
*hari berikutnya
Dina yang mulai membuka matanya dan terheran karena seingetnya semalam dy tertidur
di bangku dan sekarang dy sudah di atas Kasur Bersama Nadien.
“Lah kok aku disinih?” batin dina sambil mengucek-ucek kedua matanya.
Lalu dy berjalan kearah kamar mandi untuk membasuh muka untuk menyegarkan dirinya.
“Hmm kamu sudah bangun kanya?” terdengar suara dari arah kamar,
“Hmm iya ka baru ajah” jawab dina
“kamu langsung mandi ajh nanti kaka ambilin
baju” ucap nadien
“iya ka” jawab dina sambil bersiap-siap mandi
Nadien lalu pergi ke apartemen miliknya dan
mengambil baju miliknya dan baju kanya, di lihatnya tak ada seorangpun di dalam
apartemenya, namun terdengar suara dari kamar mandi.
“sepertinya aldi lagi mandi” bisik nadien sambil
melangkah ke arah luar setelah mengambil beberapa pakaian.
“kanya pakaiannya aku taro di kasur ya” ucap
nadien
“iya ka”
Tak lama kanya keluar dari kamar mandi dengan
menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya
“pakai baju dulu nih, kaka mau mandi dulu” ucap
nadien sambil melangkah ke arah kamar mandi.
Kanya mulai memakai pakaiannya dan merapihkan
rambut. Tanpa sadar aldi yang sudah masuk dan menyaksikannya yang sedang
membuka ikatan rambutnya dan mulai merapihkan dan di ikatnya kembali rambutnya
tersebut. Aldi yang menyaksikan hanya terpaku seakan takjub dengan keindahan
yang ada di depannya. Tanpa sadar handphone yang di pegang nya bergetar dan
membuatnya tersadar lalu meninggalkan kanya dan mengangkat telponya yang sedari
tadi bergetar.
"Selamat pagi pak aldi, nanti jangan lupa bapak
sudah ada janji jam 1 siang dengan pak bram" terdengar suara sari sebrang sanah
"Baik" balas aldi ke sumber suara dan mematikan telponya
Setelah selesai dy kembali masuk ke dalam kamar
untuk menyapa kanya.
"Selamat pagi kanya? Kamu mau sarapan apa?" Ucap aldi sembari melontarkan senyuman manisnya
"Eh ada abang aldi" jawab kanya kaget sambil
menghentikan aktifitasnya yang sedang merapikan dandanannya.
"Ayo kita sarapan ke lestoran di samping" sahut aldi sambil mengajak kanya
"Eh tungguin gw dong bang, baru selesai
mandi nih" terdengar suara dari balik pintu kamar mandi
"Iya bawel" teriak aldi membalas
sumber suara
Tak lama kemudian mereka pergi ke lestoran yang
letaknya bersebelahan dari apartemen mereka.
"Silahkan ini menunya tuan dan nona"
__ADS_1
ucap pelayan sambil memberikan buku menu
"Kamu mau pesan apa kanya?" Tanya
nadien sambil melihat-lihat buku menu
"Aku nasi goreng sama susu coklat sajah
ka" jawab kanya menunjuk menu
"Oke aku samain kaya dy ya mba" sahut
aldi memberikan buku menu ke pelayan
"Wuhh ikut-ikut ajh lo bang" ucap usil
nadien
"Saya sandwich sama susu coklat ajah
mba" lanjut nadien
"Baik, tunggu sebentar" pelayan
meninggalkan mereka.
“Gimana tidurnya nyenyak?” Tanya aldi ke pada
kanya yang duduknya berhadapan denganyan sementara Nadien duduk di sebelah
kanya.
“Nyenyak kok bang, cuman bingung ajah tiba-tiba
ada di atas Kasur, hehe” Jawab kanya tersenyum.
“Semalam abang yang gendong kamu, habis
tidurnya nyenyak banget” Ucap aldi tersenyum
“Hah! Serius bang? Maaf ngerepotin” Jawab kanya
malu
“Tenang ajh dek, dy mah justru kesenengan itu”
ledek nadien
Sahut aldi kesal
Tak lama kemudian makananpun datang, dan mereka
mulai melahap makanan yang sudah mereka pesan.
