
Bel pulang sekolah berbunyi...
"Guys...gue pulang gak bareng kalian ya. Mau belajar buat lomba sama Ms.Yanti."ucap Zaenab
"Sama Andi juga?"tanya Eka dengan menatap tajam Zaenab.
"Iya dan Ms.Yanti juga."
"Gue temanin ya...mau lihat idola gue yang guanteng...hehehe"ucap Eka sembari tersenyum malu-malu.
"Eh ka...bukannya lu di suruh ibu lu jaga toko laundry habis pulang sekolah?"tanya Ratna mengingatkan Eka.
"Oh iya ya..."jawab Eka dengan muka melas.
"Yaudah nanti aku salamin aja ke Andi."
"Bener ya? Ok...sekalian minta no tlp dia ya,Nab!"ucap Eka dengan semangat.
"Iya iya...nanti aku mintain."
"Makasih. Kamu memang teman aku yang pengertian banget!"ucap Eka sambil memeluk Zaenab.
Zaenab dan sahabatnya berpisah di gerbang sekolah. Andi yang melihat Zaenab berdiri di gerbang sekolah langsung menghampiri dengan motornya.
"So...can you come to my home now?"tanya Andi
"Yes...my dad has allowed me."jawab Zaenab.
"Ayo naik!"ajak Andi meminta Zaenab naik ke motornya.
"Aku duduk miring ya soalnya pake rok panjang. Aku gak apa-apa kan kalau pegangan ke jok belakang motor aja."
"No problem."jawab Andi singkat.
Andi langsung menggas motor menuju rumahnya. Di belakang mereka ada seseorang yang mengendarai motor menatap tajam dan sinis ke arah motor Andi. Motor tersebut mengikuti mereka berdua dari belakang tapi motor itu kehilangan jejak mereka akibat lampu merah.
Zaenab dan Andi saling mengobrol sehingga tak terasa perjalanan ke rumah Andi menjadi cepat dan menyenangkan.
Setelah 15 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah Andi. Rumahnya bergaya minimalis berwarna cat abu-abu, memiliki 2 lantai, ada taman kecil di depan rumah dan ada garasi yang hanya muat untuk satu mobil. Andi memarkirkan motornya di garasi tersebut.
"Ayo masuk!"ucap Andi melangkah ke teras rumah.
"Baik."jawab Zaenab singkat.
"Assalammualaikum ma..."ucap Andi sembari membuka pintu depan rumahnya dan Zaenab mengikuti Andi dari belakang.
__ADS_1
Keluarlah wanita cantik, muda dan berjilbab.
"Waalaikumsalam...sudah pulang,nak?"ucap Mama Andi sambil melirik ke arah seseorang yang mengikuti Andi dari belakang.
"Siapa dia? Temanmu?"tanya Mama Andi.
"Dia teman satu sekolah Andi, anak SMK ma."ucap Andi
"Ooh...Yang ikut lomba debat bareng kamu ya?"
"Iya. Kok mama tau?"
"Tante mu kan bilang sama mama kemarin. Namanya siapa, nak?"tanya Mama Andi kepada Zaenab.
"Assalammualaikum,bu. Saya Zaenab, teman satu sekolah Andi. Maaf mengganggu waktunya."ucap Zaenab sembari mencium pergelangan tangan Mama Andi.
"Tidak mengganggu kok...Ibu senang ada teman Andi yang mau main dan belajar di rumah. Soalnya Andi jarang main diluar kecuali olahraga sepeda saat weekend."ucap Mama Andi sambil tersenyum memandang Zaenab. Zaenab hanya menunduk dan sekali-kali melihat wajah Mama Andi.
"Kamu duduk disini dulu ya... Aku mau ganti baju dulu dan solat zuhur."ucap Andi sambil menunjuk sofa yang ada di ruang tengah.
"Zaenab mau minum dingin atau panas?"tanya Mama Andi.
"Terserah ibu saja...terima kasih."ucap Zaenab sambil tersenyum.
