
Pagi hari di kaki Gunung Pangrango...
Suara azan subuh berkumandang. Zaki yang tidak melanjutkan tidur setelah tahajud akhirnya memutuskan untuk mandi dan solat subuh berjamaah di sebuah musolah kecil bersama para warga dan para pendaki yang lain.
Tahun ini tidak begitu banyak yang mendaki ke Gunung Pangrango, karena pandemi korona yang semakin merajalela. Akibat pandemi warung-warung warga yang biasanya ramai di kunjungi para pendaki terlihat sepi. Hanya empat atau lima orang pendaki yang menginap di warung-warung tersebut. Seperti warung yang di singgahi Zaki dan teman-temannya. Hanya di huni oleh lima orang pendaki termasuk Zaki dan kedua temannya. Dua orang lagi pendaki merupakan pasangan suami istri yang baru saja menikah dan mereka ingin bulan madu dengan mendaki.
Pagi ini Zaki, Bambang dan Ucok sedang menikmati kopi hangat dan sepiring nasi uduk dan gorengan yang masih panas buatan ibu warung. Saat mereka asik mengobrol bersama, pasangan suami istri yang menginap di warung tersebut menyapa mereka bertiga.
"Selamat pagi semua..."sapa pria gundul yang sedang menggandeng seorang wanita.
"Selamat pagi pak..."jawab Ucok dan Bambang. Zaki hanya tersenyum sembari menyeruput kopi panasnya.
"Jangan panggil saya bapak donk...panggil bang aja. Emang kelihatan tua banget apa saya? Usia kita gak jauh beda kok..."ucap pria gundul tersebut.
"Iya bang"jawab Ucok.
"Kenalkan...gue Toni dan ini bini gue Ira. Kita baru aja nikah dua hari yang lalu dan sekarang kita lagi menikmati honeymoon."ucap Toni sambil memperkenalkan istrinya yang berada di sampingnya.
"Saya Zaki. Ini Bambang dan yang sedang merokok itu Ucok."ucap Zaki memperkenalkan diri dan kedua temannya.
"Waahh...selamat ya bang atas pernikahannya. Semoga langgeng dan doa yang terbaik untuk keluarga baru abang Toni."ucap Bambang.
"Alhamdulillah...terima kasih doanya ya dek... Kalian pasti mahasiswa dari Jakarta ya?"tanya Toni.
"Iya bang. Kok abang tau?"tanya Bambang balik.
"Kelihatan dari wajah kalian. Pasti habis lulus kuliah ya?"
"Iya bang."jawab Ucok singkat.
"Wah...selamat ya sudah jadi sarjana. Semoga segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginan."
"Aamiin...terima kasih doanya,Bang Toni."ucap Zaki.
"Sama-sama. Dulu aku juga seperti kalian. Pergi mendaki dan berkemah selalu bertiga dengan teman kuliah. Tapi karena dua teman ku sudah menikah lebih dulu jadi sudah jarang berkunjung ke gunung. Baru saat ini aku punya kesempatan mendaki gunung dengan istri ku yang halal."ucap Toni sembari mengecup pipi istrinya.
"Iiihh...abang genit! Malu atuh di lihat orang-orang."ucap Ira,istrinya Toni.
"Gak apa-apa biar mereka segera dapat pacar, kasihan kan kalau jomblo akut kayak aku dulu."ucap Toni yang masih memeluk erat istrinya.
"Aduh...aku jadi kepengen nikah!"ucap Ucok.
__ADS_1
"Kerja dulu baru nikah! Mana ada perempuan yang mau di ajak hidup susah sama kau, Cok!"ucap Bambang.
"Iya juga sih...kasihan anak orang. Lagi pula aku tak punya pekerjaan buat bayar uang sinamot."ucap Ucok melas.
"Uang sinamot apa itu,Cok?"tanya Zaki.