“Abang duluan mau siap-siap berangkat kerja
dulu ya” Pamit aldi sambil mengusap kepala kanya dengan lembut.
“Eh iya bang hati-hati” Balas kanya sedikit
kaget dengan apa yang dilakukan aldi terhadapny.
“Hati-hati bang” Ucap kanya sambil tanganya
melambai ke aldi yang sudah menjauh dari mereka.
“Kanya besok kaka sudah harus masuk kantor,
kamu di rumah sendirian nggak apa-apa?” Tanya Nadien khawatir.
“Iya nggak apa-apa ka, kaka tenang ajah” Jawab
kanya meyakinkan
“Kalau ada apa-apa kamu telpon kaka ajh yaa, eh
iya yaa kamu nggak punya telpon” Sahut nadien sambil menepuk pelan kepalanya.
“Hari ini kita beli hp ya, biar kaka tenang” Ajak nadien
“Oke ka” Jawab nadien.
Nadien memang orang asing bagi kanya namun saat
ini kanya sudah mulai menyayangi nadien seperti kaka kandungnya sendiri. Dy sudah
mulai nyaman dengan nadien, di tambah lagi nadien selalu memanjakannya seperti
seorang kaka terhadap adiknya.
__ADS_1
*Keesokan harinya
“Kanya kaka berangkat kerja dulu yaa, kamu
hati-hati di rumah, kalua ada apa-apa hubungi kaka jangan lupa pokoknya” Ucap
Nadien sambil bersiap-siap untuk berangkat kerja
“Iya kakaku sayang” Sahut kanya meyakinkan sembari memeluk tubuh nadien
Setelah Nadien berangkat kanya hanya sendirian
di apartemn tersebut, dy hanya menonton drama korea yang selalu Nadien tonton
ketika sedang bosan. Tak terasa jam mulai menunjukan pukul 2 siang.
“Ah bosen, apa aku keluar sajah ya cari buku” Bisik
kanya memikirkan apa yang akan dy lakukan
Setelah berfikir dy akhirnya memutuskan untuk
keluar apartemen untuk membeli buku yang terletak di sebrang apartemennya.
Dicarinya buku yang ingin dy baca di beberapa
baris rak, dan akhirnya menemukan buku yang dy cari. Setelah itu dy pergi ke
kafe yang berada di sebelah took buku tersebut.
*Didalam kafe
Buukkk
Tubuh kanya tak sengaja tertabrak oleh seorang
pria di depannya yang sedang buru-buru melangkah dan membuat buku yang
dipegangnya jatuh ke lantai.
“aww hati-hati dong kalo jalan, sakit tau” Ucap
kesal kanya
“Ambilin ke bukunya, kan kamu yang jatuhin”
lanjut kanya karena tidak ada jawaban dari pria tersebut. Bukanya membantu tapi
pria tersebut malah hanya melihat dan langsung meninggalkan kanya begitu sajah.
“Ihhh sialan” Ucap kanya kesal sambil tangannya
di angkat dengan posisi ingin memukul pria tersebut, namun pria tersebut sudah
jauh.
“Iss was ajah kalua sampai ketemu lagi” batin
kanya kesal.
Kanya akhirnya duduk di samping jendela kafe
sambil membaca buku yang sudah dibelinya tadi. Terlihat diluar seorang pria
yang sedang melihat-lihat keliling arah dengan sangat panik.
“Eh itu bukanya bang aldi, ngapain dy sdi situ
seperti nyari seseorang” Bisik kanya penasaran.
Tak lama kemudian pria tersebut langsung
melirik ke arah kanya yang sudah dari tadi melihatnya. Pria tersebut langsung
masuk dan menghampiri kanya, kanya yang kaget dan langsung berdiri tiba-tiba
pria tersebut langsung memeluk erat kanya.
“Kamu kemana ajah manis? Gw sama nadien nyariin,
di telpon nggak di angkat” ucap aldi panik
“Eh iya hp nya ketinggalan, tadi aku bosan trus
beli buku dan akhirnya aku ke kafe, maaf bang udah bikin khawatir” jawab kanya
tak enak sambil menenangkan aldi
“Yaudah laen kali bilang ya?” Sahut aldi sambil
__ADS_1
melepaskan pelukannya dan mengacak-acak rambut kanya.