Andi pergi ke kamarnya yang berada di lantai 2 sedangkan Mama Andi pergi ke dapur menyiapkan minuman untuk Zaenab. Zaenab duduk di sofa dan matanya melihat-lihat sekeliling rumah Andi. Lalu, muncullah seorang gadis kecil yang masih memakai seragam SD dari tangga dan menghampiri Zaenab.
"Saya Zaenab, temannya Andi."
"Ooh...teman kak Andi. Teman atau pacalnya?tanya gadis kecil itu dengan suara cadelnya.
Saat Zaenab mau menjawab, tiba-tiba Andi turun dari tangga.
"Teman kakak. Jangan diganggu!"teriak Andi yang terlihat segar sesudah mengganti pakaian.
"Iiihh kakak...aku kan cuma mau tau aja!Pelit banget sih!"ucap adik Andi.
"Anak kecil jaman now terlalu kepo! Ngomong dulu yang benar!"ucap Andi kesal.
"Huuuaaahhh... Mama... kak Andi jahat!"teriak adik Andi yang menangis menuju dapur.
Zaenab yang merasa tidak enak ingin mengejar adik Andi tapi di tahan oleh Andi.
"Kamu mau belajar dimana?"tanya Andi.
"Di ruang tamu saja. Gak enak ganggu mama dan adik mu istirahat."
__ADS_1
"Ok."
Mereka menuju ruang tamu dan mulai mempelajari materi untuk lomba. Ketika mereka serius membuat materi, tiba-tiba datanglah seseorang wanita yang memarkirkan motornya di garasi Andi.
"Assalammualaikum."
"Waalaikumsalam."jawab Zaenab dan Andi.
Zaenab kaget ketika melihat Ms. Yanti datang ke rumah Andi.
"Eh...kalian sudah mulai belajar?"
"Iya,Miss. Miss kok tau alamat rumah Andi?"tanya Zaenab polos. Andi dan Ms. Yanti yang mendengar ucapan Zaenab hanya tersenyum.
"Ya tentu tau donk!"ucap Ms. Yanti.
"Saya permisi dulu ya...mau ke kamar dulu. Nanti saya akan dampingi kalian belajar."ucap Ms.Yanti
Zaenab yang mendengar ucapan Ms.Yanti kaget dan terlihat bingung.
"Dia itu tante ku. Adiknya mama ku."ucap Andi menjawab kebingungan yang dirasakan Zaenab.
"Dia? Maksudmu Ms. Yanti?"tanya Zaenab yang masih bingung dan heran.
"Iya."jawab Andi singkat.
Zaenab langsung terdiam dan merasa bahwa kebingungannya sudah di jawab Andi.
20 menit kemudian Ms. Yanti menghampiri Andi dan Zaenab yang sedang belajar di ruang tamu. Mereka belajar dengan tekun dan berdiskusi membahas materi untuk lomba secara intens.
Jam di tangan Zaenab menunjukkan jam 5 sore. Zaenab yang sudah memberitahukan lokasi rumah Andi kepada babe dan babe pun bilang kalau dia akan menjemput Zaenab jam 5 tepat. Suara hp Zaenab berbunyi, babe menelpon jika dia sudah sampai di depan rumah Andi. Benar saja, ada mobil sedan merah maroon berhenti di depan rumah Andi.
"Sorry Miss...I have to go home right now. My dad has picked me up. That's my dad's car."Zaenab menunjuk mobil sedan yang berhenti di depan rumah Andi.
"Oh ok. It's enough for today. You can learn it at your home."ucap Ms.Yanti
"Ok Miss."
"Andi...aku mau pamit sama mama mu."ucap Zaenab
"Jam segini mama sedang temani adik ku main sepeda di taman. Nanti aku sampaikan ke mama saja."ucap Andi
"Baiklah. Terima kasih ya Andi dan Miss. Assalammualaikum."ucap Zaenab langsung ke luar rumah Andi menuju mobil babe.
Miss Yanti dan Andi menjawab salam Zaenab bersama-sama dan melambaikan tangan ke arah Zaenab.
__ADS_1
"You know Di... I like her so much. You must get her to be your girlfriend."ucap Ms.Yanti sambil memandang Andi.
"Don't be rush, aunty! One day she will be mine."jawab Andi sambil tersenyum manis.