
Zaenab dan teman-temannya berlari pergi ke kelas sebelum Pak Supari datang.
Mereka duduk di kursinya masing-masing dan berpura-pura belajar untuk menghadapi ulangan matematika yang belum sama sekali nyangkut di otak mereka.
Beberapa menit kemudian, datanglah Pak Supari dengan penampilan seperti Oppa K-pop. Dia memakai kemeja putih gading, dasi merah maroon, celana panjang hitam semata kaki tanpa kaos kaki,sepatu pantofel hitam dan rambut klimis kebanyakan pomed. Semua siswa di kelas menatap guru tersebut tanpa berkedip sama sekali. Zaenab yang hanya melihat sekilas ke guru tersebut langsung menatap buku tulisnya dan melanjutkan belajarnya.
"Eh buset deh tuh guru! Niat banget nyari mangsa dengan merubah penampilan jadi K-pop begitu!"bisik Ratna.
"Kita harus hati-hati ya guys!"bisik Rini kepada keempat sahabatnya. Mereka menganggukan kepala berarti mengerti peringatan yang di berikan Rini.
"Selamat Siang anak-anak"ucap Pak Supari.
"Selamat siang,Pak!"ucap semua siswa serentak
"Saya beri waktu 15 menit untuk belajar setelah itu kita mulai ulangannya ya..."ucap Pak Supari lembut sembari tersenyum lebar.
Semua siswa yang melihat sikap Pak Supari saat itu langsung heran karena tidak biasanya dia berbicara lembut dan bersikap manis saat jam pelajaran.
"Iiihh...geli gue ngeliat tingkah laku itu guru!"bisik Ratna.
"Gue jadi eneg pengen keluarin semua makanan nih!"bisik Yuni sembari memasang muka ingin muntah.
"Sama Yun...!"sahut Rini.
"Kita tidak perlu memperhatikan itu guru terus nanti yang ada dia geerr. Mending lanjut baca materi ulangan."ucap Zaenab.
"Maaf Nab...aku sdh menyerah. Lebih baik nulis contekan di paha aja!"Ratna menunjukkan kedua pahanya yang berisi tulisan materi yang akan di ujikan.
"Astagfirulloh!"ucap Zaenab dan Rini.
"Dasar kamu,Na! Gak berubah dari dulu!"Rini menggelengkan kepalanya.
"Aku pusing kalau baca atau melihat rumus lagi. Lebih baik cari solusi tercepat aja!"ucap Ratna
__ADS_1
"Biarkan saja,Rin! Nanti kalau dia yang ketahuan nyontek tanggung sendiri akibatnya!"Sahut Eka yang duduk di samping Ratna.
"Aku yang buat contekan kenapa kalian yang ribut?"tanya Ratna cemberut.
"Yang di belakang kenapa tidak belajar! Malah ngobrol!"teriak Pak Supari dari meja guru.
"Eh...gak pak. Kita gak ngobrol kok bahas materi buat ulangan."ngeles Eka sembari menundukkan kepala.
"Waktunya sudah habis. Tolong Zaenab kumpulkan buku tugas dan buku paket matematika teman-temannya di meja guru."Pak Supari menunjuk meja yang sedang dia duduki.
"Baik,Pak!"jawab Zaenab
Zaenab pun bergegas mengambil buku dari teman-teman sekelasnya dan membawanya ke meja guru yang ada di depan kelas. Setelah itu dia menuju kursi duduknya kembali.
"Zaenab! Kamu ambil alat tulis kamu dan kerjakan ulangan di meja guru ini."ucap Pak Supari
"Hah?"Zaenab kaget dan diam sejenak sembari menatap teman sebangkunya Rini.
"Saya disini saja pak!"jawab Zaenab
Zaenab tidak bisa menolak perintah gurunya. Dia mengambil alat tulisnya dan menuju meja guru yang ada di depan kelas.
Pak Supari memberikan kertas soal ulangan dan kertas kosong untuk menulis jawaban.
Zaenab yang duduk di meja guru depan kelas hanya bisa diam dan memandang teman-teman sekelasnya dari meja guru. Dia merasa canggung dan di dahinya keluarlah keringat yang bercucuran. Entah kenapa keringat itu keluar tidak henti-hentinya. Dia merasa takut karena ulangan matematika yang tidak dia kuasai atau karena guru tersebut yang menatapnya dengan tatapan ingin menerkamnya.
