Who Am I?

Who Am I?
Estrus


__ADS_3


Estrus?



Seperti biasa, di pagi hari aku akan menyerap energi alam. Lalu memakan makanan yang di antarkan Ratna. "Apakah itu kamar mandi?"


Aku bertanya kepada Ratna saat sedang makan pagi. Ia menelan makanannya, lalu berkata. "Benar, kenapa?"


"Hari terasa sangat panas, aku ingin berendam sebentar. Sepertinya akan menyenangkan. "


Seolah memikirkan sesuatu yang jahat, Ratna mengangguk dengan senyum jahil. Aku tak tau apa yang ia rencanakan, namun aku sangat yakin itu sesuatu yang buruk.


"Ya, Kakak bisa bersantai. Bersantai itu baik untuk kesehatan." Ujar Ratna dengan mata menyipit yang mencurigakan.


Aku hanya menelan sarapanku dalam keheningan. Setelah Ratna pergi, aku mencoba untuk berubah kembali ke bentuk manusia. Masih gagal. Ah... Dalam rasa frustasi yang berat aku hanya bisa menyeret ke empat cakarku untuk tidur beberapa saat.


Di saat berikutnya, mungkin sekitar dua jam tidur. Aku terbangun karna cuaca yang begitu panas. Sebenarnya juga karna di ganggu oleh Ratna. Ia menyemprotkan air ke wajahku. Bagaimana mungkin aku tidak terbangun. "Kak, katanya mau berendam. Airnya sudah di siapkan. "


"Hm? Aku kan bisa sendiri..." Aku masih mengantuk sejujurnya.


"Memangnya Kakak bisa mengoperasikannya dengan empat cakar besar itu." Ratna berkata sambil menarik-narik kumisku.


"Ah.. sial, aku lupa aku masih dalam bentuk macan." Gumamku.


Lalu karna Ratna terus saja menggangguku, aku memutuskan untuk bangun. Dengan mata yang masih setengah terbuka. "Ayo Kak, lama sekali"


Ratna menyahut ketika ia sudah sampai di kamar mandi. Dengan air biru yang memantulkan cahaya kecil, di sertai gelombang ombak kecil di atasnya. Benar-benar terlihat mengundang. Mengundang siapapun untuk terjun!


Dengan melompat ke atas air, aku merasa segar. Tapi aku ingat satu hal. Aku tidak bisa berenang. Ya ampun, mengapa aku baru mengingatnya setelah aku tenggelam?

__ADS_1


"Hei Kakak Bodoh! Ayunkan keempat Cakarmu!" Aku mendengar teriakan Ratna sesaat sebelum aku benar-benar tenggelam.


Dengan mengayunkan keempat Cakarku, tubuhku berangsur-angsur naik dan tak lagi tenggelam. Dalam kolam ini sebenarnya hanya dua kali lipat panjang tubuh macanku. "Kalau begitu selamat bersenang-senang Kakakku yang payah!"


Ah, anak itu masih saja meledekku. Aku mengayunkan cakar depanku dengan sedikit kekuatan. Air kolam pun menyiprat ke arah Ratna. "Ugh! Kan basah semua jadinya! Awas saja ya Kak! "


Wah wah, aku bahkan merasakan niat buruk Ratna saat ia mengancamku. Dengan berenang sebentar aku mulai bosan. Tak jauh dari kolam ini ada sebuah batang kayu besar, sepertinya nyaman tidur-tiduran di sana. Setelah melompat untuk naik, aku mengibaskan bulu di tubuhku. Agar air yang menyangkut di helaian buluku terlepas.


Aku tidak tidur, hanya berjemur sebentar. Nanti setelah aku merasa panas lagi, aku akan berenang lagi. Seseorang pernah bilang, jika berbuat begitu bisa membuat kulitmu menghitam. Bagiku sih tidak apa-apa, lagi pula buluku sendiri sudah berwarna hitam bukan?


Karna aku sedang malas, aku tidak ingin membuka mataku. Aku mendengar suara seseorang yang melangkah mendekatiku. Dari aromanya, ia membawa makanan lezat. Mood ku naik saat mencium aroma makanan lezat itu.


Sepertinya itu bukan Ratna, Ratna adalah anak yang usil bin jahil. Tak mungkin langkahnya begitu pelan seperti pencuri. Aku membuka sebelah mataku untuk melihat siapa yang datang. Wah wah, itu sepertinya adalah dayang? Entahlah aku sendiri tak yakin. Sebab pakaiannya begitu sexy.


"Yang Mulia, Yang Mulia Putri mengirim saya kemari untuk melayani Anda. Saya siap mendengar perintah Anda." Suaranya yang lembut terasa enak di dengar.


Wajahnya kemerahan seperti gadis muda yang malu-malu. "Yang mulia Putri? Ratna ya?"


Lalu aku kembali menutup mataku. Karna aroma lezat dari makanan itu masih saja menggodaku, aku juga meminta gadis itu membawakannya. Wah.... Aku merasa hidup sekali, makanan enak dan layanan pijat yang nyaman. Setelah selesai makan, aku kembali menutup mataku untuk menikmati setiap pijitannya.


