
Saat sarapan pagi...
"De...maaf nanti abang gak bisa jemput kamu. Ada janji dengan dosen pembimbing. Kemungkinan abang pulang malam."ucap Zaki di meja makan.
"Gak apa-apa,bang. Ade juga mau latihan persiapan lomba. Pulang sore ya be, mak..."Zaenab meminta izin dan menatap kedua orang tuanya.
"Nanti telepon babe kalau sudah selesai latihan lomba. Biar babe aja yang jemput."ucap babe
"Kalau babe jemput Zaenab toko pigemane?"tanya emak
"Ya di tutup cepet aja. Gitu aja repot!"sahut babe
"Sayang be.. Nanti langganan kite pada ke toko sebelah!"ucap emak dengan memasang muka cemberut.
"Ya ampun,Roh! Rezeki masing-masing orang sudah Allah yang ngatur. Ngapain takut kehilangan pelanggan?"ucap babe sembari menggelengkan kepalanya.
"Nanti Zaenab biar babe yang jemput. Kamu, Zaki, selesaikan skripsi mu biar cepet wisuda dan kerja."ucap babe sembari meneguk kopi hitamnya.
"Be,mak, Zaenab dan bang Zaki pergi dulu. Assalammualaikum."ucap Zaenab sembari mencium punggung tangan emak dan babe.
"Assalammualaikum."Zaki juga mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam."ucap babe dan emak bersama.
10 menit kemudian mereka sampai ke halaman sekolah Zaenab. Zaenab turun dari motor abangnya. Saat Zaki hendak menggas motornya, datanglah seorang siswa laki-laki menghampiri mereka berdua.
"Assalammualaikum Zaenab dan abang."
"Waalaikumsalam."jawab Zaenab dan Zaki dengan wajah heran.
"Ada apa,Ndi?"tanya Zaenab
"Aku hanya ingin meminta izin kepada abang mu."jawab Andi
"Minta izin? Untuk apa?"tanya Zaenab bingung
"Bang...nanti saat jam pulang sekolah, aku dan Zaenab akan belajar bersama. Kami di temani guru pendamping Miss Yanti. Di izinkan atau tidak,bang?" tanya Andi to the point
"Ini anak nyalinya besar juga, meminta izin aku untuk belajar bersama Zaenab setelah jam pulang sekolah. Sopan dan beretika sekali dia."gumam Zaki dalam hati.
"Aku izinkan. Jangan pernah kau melakukan hal yang tidak baik sama adik ku. Kalau kau berani, aku tak segan mematahkan tangan dan kaki mu!"ancam Zaki sambil menatap tajam Andi.
"Tidak akan bang! Aku janji itu!"ucap Andi dengan percaya diri.
"Baik. Ku pegang ucapanmu!"Zaki dan Andi bersalaman.
"De...abang pergi dulu. Jangan lupa telepon babe kalau sudah selesai latihan lombanya. Atau gak kamu pulang bareng dia saja!"Zaki menunjuk Andi yang berdiri di samping Zaenab.
__ADS_1
"Hah? Abang izinin aku pulang sama dia? Gak salah?"tanya Zaenab heran.
"Iya. Abang jalan dulu takut terlambat ke kampus."Zaki menggas motornya dan pergi meninggalkan Zaenab bersama Andi.
Zaenab yang masih heran dengan ucapan abangnya itu langsung menatap Andi yang masih berdiri di sampingnya. Andi tersenyum manis melihat Zaenab. Zaenab pergi ke kelasnya begitu juga dengan Andi.
Saat jam istirahat pertama, Andi dan Miss yanti sudah duduk manis di meja kantin dekat gerobak mie ayam. Andi memanggil Zaenab yang dari tadi celingak-celinguk mencari Miss Yanti. Mendengar teriakan Andi, Zaenab langsung menghampiri meja tempat Andi dan Miss Yanti duduk.
"Maaf miss saya baru datang. Tadi di panggil bu Mulyati dulu."ucap Zaenab
"No problem. Please take a seat!"ucap Ms. Yanti
"Andi dan Zaenab, saya berikan contoh materi lomba depan tahun lalu. Tahun lalu sekolah kita juara harapan ketiga se-DKI. Saya berharap kalian berdua bisa mendapatkan juara tersebut atau membawa piala juara pertama. Saya yakin kalian bisa. Semangat!"ucap Ms. Yanti
"Ok Ms...We'll try!"ucap Andi sambil menatap dengan senyum manisnya ke Zaenab.
"Ok. Ini materi lomba bisa kalian kerjakan sekarang. Tomorrow, both of you can speak up in front of me, So I can check your pronounciation and grammar."
"Ok Ms..."jawab Andi singkat.
