Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Dari mana dia tau nomor ponsel ku?


__ADS_3

Di halaman rumah...


"De...kalau abang bilang kejadian tadi ke babe gimana? Biar babe tau dan segera ambil tindakan!"ucap Zaki sambil membuka helm dan jaketnya.


"Jangan bang...lagi pula ade juga gak apa-apa kok. Biarkan saja dia. Aku mau fokus untuk lomba debat 4 hari lagi."ucap Zaenab menenangkan abangnya.


"Tapi de..."saat Zaki ingin melanjutkan ucapannya, terdengar teriakan babe dari dalam rumah.


"Zaki...Zaenab...ngapain kalian masih berdiri di sana?"tanya babe dengan suara kencangnya.


Zaenab dan Zaki melihat babe yang sedang duduk di kursi teras rumah dengan memakai kaos putih polos dan melingkarkan sarung di pinggangnya.


"Ngobrol sebentar be..."jawab Zaenab


"Bang...gak usah di bahas lagi ya...!"sahut Zaenab dan Zaki pun mengangguk tanda setuju.


Mereka berdua berjalan ke teras rumah lalu mengucap salam dan mencium punggung tangan babe.


"Assalammualaikum be..."ucap Zaenab dan Zaki.


"Waalaikumsalam...kok kalian pulangnya sore banget? Emak cemas dari tadi tuh!"babe menunjuk emak yang baru keluar ke teras rumah dengan dagunya.


"Maaf be,mak, tadi Zaenab ada rapat di sekolah bahas lomba debat bahasa Inggris 4 hari lagi. Zaenab jadi salah satu pesertanya."ucap Zaenab sembari tersenyum ke kedua orangtuanya.


"Alhamdulillah"ucap babe dan emak tersenyum senang.


"Emang pinter deh anak babe yang satu ini! Babe doakan semoga Zaenab juara pertama."ucap babe


"Zaenab butuh ape buat lomba? Nanti babe beliin."tanya babe dengan semangatnya.


"Gak butuh apa-apa be...semuanya sudah disediakan dari sekolah. Aye hanya butuh doa dari babe dan emak."ucap Zaenab sambil memeluk emaknya.


"Babe dan emak pasti dan selalu mendoakan kalian berdua. Supaya kalian jadi anak-anak yang pintar dan sukses, tidak seperti babe yang bodoh hanya punya ijazah SMP."babe menangis mengingat masa kecilnya yang kesulitan ekonomi sehingga dia tidak bisa melanjutkan sekolah.


"Udah be...aye jadi ikutan sedih nih...!"ucap emak sembari menghapus air mata yang turun di pipinya.


"Aye dan Zaenab sangat bersyukur punya babe dan emak yang selalu support anak-anaknya."ucap Zaki


"Itu udeh jadi tanggung jawab babe dan emak sebagai orang tua."jawab babe yang masih menangis terharu.

__ADS_1


"Udah be,mak, kita masuk aja yuk...gak enak di lihat tetangga nangis di teras."Zaki mengajak babe,emak dan adiknya masuk ke dalam rumah.


Setelah makan malam dan solat isya. Zaenab pergi ke kamarnya dan mulai belajar mempersiapkan materi untuk lomba debat 4 hari lagi. Ketika belajar terdengar bunyi notifikasi di hp Zaenab.


Cling


Cling


Cling


Zaenab membuka chat WA dan melihat nomor telepon yang tidak tertera di kontak WA nya.


Andi : Assalammualaikum Zaenab...ini Andi partner lomba kamu. Kamu sedang apa?😊


Zaenab kaget ketika tau yang chat dia adalah Andi anak STM yang sok cool itu.


"Darimana dia tau nomor aku?"tanya Zaenab heran


Zaenab membalas chat Andi.


Zaenab: Waallaikumsalam. Sorry, kamu tau dari siapa nomor aku? Aku sedang belajar materi debat lomba nanti.


Beberapa menit kemudian bunyi lagi notifikasi WA di hp Zaenab.


Andi: Wah...rajin sekali kamu. Lomba baru 4 hari lagi sudah siapkan materi. Selain pintar kamu juga rajin ya...β˜ΊπŸ–’


Zaenab pun hanya membalas dengan singkat.


Zaenab: Terima kasih πŸ™‡


Beberapa menit kemudian Andi mengirimkan chat ke Zaenab.


Andi: Besok bisa kita bertemu saat istirahat pertama di kantin untuk bahas materi lomba?


Zaenab pun membalas : OK


Zaenab pikir dia bertemu dengan Andi saat istirahat dan membicarakan masalah lomba jadi dia tidak masalah.


Jam menunjukkan 9 malam, ini waktunya Zaenab tidur. Dia mematikan hp dan lampu kamarnya. Dia merasa nyaman apabila tidur dengan gelap.

__ADS_1


Di kamar Zaki...


Jam 9 malam, Zaki masih berkutat dengan revisian skripsi. Karena besok dia harus datang ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbing. Besok adalah bimbingan terakhir sebelum sidang. Saat Zaki sedang serius menatap laptop, terdengar suara hp nya berbunyi.


Kring


Kring


Kring


Zaki mengambil hp nya yang ada di meja belajar dan mengangkat panggilan masuk tersebut.


"Halo Tan, ada apa malam-malam telepon?"tanya Zaki


"Halo Ki, kamu belum tidur?"jawab Tania


"Belum, aku sedang mencetak hasil revisi skripsi ku agar besok pagi bisa langsung aku bawa ke dosen pembimbing."


"Oh...besok jam berapa kamu ke kampus? Aku bimbingan dengan Pak Yudi besok jam 1 siang."


"Aku bimbingan jam 1O."


"Besok tunggu aku di kampus ya...besok kamu gak ada acara kan habis dari kampus?"


"Palingan aku jemput adik ku pulang sekolah jam 2 sore."


"Memangnya adik mu tidak bisa pulang sendiri atau mungkin pulang dengan pacarnya."


"Dia tidak punya pacar."


"Hahahaha... hari gini anak SMA belum punya pacar. Adik mu jangan terlalu kuper alias kurang pergaulan, jadi biar gampang dapat pacar."ledek Tania.


Zaki merasa geram mendengar ucapan Tania yang menghina Zaenab. Tapi dia tak bisa memarahi Tania, wanita yang dia suka.


"Besok aku tunggu kamu di kampus. Aku mau istirahat dulu. Malam Tania!"Zaki mematikan panggilan dari Tania.


"Eh...malam" Tania heran kenapa Zaki langsung mematikan teleponnya.


"Apa dia marah karena aku meledek adiknya?"tanya Tania dalam hati sembari menatap hp nya.

__ADS_1


__ADS_2