Tiba-tiba Pak Supari memberikan sapu tangannya kepada Zaenab karena melihat Zaenab berkeringat tapi Zaenab menolaknya. Dia meminta izin untuk mengambil tisu di tasnya. Pak Supari mengizinkannya. Ketika Zaenab mengambil tisu di tasnya, Eka berbicara dengan suara berbisik.
"Hati-hati ya Nab...itu guru pasti ada udang di balik batu!"bisik Eka. Zaenab hanya menganggukan kepala yang berarti dia mengerti peringatan yang diucapkan Eka.
Zaenab kembali ke meja guru dan mengerjakan ulangan dengan tenang sembari mengusap keringat yang ada di dahi dengan tisu.
Pak Supari mengambil kursi kosong yang ada di pojok belakang kelas dan duduk di samping Zaenab sembari mengecek ulangan matematika siswa STM. Zaenab mencoba tidak menghiraukan sikap Pak Supari yang duduk di sampingnya tapi karena dia merasa risih, dia menggeser kursi ke sisi kanan menjauh dari guru tersebut.
__ADS_1
"Kenapa duduk menjauh? Saya gak akan gigit kamu kok..."ucap Pak Supari sembari tersenyum
"Saya takut di contek bapak ulangan saya!"ucap Zaenab sinis
"Kamu ini ada-ada aja! hahaha"Pak Supari tertawa terbahak-bahak. Seluruh siswa yang ada di dalam kelas kaget mendengar suara tawa dari meja guru.
"Lanjutkan lg ulangannya!"perintah Pak Supari.
Seluruh siswa kembali mengerjakan ulangan tersebut. Zaenab yang tidak pandai pelajaran matematika merasa kesulitan dengan soal-soal tersebut. Pak Supari melihat wajah pucat Zaenab langsung paham dan mencoba mendekati kursi Zaenab.
"Nomor berapa yang kamu tidak bisa?"tanya Pak Supari
"Banyak!"Zaenab jawab singkat
"Mau saya kasih jawabannya? Tapi ada syaratnya..."Pak Supari mengedipkan matanya ke arah Zaenab
"Tidak pak..terima kasih!"
"Saya akan kasih jawabannya semua tapi kamu nanti pulangnya saya antar ya.."Pak Supari membujuk Zaenab untuk menerima jawaban ulangan yang dia tawarkan.
Zaenab yang mendengar bujuk dan rayh Pak Supari langsung kaget dan merasa ilfill.
"Maaf pak...babe saya mengajarkan untuk bersikap jujur pada diri sendiri. Gak apa-apa saya dapat nilai jelek yang penting hasil mengerjakan sendiri!"ucap Zaenab lantang
Pak Supari kagum dengan ucapan Zaenab kepadanya,"Baiklah kalau itu mau mu. Ternyata tidak hanya pandai dan cantik, kamu juga memiliki sikap dan sifat yang baik."puji Pak Supari sembari memegang tangan Zaenab.
Dalam hati Zaenab berkata,'kamvret nih guru! Sudah keluar jiwa pedofilnya!' Zaenab melepaskan tangannya secara kasar dari genggaman tangan guru itu.
"Pelan-pelan donk...masa gadis cantik seperti kamu kasar begitu."ucap Pak Supari lembut
"Maaf pak saya sudah menyerah. Terserah bapak mau kasih nilai di bawah KKM juga gak apa-apa saya ikhlas daripada saya harus merasa ilfill 2 jam bersama bapak!" Zaenab berdiri dari kursinya, meletakkan kertas soal dan jawaban di meja guru dan berjalan menuju kursi duduknya bersama Rini.
Rini yang melihat wajah Zaenab yang kesal dan cemberut sudah paham bahwa temannya itu di buat ilfill oleh guru pedofil itu. Rini dan sahabatnya yang lain tidak berani bertanya kepada Zaenab.
__ADS_1
2 jam berlalu, jam pelajaran matematika selesai dan waktunya siswa SMA,SMK dan STM pulang. Zaenab yang masih kesal dengan Pak Supari pulang tanpa mencium tangan dan pamit. Dia langsung keluar kelas menuju gerbang sekolah. Keempat teman-temannya segera mengejar Zaenab.