter keluar dari ruangan operasi.


“Dokter bagaimana kondisinya?” tanya nadien panik


“Operasinya berhasil, sebentar lagi dy akan sadar” Jawab dokter menenangkan


“Terimakasih dok” Sahut Nadien



Tak lama kemudian dina dibawa keruang rawat VVIP dan nadien mengikutinya.


Setelah beberapa saat akhirnya Dina mulai membuka matanya perlahan dan Kepalanya masih dililit dengan perban.


“Kamu sudah bangun? Apakah kamu baik-baik sajah?” Terdengar suara dari arah samping dan dina menoleh kea rah suara.

__ADS_1


“Kamu siapa?” Tanya Dina kepada wanita tersebut ya memang tidak dy kenali.


“Aku yang tadi kamu selamatkan, terimakasih karena kamu sudah menyelamatkanku” Jawab Nadien sambil menggenggam tangan dina.


“Aku? Kapan aku menyelamatkanmu?” Tanya dina dengan sambil mengingat-ingat apa yang terjadi dan linglung.


“Hah! Kamu sama sekali tidak inga tapa yang terjadi?” tanya Nadien dengan panik


“Memangnya apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada disini?” Jawab dina bingung


“Apa kamu ingat siapa dirimu? Atau tempat tinggalmu?” Tanya Nadien dengan penasaran


“Aku?” Jawab dina dengan sambil memutar bola matanya untuk mengingat siapa dirinya


“Aku tidak ingat apapun” Jawab dina sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit.


Lalu Nadien dengan cepat memanggil dokter untuk memeriksa keadaan dina.


“Dok apa uang terjadi denganya? Kenapa dy tidak ingat sama sekali? Tanya Nadien panik


Lalu dokter memeriksa keadaan dina dan menyimpulkan sebuah keadaan.


“Maaf bu nadien sepertinya dy mengalami amnesia atau lupa ingatan yang diakibatkan oleh benturan yang keras dikepalanya” Jawab dokter dengan lugas.


“Sebaiknya jangan terlalu keras untuk mengingat-ingat karna nanti akan berakibat fatal” Ucap dokter melanjutkan.


“Baik dok” Jawab Nadien mengiyakan nasihat dokter.



“Mulai sekarang kamu tinggal dengan saya ya? Saya akan menjaga kamu, anggap saya sebagai teman atau saudara kamu ya?” Ucap nadien dengan lembut sambil memegang tangan dina dengan lembut dan dina balas dengan senyuman.


“Bagaimana kalau kamu saya beri nama Kanya, anggap saya kaka kamu, nanti aku kenalin kea bang saya dan kita bisa tinggal Bersama.



Continued…


__ADS_1



__ADS_2