Namun ada yang aneh. Entah mengapa rasanya pijatannya berubah menjadi elusan pelan. Oke mungkin itu hanya perasaanku saja. Tapi kali ini sungguhan, usapan dan elusan itu semakin menjadi. Bahkan aku dapat merasakan hidungnya menyentuh punggungku. Seolah sedang mengendus aromaku.


"Nona, kau baik-baik saja?" Aku bertanya perlahan.


"Y-yang Mulia... Sepertinya... Hah.. sepertinya... Masa Estrus hamba... Telah tiba..." Ia berbicara dengan susah payah, seperti orang yang menahan sesuatu.


"Estrus? Apa itu?" Aku bertanya lantaran tak tau apa itu.


"Mh-masa.. y-yang di sebuth... Musim... Kaw-win... " Ujarnya lagi.


"Hah? Musim kawin?" Teringat olehku tingkah kucingku di rumah saat musim kawin. Jika begitu bukankah Nona itu sedang ingin berhubungan ****?

__ADS_1


Aku berdiri segera, harus menyingkir sebelum wanita itu semakin menjadi. "Kalau begitu aku harus pergi Nona.." aku mencoba untuk melepaskan tangan wanita pelayan.


"Ya-yang mulia... Bantulah hamba... Hng..." Dia mendesah!


Aku melepas pelukan wanita itu dari pinggangku. Terlalu mengerikan! Bagaimana mungkin aku membantunya. Aku sudah memiliki Calya bukan?


Aku menceburkan diri ke kolam sebelumnya. Lalu menaiki pinggiran kolam untuk memasuki ruangan lain. Tentunya setelah mengibaskan buluku. Lalu berlari menembus pintu berukiran indah. Aku tak peduli jika itu telah rusak, karna wanita yang katanya sedang estrus itu mengejarku!


Dua penjaga yang menjaga pintu kamarku terlihat terkejut karna perbuatanku. Namun aku tak berhenti, aku terus berlari dengan keempat cakarku. Ternyata di luar kamar ada tempat terbuka, sepertinya halaman. Ada tembok batu yang di ukir dengan gambar binatang. Lalu tembok itu juga begitu tinggi.


Karna wanita itu terus mengejarku, aku melompati tembok tinggi. Saat aku berada di puncaknya, wanita itu sepertinya tidak bisa ikut melompat. "Kau cari lelaki lain saja Nona! Aku sudah di miliki oleh seseorang!"


Setelah berseru, aku segera pergi melompat ke sisi lain tembok. Wah... Sepertinya ini adalah kota binatang. Atau yang mereka panggil siluman. Seperti cerita fantasi yang di sebut sebagai Beastman. Ada beberapa yang bentuknya separuh binatang. Ada yang bentuknya binatang tapi berdirinya seperti manusia. Ada pula yang seperti aku, masih bentuk binatang biasa.


"Y-yang Mulia! Sebaiknya jangan berkeliaran!" Seseorang di balik tembok memperingatkan.


Seharusnya ia memperingatkan aku. "Aku tidak akan pergi jauh! Hanya bermain sebentar saja!" Aku berseru untuk membalas peringatannya.


Lagi pula berjalan-jalan sebentar seharusnya tidak apa-apa bukan?


Dengan keyakinan itu, aku melangkahkan kaki menuju sesuatu yang mirip dengan pasar. Karna tubuhku begitu besar, jalanan pasar akan terasa sempit untukku. Aku memikirkan cara yang ku duga akan berhasil. Berhasil melewati jalanan pasar sekaligus berhasil memenangkan simpati masyarakat yang ada di pasar. Siapa tau nanti dapat beberapa makanan gratis hehehe...


Dengan mengumpulkan energi aku mengubah seluruh bentuk tubuhku menjadi Macan kecil. Kecil seukuran kucing, sehingga saat melihatnya orang akan ragu apakah aku macan atau kucing. Dengan percaya diri aku melangkah menuju pasar. Banyak yang memperhatikan diriku, apakah karna aku begitu kecil? Atau ada hal yang lain?


"Hei nak, kamu begitu lucu kemarilah..." Seorang pedagang makanan ringan melambaikan tangannya ke arahku.


Aku mendekatinya. "Warna bulumu hitam legam dan bersinar saat terkena cahaya matahari. Benar-benar indah seperti bulu Yang Mulia Raja."


Pedagang itu mengusap kepalaku dengan lembut. Lalu ia menawarkan beberapa dagangannya kepadaku. Ada sesuatu yang mirip risoles, hanya saja isian dan kulitnya berbeda. Sepertinya terbuat dari kulit binatang unggas, mungkin ayam. Dan dagingnya yang berwarna kemerahan, aku yakin itu masih mentah. Tapi aku suka. Rasanya unik dan lezat.


Aku sebenarnya tertarik dengan apa yang dia sebutkan tentang 'Raja'. Namun dari buku-buku tebal kemarin, aku tau kalau siluman anak-anak tidak mampu berbicara. Dan jika ada siluman dewasa yang berkeliaran dengan bentuk aslinya, dia di anggap mesum. Itu salah satu alasan mengapa aku mengubah penampilan diriku.

__ADS_1


__ADS_2