
*Di dalam kafe
"gue hubungin nadien dulu ya, kasian dy juga panik tadi nyariin kami" ucap aldi sambil memegang hpnya untuk menelpon nadien
"halo dek, ini kanya udah ketemu, dy ada di kafe sebrang apartemen" ucap aldi di telpon
"oke gw ke sanah bang" jawab nadien di telpon.
aldi dan kanya menunggu nadien di dalam kafe mereka duduk berhadapan, entah apa yang membuat mereka jadi merasa canggung satu sama lain ketika mengingat apa yang sudah mereka lakukan tadi.
"duh kenapa jadi diem-dieman gini ya?" batin aldi melirik ke arah kanya yang sedari tadi melihat-lihat ke arah lain.
tak sengaja buku di atas meja tersenggol tangan aldi dan terjatuh di lantai membuat 2 orang tersebut reflek untuk mengambilnya. tanpa di sadari tangan kanya tersentuh dengan tangan aldi dan membuat mereka saling berhadapan.
"duh sial kenapa dengan jantung gw ini" batin aldi reflek langsung terbangun. sementara kanya hanya tersenyum manis sambil mengambil bukunya yang tetjatuh.
Tak lama nadien datang dan langsung memeluk kanya.
"aduh dek laen kali kalau kamu pergi kabarin kaka atau bang aldi yaa, jangan bikin kaka khawatir" ucap nadin sembali memeluk erat kanya
"maafin kanya ka, kaka tenang ya" sahut kanya menenangkan nadien.
"aku cuman bosan ajh ka di dalem mulu, aku pengen keluar tapi nggak tau jalan, apa aku cari kerja ajh ya ka?" ucap kanya sembari menundukan kepalanya karena rasa bersalah.
"hmm untuk sekarang kamu pulihin diri kamu dulu yaa nanti kalau udah pulih baru kita fikirnkn lagi" jawab nadien sambil membelai kepala kanya.
"iya kami pulihin diri kamu dulu, nanti kalau mau kerja di tempat gw ajah" sahut aldi tersenyum
"maunya lo itu mah bang" jawab nadien kesal
"bener ya ka aku di bolehin kerja? soalnya aku nggak enak kalau terus-terusan di apartemen ajh nggak ngapa-ngpain, seengganya aku mau bantuin kaka" ucap kanya meyakinkan
"yaudah nanti kita fikirin lagi ya, sekarang kita makan dulu" jawab nadien
"gw balik lagi ke kantor yaa, soalnya masih ada kerjaan" ucap aldi
"yaudah sanah" jawab nadien
"iya bang aldi, maaf udah bikin panik tadi" jawab kanya murung
"iya nggak apa-apa, pergi dulu ya" jawab aldi mengusap lembut rambut kanya.
*Di kantor
sesampainya di kantor aldi menyenderkan tubuhnya di kursi.
"hmm kenapa dengan diri gw? Kenapa gw jadi deg-degan tadi" bisik aldi
"Sejak pertama ngeliat dy, rasanya tak pernah lepas dari fikiran gw"
Sejak pertama aldi melihat kanya dy memang sudah merasa tertarik dengannya, apa lagi ketika kanya tersenyum rasanya seperti melihat keindahan dalam hidup.
Tok tok tok
"Siang pak, ini berkas yang harus bapak tanda tangani" seorang karyawan masuk memberikan beberapa dokumen memecah lamunan aldi.
"Taro sajah di meja nanti saya pelajari dulu"
Aldi merupakan direktur utama di sebuah perusahaan. Sementara nadien adiknya merupakan ceo dari perusahaan periklanan dan juga mewarisi salah satu rumah sakit terbesar di kota tersebut.
__ADS_1
*Di apartemen
"Ka aku mau cari kerja yaa?" Ucap kanya membuka obrolan
Nadien yang sedari tadi duduk sambil sibuk dengn ponselnya melihat ke arah kanya yang berada di sebelahnya
"Kamu mau cari dimna?"
"Di perusahan di luatan sanah ka" sahut kanya meyakinkan.
"Gimana lalai kerja di salah satu cabang perusahaan kaka sajah?"
"Ah gg enak aku, nanti takut ada omongan ka"
"Nggak bakal lah dek, kamu tenang ajah, trus kaka juga jadi tenang soalnya tu perusahaan kaka" nadien meyakinkan kanya
"Tapi ka"
"Nggak ada tapi-tapian yaa" sela nadien memberhentikan omongan kanya
"Tapi jangan ada yang tau ya ka kalau aku masuk karena kaka" pinta nadien
"Iya tenang ajh"
***
Keesokan harinya mereka mengujungi mall untuk membeli beberapa pakaian kantor kanya.
