Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Jones (Jomblo Ngenes)


__ADS_3

"Nab nab! Tunggu kita donk...!"teriak Yuni sembari berlari bersama keempat sahabatnya.


"huft! Tega benar lu ninggalin kita-kita!"ucap Eka dengan nafas yang terengah-engah sembari mengelap keringat di dahi.


"Gue ilfill sama si guru pedofil. Gue takut dia maksa pulang bareng sama gue. Makanya gue langsung kabur dari kelas."ucap Zaenab dengan wajah ketakutan.


Tiba-tiba ada suara dari belakang Zaenab yang mendengar obrolan Zaenab dengan teman-temannya.


"Guru pedofil? Siapa itu?"tanya Andi, siswa STM yang sedang menguping.


Andi sedang duduk di jok motornya bersama teman sekelasnya, Surya.


"Eh...gak! Bukan apa-apa!"jawab Zaenab gelagapan.


"Yuk kita pulang!"ajak Zaenab kepada teman-temannya dan berjalan bersama-sama.


Mereka berjalan keluar gerbang sekolah tanpa menghiraukan ucapan Andi tadi.


"Sur...lu denger gak apa yang di omongin si anak SMK itu?"tanya Andi


"Dia namanya Zaenab, anak kelas 12 AP ."jawab Surya


"Kok lu tau?"


"Ya tau lah...kan gebetan gue Rini, temannya si Zaenab! hehehe"ucap Surya sembari tersenyum lebar.


"Dasar lue gonta-ganti pacar melulu!"ucap Andi sembari memukul pundak Surya keras.


"Daripada lu...jones! Jomblo Ngenes! hahaha"ledek Surya tertawa kencang.


"Kuya lu! Tapi cantik juga si Zaenab." Andi melamun sejenak melihat Zaenab jalan bersama teman-temannya.


"Dia emang cantik bro...banyak yang naksir dia tapi pada takut..."


"Takut kenapa?"Andi penasaran

__ADS_1


"Takut sama babe nye. Babe nye galak dan dia juga salah satu dewan yayasan sekolah kita. Udah gitu si Zaenab ranking pertama terus dari kelas 10 sampai sekarang bro...!"ucap Surya


"Kalau sama lu cocok deh...tapi apa si Zaenab mau sama lu yang bulukan...hahaha"tambah Surya


"Sialan! Muka lu sama muka gue masih gantengan gue lah...!"ucap Andi membela diri sembari mengeplak kepala Surya.


"Ampun bang...ampun!"Surya meringis kesakitan.


"Ayo jalan, temen-teman sudah nunggu kita di lapangan futsal!"ajak Surya sembari mengusap-usap kepalanya.


"Ok...kita jalan sekarang!"Andi langsung mengemudikan motornya dengan kecepatan penuh.


Kali ini Zaenab memilih rute pulang ke rumah yang berbeda karena dia takut Pak Supari akan mengikuti dari belakang.


"Guys...kita lewat jalan alternatif lain ya? Gw takut si guru pedofil ngikutin!"ucap Zaenab cemas.


"Ok,Nab!"jawab keempat sahabatnya bersama-sama.


Sambil berjalan bersama-sama mereka selalu melirik ke kanan dan ke kiri, takut Pak Supari mengikuti dari belakang.


Ketika keluar dari gang kecil yang menuju arah rumah Zaenab, mereka berlima lega dan wajah cemas berubah menjadi sumringah.


"Alhamdulillah...akhirnya bisa keluar dari gang yang becek dan pohon bambu yang super duper angker. Suuweeerrr deh gue paling gak suka sama pohon bambu!"ucap Ratna.


"Yaelah, si cinta laura KW ini takut banget sama becek dan pohon bambu!"ucap Rini


"Gue takut sama pohon bambu, takut ketemu kunti!Iiihhh...serem!"Ratna langsung merinding.


"Ini masih siang, Na!"jawab Yuni kesal


"Nah...trs kalau jalanan becek emang kenapa? Semalam kan hujan jadi wajarlah kalau becek!"ucap Rini jutek


"Rok dan sepatu gue ini baru beli kemarin di M*t*h*r*. Tuh kan jadi kotor. Gara-gara si Zaenab cari jalan alternatif yang deket empang!"jawab Ratna ketus sembari menatap sinis Zaenab.


"Maaf ya guys...gara-gara aku mau menghindari Pak Supari rok dan sepatu kalian jadi kotor semua. Maaf ya..."ucap Zaenab melas dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Udah Nab...gak usah dipikirin ucapan si Ratna. Mulutnya dia kan pedes soalnya kebanyakan makan cabe seeetann!"ucap Yuni kesal


"Rok dan sepatu kotor kan masih bisa di cuci! Please deh Na...!"tambah Eka ketus.


"Iya iya...maaf ya Nab."Ratna memeluk Zaenab erat.


"Kalian mau mampir dulu gak ke rumah gue? Barangkali emak masak enak hari ini."ajak Zaenab.


"Gak usah deh Nab... Kita mau naik angkot aja dari sini."ucap Rini melirik kesana kemari mencari angkot.


"Yasuda...gue tungguin sampai dapat angkot!"Zaenab menemani sahabatnya menunggu angkot di depan lapangan futsal.


Sepuluh menit kemudian datanglah angkot berwarna hijau yang rute perjalanannya sesuai dengan arah rumah Rini,Yuni, Eka dan Ratna.


"Bang, ini duit buat bayar angkot keempat teman saya. Jadi mereka nanti tinggal turun aja!"Zaenab menyodorkan uang 20 ribu ke sopir angkot.


"Kembaliannya neng?"Sopir angkot tersebut menyodorkan uang kembalian ke Zaenab.


"Buat abang aja!"


"Waahh...makasih neng! Temennya nanti abang anterin sampai depan gerbang rumahnya masing-masing!"sopir angkot tersebut senang sekali.


"Makasih ya,Nab!"ucap Eka


"Sama-sama. Hati-hati dijalan ya guys!"Zaenab melambaikan tangan kepada teman-temannya.


"Zaenab terlalu baik sama abang angkotnya! Tau begitu uang kembaliannya buat aku aja! Lumayan bisa beli teh botol dingin yang iklannya ada uletnya."ucap Ratna sebal.


"Hush! Harusnya kamu bersyukur kita gak keluar uang buat bayar angkot. Lumayan gue bisa nabung buat beli skin care negara Siwon."ucap Eka senyum senang.


"Tau nih si Ratna, kalau Zaenab kasih kelebihan uang buat abang angkotnya biarin aja sih! Itu namanya sedekah."ucap Rini.


"Iya iya...kalah deh gue diserang dua orang sekaligus!"ucap Ratna dengan memasang wajah cemberut.


"Ini bukan kalah atau menang tau! Kita sebagai teman harus saling mengingatkan kebaikan dan menjauhi keburukan."ucap Yuni.

__ADS_1


"Huft...Mulai deh gue di ceramahin sama Mamah Yuni!"ucap Ratna kesal.


"Sudah sudah berhenti ceramahin si Ratna, tuh lihat wajahnya udah kayak buku lusuh."ucap Eka.


__ADS_2