"I must go now. Is it Ok, If I leave you with Andi,Zaenab?"tanya Ms.Yanti kepada Zaenab.
"It's OK miss."jawab Zaenab sambil tersenyum.
Ms. Yanti meninggalkan Zaenab dan Andi di kantin. Tatapan mata teman-teman Zaenab mengarah terus ke arah meja mereka berdua.
"Ok. Ini."Andi memberikan selembar kertas berisi materi lomba kepada Zaenab.
"Makasih. Aku ke kelas dulu ya..."Zaenab beranjak dari kursinya.
"Eh...kau mau kemana? Makan dulu mie ayam mu. Aku sudah pesankan tadi."ucap Andi sambil menarik tangan Zaenab.
"Eh...tidak usah. Aku bawa bekal."Zaenab menghempaskan genggaman tangan Andi.
"Makan dulu saja, sambil kita ngobrol untuk lomba."ucap Andi yang menyodorkan mangkuk mie ayam yang sudah datang dari tadi.
"Aku makan di meja teman-teman ku saja."ucap Zaenab
"Kita hanya makan dan ngobrol. Jangan takut, aku tidak akan jahat pada mu. Lagi pula aku sudah berjanji sama abang mu."ucap Andi meyakinkan Zaenab.
Karena melihat Andi yang bukan tipe anak nakal, akhirnya Zaenab menerima ajakan makan satu meja dengan dia.
Saat makan bersama, mereka saling mengobrol tentang lomba dan terkadang mereka sambil tertawa. Andi merasa nyaman dengan sosok Zaenab yang ramah dan lucu.
"Eh...sudah bel. Ini uang untuk mie ayam dan es tehnya."Zaenab mengeluarkan uang 20 ribu dari saku rok nya.
"Tidak usah. Sudah aku bayar. Simpan saja uang mu untuk mentraktir aku besok."ucap Andi
__ADS_1
"Oh ok...terima kasih."ucap Zaenab
Mereka berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kelasnya.
"Teman-temanmu sudah ke kelas duluan. Mau ku antar ke kelas mu?"tanya Andi sambil tersenyum ramah.
"Tidak perlu. Aku bukan anak TK yang harus diantar ke kelas oleh abangnya!"ucap Zaenab ketus
"Hahahaha...baiklah. Oh ya nanti pulang sekolah kita belajar dimana?"
"Hmmm...aku tidak tau."
"Kalau di sekolah tidak mungkin. Bagaimana kalau di rumah ku saja?"
"Hah?!"Zaenab membelalakkan matanya tanda terkejut.
"Di rumahku ada mama dan adik ku. Kamu mau ke rumah ku?"
"Mama mu tidak keberatan?"
"Tidak. Dia pasti senang kalau kamu datang ke rumah. Nanti aku akan WA Ms. Yanti juga agar dia datang ke rumah ku."
Zaenab heran dengan jawaban yang dilontarkan oleh Andi.
"Aku WA dulu orang tua ku, boleh atau tidak pergi ke rumah mu."
"Silahkan. Aku ke kelas duluan. Jangan lupa kabari aku."Andi pergi meninggalkan Zaenab dengan wajah ceria. Di kelas di tersenyum tanpa henti.
Saat di kelas, sahabat dekat Zaenab langsung menghampiri Zaenab yang duduk di kursinya. Karena guru belum masuk kelas, mereka menginterogasi Zaenab terlebih dahulu.
"Kamu sama Andi pacaran ya?"tanya Eka
"Gak lah! Hanya teman lomba aja." jawab Zaenab ketus.
"Kok kalian seperti deket banget sampe tadi kamu mau pergi di cegah sama tarikan tangan dia!"tanya Eka cemberut.
"Dia sudah pesankan aku mie ayam, dia bilang sayang kalau gak di makan. Yasudah aku makan saja."jawab Zaenab dengan entengnya.
"Kamu suka sama Andi?"tanya Rini penasaran.
"Dengar ya! Aku hanya teman lomba dia saja. Mana mungkin aku pacaran sama dia? Bisa di gorok babe nanti!"ucap Zaenab ketus.
"Ok, kita percaya. Soalnya aku suka sama Andi dari awal dia masuk ke sekolah ini."ucap Eka tersipu malu
"Jadi karena si Eka suka Andi, kalian semua menatap aku sinis? Tenang saja, aku tidak akan menyerobot gebetan teman sendiri!"ucap Zaenab menenangkan sahabatnya.
Saat itu juga Zaenab WA babe nya memberitahukan bahwa dia akan pergi belajar di rumah temannya. Babe menyetujuinya dan meminta Zaenab untuk menshare lokasi rumah temannya itu. Karena babe akan menjemput dia pulang dari toko.
__ADS_1