"Kaka pilihan yaa," ucap nadien sambil memilih beberapa pakaian
Setelah selesai mereka pergi ke sebuah lestoran untuk makan dan menemui temannya nadien
"Ah itu teman kaka, ayo kanya" nadien berjalan menghampiri wanita tersebut
"Kenalin ini ade gw yang bakal kerja di tempat lo" ucap nadien sambil memperkenalkan kanya
"Ohh ini kanya, halo salam kenal saya monica prisilia temannya nadien" ucap wanita tersebut menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Eh iya ka, saya kanya adik nya ka nadien" balas kanya sambil bersalaman
"Ayo silahkan kalian duduk" wanita tersebut mempersilahkan duduk mereka
"Tolong lo jaga ade gw ya, kabarin kalau ada apa-apa" pinta nadien menatap monica yang duduk di depan nadien
"Siap lo tenang ajah gw jagain kok" balas monica tersenyum.
"Nanti kamu satu tim sama dy, jadi salah satu tim perencana iklan ya, biar dy gang ngajarin kamu" nadien menjelaskan
"Iya ka, mohon bantuannya ya ka"
"Siap" balas monica
Setelah lama mereka bertemu akhirnya kanya dan nadien kembali ke apartemen untuk beristirahat.
Teng tong
Suara bel membangunkan nadien dari kursinya dan menuju ke arah sumber suara.
"Eh lo bang, ngapain ke sinih?" Nadien membukakan pintu
__ADS_1
"Mau maen lah, sambil bawain makanan ini buat kalian berdua" sahut pria tersebut yang ternyata aldi
"Huhh modus ajh lo bang" celetuk nadien
Di kurai kanya sedang duduk asik menonton drama yang sedari tadi dy tonton bersama nadien
"Eh bang aldi dateng" ucap kanya melirih ke arah aldi
"Iya nih, sekalian bawain makanan, nanti kamu makan ya" jawab aldi menghampiri kanya
Nadien menghampiri mereka dan menarik aldi yang akan duduk di samping kanya "eh jangan deket-deket lo"
"Santai dong posesif banget" sahut aldi kesal dan duduk di seblah nadien.
"Gimana kamu jadi kerja? Tanya aldi
"Jadi dong ka" jawab kanya senang
"Kerja dimana? Di tempat abang ajh ya, jadi sekertaris pribadi abang nanti" ucap aldo sambil senyum menggoda kanya
Pletakkk
Suara jitakan nadien yang mendarat di dahi aldi yang membuat pria tersebut kesakitan.
"Modus ajh lo bang"
Aldi mengusap-usap jidatnya dan menahan kesal
"Nih anak ya tangannya ringan banget"
Sementara mereka asik berdebat kanya hanya mentertawakan kelakuan kaka beradik itu.
Keesokan paginya nadien memberikan beberapa file untuk kanya pelajari sebelum masuk bekerja
"Kanya kamu pelajarin ini dulu, supaya kamu nggak kaget nanti pas kerja"
"Iya ka, makasih ya" jawab andien menerima file-file tersebut dan mulai memperlajarinya.
4 hari sebelum masuk kerja kanya setiap harinya selalu mempelajari file yang di berikan nadien.
Teng tong
Suara bel dari luar apartemen, kanya yang sedari tadi fokus dengan mempelajari tidak mendengarkan suara bel tersebut.
Teng tong, beberapa kali suara bel di pencet oleh aldi namun tidak di bukakan oleh kanya membuat aldi khawatir.
"Kok gg di angkat sih tellonya, kanya kemana ya" ucap alsi cemas.
"Halo dek pass apartemen lo apa, gw mau masuk nih, dari tadi gw pencet bell nggak di bukain sama kanya takut dy kenapa-napa di dalam" ucap aldi menelpon nadien
"Lagi tidur kali bang, coba lo telpon" sahut nadien
"Udah gw tellon nggak di angkat juga"
"Yaudah coba lo cek pass 2262 nanti kabarin gw ya"
__ADS_1
"Oke" aldi menutup pintunhaya
Dy mulai memasukan pass dan langsung masuk ke apartemen untuk mengecek keadaan nadien.