
Di kantin sekolah...
"Eh guys...dah pada belajar buat ulangan matematika hari ini belum?"tanya Eka
"Gue sudah tapi gak nangkep-nangkep materinya!"ucap Zaenab melas
"Sama. Gue juga gak mudeng sama materi yang di sampaikan pak pedofil itu!"tambah Rini.
"Hush! Jangan kencang-kencang bilang 'pedofil' nanti yang lain tau!"bisik Zaenab.
"Emang siapa Pak pedofil?"tanya Ratna penasaran.
"Pak supari"bisik Yuni
"Kok kalian bertiga bisa kasih julukan begitu ke guru itu?"tanya Eka
"Gara-gara kemarin kita bertiga ke kantor guru temani Zaenab. Terus dia maksa-maksa Zaenab temani dia di kantor dan kita berdua di paksa balik ke kelas!"Rini kesal mengingat kejadian kemarin.
"Emangnya 'pedofil' itu apa sih guys?tanya Ratna polos
"Lebih tepatnya penyakit pedofilia. Itu gangguan seksual yang berupa nafsu seksual yang dilakukan oleh pria dewasa kepada remaja atau anak-anak di bawah usia 17 tahun. Orang yang mengidap pedofilia disebut pedofil."jelas Zaenab
"Emangnya yang jadi objek si Pak Supari siapa?"tanya Eka
"Kita semua guys!"tegas Rini
"Aahh..serius lu,Rin?"tanya Ratna
"Lebih tepatnya ketua geng kita,si Zaenab."ucap Rini
"Rin...jangan lebay deh! Gue jadi parno nih!"ucap Zaenab
Tiba-tiba Ratna berteriak dan memanggil Pak Parno tukang es doger yang ada di kantin.
"Pak Parno...di panggil Zaenab!"teriak Ratna.
"Eh...Na!Gue gak panggil Pak Parno! Gue bilang 'Gue jadi Parno alias takut' bukan gw panggil Pak Parno!"ucap Zaenab kesal sembari menepuk jidatnya.
Tiba-tiba Pak Parno menghampiri kursi Zaenab.
__ADS_1
"Aya naon neng Zaenab panggil bapak atuh?"tanya Pak Parno tukang es doger di kantin sekolah.
"Aduh...si Ratna ini ya!"Zaenab geram dan menatap tajam Ratna. Yang di tatap tajam langsung menutup mukanya dengan kerupuk.
Pak Parno berdiri di hadapan Zaenab dan teman-temannya, karena kasihan maka Zaenab memesan es doger untuk dia dan teman-temannya.
"Saya pesan es doger 5 pak. 1gak pake alpukat dan sisanya campur semua. Ini uangnya. Kembaliannya ambil aja ya.. "ucap Zaenab.
"Alhamdulillah...makasih ya neng. Eneng, lagi ulang tahun ya traktir teman-temannya?"tanya Pak Parno
"Oh...gak pak. Alhamdulillah babe saya kasih uang jajan lebih."jawab Zaenab
"Semoga babe eneng, tambah banyak dan lancar rezekinya...aamiin"ucap Pak Parno
"Aamiin"jawab Zaenab dan sahabatnya.
"Bapak permisi dulu ya...mau bikinin pesanan eneng"Pak Parno segera ke gerobak es dogernya.
"Iya"jawab Zaenab
"Nab, makasih ya traktirannya. Berarti bakso dan mie ayam kita-kita kamu bayarin juga kan?"tanya Ratna dengan penuh harapan
"Kalau itu bayar masing-masing donk..."ucap Zaenab sembari menjulurkan lidahnya.
Pak Parno datang dengan membawa nampan beserta 5 gelas es doger. "Ini neng es dogernya. Makasih ya eneng-eneng cantik."puji Pak Parno sembari tersenyum manis.
"Sama-sama Pak Parno"jawab Zaenab dan teman-temannya.
Setelah Pak Parno meletakkan lima gelas es doger ke meja Zaenab dan teman-temannya. Kelima siswi tersebut melanjutkan pembicaraan tentang pedofil.
"Nab, ciri-ciri pedofil itu apa saja?"tanya Yuni
"Sebentar aku makan es doger dulu keburu jam istirahat habis."jawab Zaenab sembari memasukkan sesendok es doger ke mulutnya dan teman-temannya mengikuti Zaenab.
