
EPILOG
Aku Rajendra Lakeswara. Raja siluman Lakeswara. Bentuk asliku adalah binatang yang kalian kenal sebagai Macan hitam. Orang biasa memanggilku dengan nama Rajendra, tapi Lea lebih suka memanggilku dengan Raj saja. Di tahun ke dua puluh aku menjadi Rini. Aku mengingat segalanya.
Ingat mengapa aku merasa kalau aku bukanlah aku. Mengapa aku merasa kalau aku bukanlah wanita. Mengapa aku tertarik kepada mahluk bernama Wanita. Mengapa aku selalu bermimpi sebagai Lelaki.
Jawaban dari semua itu adalah, Karna aku memang bukan Rini. Aku bukan wanita, dan aku seorang lelaki tulen.
Mengapa pertumbuhanku lambat dan aku terkesan lebih mirip laki-laki di banding perempuan. Itu karna tubuh manusia yang aku rasuki, adalah tubuh yang telah lama mati. Tubuh yang sudah tak lagi berfungsi.
Aku juga ingat mengapa aku menyegel ingatanku. Pertama, agar tak membebani tubuh manusia yang ku rasuki. Kedua, katakan padaku, laki-laki mana yang ingin kehilangan 'Adiknya'. Itu adalah tanda bahwa aku seorang lelaki sejati! Jika aku merasuki tubuh seorang gadis, bukankah yang ku lihat di bawah sana akan serupa dengan istriku? Maka dari itu untuk menghilangkan perasaan malu dan harga diriku sebagai lelaki, aku menyegel ingatanku. Dengan demikian aku sendiri akan lupa kalau aku adalah laki-laki.
__ADS_1
Begitulah. Miris memang, tapi itu kenyataannya.
Oh benar! Aku juga ingat mengapa Lea menyebutku sebagai Reindra. Itu adalah nama untuk penampilan manusiaku. Seperti Lea yang merubah bentuknya menjadi Alya Perwita. Alya Perwita adalah nama manusia miliknya. Sedangkan nama manusiaku adalah Reindra Ambarawa.
Nama ini kami ciptakan sebagai identitas untuk bermain ke dunia manusia. Dulu aku ingat saat aku berusia sekitar 285 tahun, aku saat itu sedang... em, apa namanya, istilah remaja jaman sekarang, ah! Iya! PDKT. Nah saat itu aku sedang PDKT dengan Lea. Aku ingat aku menyukai Lea sejak kami masihlah kanak-kanak. Begitu memasuki usia dewasa aku benar-benar ingin menjadikannya permaisuri ku.
Tapi Ayahanda pernah bilang, kalau ingin mendapatkan hatinya, aku harus mulai perlahan. Jangan hanya mengenal segelintir sifat dan namanya saja, aku harus mengenal bagaimana perasaannya terhadapku. Aku juga harus memahami apa yang dia suka dan tidak suka.
Yah karna kami adalah teman dekat, aku dapat melancarkan apa yang kalian sebut sebagai PDKT itu dengan mudah. Kami pergi ke dunia manusia untuk pertama kalinya. Benar-benar pertama kalinya. Meski sudah dapat izin dari Ibunda Ratu, aku tetap saja gugup.
Aku pun malu saat mengingatnya. Saat aku masih menyegel ingatanku, ku pikir aku membuat kesalahan besar yang menggemparkan dunia manusia hingga Arya Jaya Wisesa menolongku. Tapi aku salah.
__ADS_1
Aku salah hanya karna aku di tuduh pencopet. ◉‿◉
Inginku menangis dan mengubur diriku ke dalam tanah saat aku mengingat masa-masa itu. (╥﹏╥)
Ah benar, tentang rumah besar yang menjadi latar kepergianku dan Lea ke festival makanan malam itu. Benar yang ia katakan tentang 'Rumah kita'. Aku ingat tentang itu. Itu adalah saat aku dan Lea sudah resmi bertunangan. Kira-kira Indonesia saat itu masih tahun 1964. Masih sangat kuno di bandingkan zaman sekarang yang semuanya serba online.
Lea berpikir untuk menampung harta di dunia manusia agar bisa membangun rumah tempat singgah di dunia manusia. Aku sih setuju saja. Itu bukan ide yang buruk. Lalu aku terpikir untuk membangun bisnis besar agar dapat meraup kekayaan dengan harta manusia.
Dengan demikian kami mulai dengan belajar bahasa asing. Lalu pergi ke luar negri untuk belajar di sekolah bisnis. Sekitar beberapa tahun kemudian kami kembali dan membangun sebuah hotel dan restoran kecil-kecilan di Ibu kota yang tak jauh dari desa Lepamala.
Bisnis kecil itu mulai sukses. Dan kami mulai mengajarkan beberapa siluman yang dapat di percaya untuk mengawasinya. Lalu kami kembali ke kerajaan Lakeswara. Diam-diam aku mengumpulkan desain-desain rumah indah di penjuru dunia manusia. Lalu mulai membangun rumah itu sebagai hadiah pernikahan.
__ADS_1
Itu salah satu alasan mengapa Lea-ku sangat menyukai rumah itu.
~|Tamat|~