"Uang sinamot itu uang yang harus diberikan oleh calon pengantin pria kepada calon pengantin perempuan untuk melaksanakan pernikahan. Uang sinamot itu sebagai tanda membeli atau mengambil anak perempuan sebagai pendamping hidup."jelas Ucok
"Seperti mahar begitu?"tanya Zaki
"Iya tapi di adat batak kalau ingin menikah, pihak laki-laki yang harus bertanggung jawab penuh baik itu untuk mahar maupun pesta pernikahan. Biasanya uang sinamot itu nominalnya tergantung strata sosial calon pengantin perempuan. Kalau calon istri ku sarjana, uang sinamotnya diatas puluhan juta dan apabila calon istri ku nanti lulusan pascasarjana, uang sinamotnya bisa diatas itu. Maka dari itu semakin susah nasib ku mendapatkan bidadari batak yang mau menerima ku apa adanya."ucap Ucok memasang wajah sedih.
"Semangat Cok!!"ucap Bambang dan Zaki.
"Jangan patah semangat ya...Rezeki itu Tuhan yang mengatur. Jangan khawatir, selama kita berusaha dan bekerja keras pasti ada jalan menuju kesuksesan."ucap Ira, istri Toni.
"Iya mba Ira...terima kasih hehehe..."ucap Ucok sembari tersenyum.
"Mari sarapan sama-sama. Kalian boleh ambil makanan atau minuman apa aja. Hari ini aku yang traktir! Sebagai awal perkenalan kita."ucap Toni kepada Zaki, Ucok dan Bambang.
"Waahhh...serius mas?"tanya Bambang. Terlihat sekali wajah Bambang, Zaki dan Ucok senang sekali mendapat traktiran di pagi hari.
"Aamiin"sahut Bambang dan Ucok.
"Terima kasih doanya ya.."ucap Ira.
Mereka berlima sarapan nasi uduk bersama dan sambil mengobrol ringan. Terkadang Bambang dan Ucok menceritakan kisah lucu dan jenaka sehingga membuat semua orang tertawa kencang.
Suasana di warung semakin ramai ketika ibu pemilik warung menghidupkan radio nya yang berisi lagu-lagu romantis tahun 2000-an. Mereka berlima bernyayi bersama dan tak menghiraukan suara sumbang yang mereka miliki.
Penyiar radio tersebut membuka sesi curhat via email kepada para pendengar radio. Dia membacakan email tersebut tanpa menyebutkan nama si pengirim.
"Ok...listener. Pagi ini gue akan membacakan sebuah email yang berisi tentang curhatan salah satu listener setia kita. Emailnya dari Miss T."ucap si penyiar radio.
"Miss T ini bilang kalau dia baru aja putus sama cowok yang paling baik yang pernah dia temui. Dia sangat menyesal karena sudah selingkuh di belakang cowok nya. Dia mohon banget agar di maafkan dan bisa menjalin hubungan lagi walaupun kesempatannya hanya 20 persen. Dalam pesannya cewek ini bilang 'Dear Zaki...please forgive me and come back to me. I won't let you go away, eventhough we have different religion but we have love to fight for'. P.S. Love Ms.T."Si penyiar membacakan email dari pendengar tersebut.
Kelima orang tersebut mendengar penyiar radio tersebut berbicara. Bambang dan Ucok menatap tajam wajah Zaki. Ekspresi wajah Zaki yang tadi ceria langsung berubah murung.
"Wow...hubungan mba T ini complicated banget ya...masalah si mba T selingkuhin cowonya terus adanya perbedaan agama diantara mereka berdua. Gue sebagai penyiar gak mau menghakimi si mba T ini, bagaimana pun manusia itu tidak ada yang sempurna, yang sempurna itu hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Semoga mba T ini bisa mendapatkan solusi terbaik untuk hubungannya ya listener. Ok...listener bagaimana kalau kita dengarkan lagu yang liriknya sangat mendalam yang pas bangey buat masalah pelik yang dihadapi mba T ini. Gue akan putarkan lagu dari Marcell judulnya Peri Cintaku. Let's listen ya bro...sis!"ucap Penyiar tersebut.
"Peri Cintaku"🎵🎵🎵
__ADS_1
*
Di dalam hati ini hanya satu nama
Yang ada di tulus hati kuingini
Kesetiaan yang indah
Takkan tertandingi hanyalah dirimu satu
Peri cintaku
Benteng begitu tinggi
Sulit untuk ku gapai
Hoooo...
**
Aku untuk kamu
Kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin
Iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi
Meski cinta takkan bisa pergi
***
Bukankah cinta anugerah
Berikan aku kesempatan
Tuk menjaganya sepenuh jiwa
__ADS_1