"Kalau dari artikel yang aku baca semalam tentang penyakit pedofilia. Ada beberapa ciri-ciri orang yang mengidap pedofil. Yang pertama memiliki sifat obsesif, jika seorang pedofil sudah mengincar satu anak maka dia akan terus terobsesi dan harus mendapatkan anak tersebut. Yang kedua, cenderung introvert artinya orang tersebut jarang berbicara dan bergaul dengan orang dewasa. Mereka lebih suka bergaul dan berkomunikasi dengan anak-anak." Zaenab berhenti sejenak dan melanjutkan makan es doger.
"Apa lagi, Nab?"tanya Eka penasaran
"Sabar dulu donk guys..."Zaenab menenangkan teman-temannya lalu dia melanjutkan penjelasannya.
__ADS_1
"Ciri yang ketiga yaitu pandai berkamuflase. Seorang pedofil itu pandai merubah sikapnya lebih sopan dan baik di depan anak-anak maupun orang tua si anak incarannya. Yang keempat, seorang pedofil tidak pandang bulu mengincar mangsanya (anak-anak). Dia tidak peduli mau anak cowok atau cewek yang menjadi objek incarannya. Lalu yang terakhir, Seorang pedofil lebih bersikap agresif kepada anak incarannya. Jika dia sudah mendapatkan mangsa, maka dia tidak segan-segan menyiksa atau menyakiti mangsanya. Itu artikel yang aku baca semalam di uncle goggle."jelas Zaenab sembari menghabiskan bakso dan es doger.
"Sepertinya ada beberapa ciri pedofil yang ada di diri Pak Supari deh..."ucap Rini.
"Yang mana,Rin?"tanya Zaenab penasaran.
"Yang pertama dan ketiga. Pak Supari terobsesi banget sama Zaenab dan dia juga berkamuflase menjadi guru untuk mengincar mangsa barunya. Kelihatan sekali kemarin dia menatap Zaenab intens dan melarangnya keluar kantor guru."Rini meyakinkan teman-temannya.
"Betul juga lu, Rin!"Zaenab terkejut dengan asumsi Rini.
"Sekarang kita saling jaga satu sama lain. Kalau si pedofil itu macam-macam sama kita berlima atau sama yang lain kita libas aja!"Rini emosi sembari menggebrak meja kantin.
"Eh buset deh...! Kagetin aje lu!"Zaenab dan ketiga temannya terkejut.
"Tau nih si Rini! Nanti kalau asma gue kumat elu mau beliin obatnya?"ucap Yuni.
"Tenang aja Yun...nanti gue kasih nafas buatan kalau asma elu kumat...hahaha"ucap Rini.
"Kupret elu!"sahut Yuni.
"Si Rini kalau marah kayak babe lu, Nab!" celoteh Ratna.
"Iya...pake gebrak meja segala tapi kurang satu, Na..."Zaenab mengelus dadanya
"Apaan tuh, Nab?"tanya Yuni
"Kurang kumis hitam melenting, Yun! hahaha"Zaenab tertawa terbahak-bahak.
"Gampang itu! Kita olesin aja kecap manis ini di atas mulutnya...hahaha" Yuni mengambil kecap yang ada di hadapannya dan mengolesi kecap tersebut ke atas mulut Rini. Rini yang sedang di pegang kedua tangannya oleh Yuni dan Eka langsung menjerit histeris.
Lima menit kemudian Yuni dan Eka melepaskan kedua tangan Rini.
"Kalian berdua tega sekali sama gue! Awas tunggu pembalasan gue!"Rini memasang muka cemberut.
"Maaf Rin...gitu aja marah! Kalau marah-marah nanti di putusin Surya loohh..."ancam Yuni.
"Biarin aja! Gue bisa cari cowok lain si luar sana!"Rini melipat kedua tangannya dan memasang muka cemberut kepada Yuni dan Eka.
"Eh sudah sudah! Jangan ribut! Ayo kita segera ke kelas sebelum guru itu masuk kelas duluan!"Zaenab menunjuk Pak Supari yang berjalan keluar dari kantor guru menuju kelasnya.
__ADS_1
"Ayo!"ucap mereka berempat.
Mereka berlima bergegas berdiri dan berlari menuju kelas sebelum Pak Supari datang.