
"Kenapa kamu bilang sudah terlambat? Apa kamu sudah memiliki kekasih baru yang lebih cantik dari aku?"tanya Tania penasaran.
Zaki tidak menjawab pertanyaan Tania. Dia hanya termenung menatap langit.
Tiba-tiba Bambang dan Ucok datang dan mendengar Tania dan Zaki berbicara serius.
"Zaki bukan laki-laki seperti itu! Aku dan Bambang sudah kenal lama dia. Dia tidak akan mudah berpindah ke lain hati seperti kau!"Ucok nyeletuk.
"Jangan ikut campur,Cok! Kamu pasti akan membela dia karena dia teman baik mu!"ucap Tania emosi. Ucok ingin membalas ucapan Tania tapi Bambang menahan dan memberikan isyarat untuk diam.
"Lebih baik kalian semua tidak usah ikut campur urusan aku dengan dia!"ucap Tania ketus.
Bambang, Ucok dan Siska yang mendengar ucapan Tania sangat kesal dan sebal. Zaki yang melihat wajah ketiga sahabatnya itu langsung berbicara kepada Tania.
"Tania! Jangan kamu berbicara seperti itu kepada sahabat kita sendiri. Yang di ucapkan Ucok memang benar, aku, Bambang dan Ucok sudah saling mengenal dari sejak awal masuk SMA, jadi mereka lebih memahami aku dibandingkan kamu."ucap Zaki. Tania yang mendengar ucapan Zaki hanya diam dan membuang mukanya ke arah lain.
"Seperti yang ku katakan tadi bahwa aku sudah memaafkan segala perbuatan yang kamu lakukan di belakang ku. Maaf sekali Tania, aku tidak bisa menjalin hubungan dengan mu lagi. Dari awal kita memang sudah berbeda. Kamu dari kalangan terpandang, sedangkan aku tidak. Kamu di kagumi dan di idolakan banyak pria di luar sana sedangkan aku hanya pria biasa. Tuhan memang satu tapi agama kita yang berbeda. Saat awal aku mengenal mu, aku kira bisa menutup mata dengan semua hal-hal tersebut tapi kenyataannya kita memang sudah berbeda jalan. Mengakhiri kisah cinta kita merupakan keputusan yang tepat yang harus aku ambil. Walaupun di lubuk hati ku, aku masih mencintai mu tapi itu tak bisa mengobati luka yang sudah kamu lubangi di hatiku."
"Hiks hiks hiks...Zaki...aku mohon kembali lah kepada ku. Aku berjanji akan menjadi Tania yang kamu inginkan. Aku berjanji akan berpakaian , berbicara dan berperilaku yang sopan di hadapan semua orang. Aku berjanji akan pindah agama yang kamu yakini asalkan kamu bisa kembali lagi kepada ku."ucap Tania sambil berlutut menghadap Zaki.
Zaki, Bambang, Ucok dan Siska yang mendengar rayuan-rayuan Tania kepada Zaki hanya menggeleng-gelengkan kepala seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja Tania ucapkan.
"Tania..."sahut Zaki lembut.
"Zaki...apa pun yang kamu mau dan kamu minta aku akan lakukan. Aku tidak ingin kehilangan kamu. Aku benar-benar tidak rela jika kamu bersama perempuan lain...hiks hiks hiks..."
"Tania...dengarkan aku baik-baik." Zaki membantu Tania duduk di kursi kembali dan mengusap air mata yang jatuh di pipinya.
"Aku tidak ingin kamu berubah karena aku. Aku juga tidak ingin kamu berpindah agama hanya karena aku. Bagi ku agama ku dan bagi mu agama mu. Semua agama mengajarkan yang baik. Semua agama menginginkan agar umatnya bisa taat dan patuh terhadap perintah Tuhan Yang Maha Esa. Janganlah kamu menggadaikan agama demi cinta semu yang akan hilang di makan waktu."
"Tapi Zaki....hiks hiks hiks..."Tania ingin melanjutkan kata-katanya tapi dia sudah tidak sanggup.
__ADS_1
"Berubahlah menjadi pribadi yang lebih baik. Jika memang Tuhan mempertemukan kita suatu saat nanti berarti kita berjodoh tapi kalau Tuhan lebih dulu mempertemukan kamu atau aku dengan orang lain berarti kita tak berjodoh. Serahkan semuanya kepada Tuhan mu, begitu juga aku. Aku serahkan hidup dan mati ku kepada Allah swt."ucap Zaki sembari tersenyum.
"Lebih baik kamu istirahat dulu di rumah dan renungkan apa yang aku ucapkan tadi."sambung Zaki.
"Zaki..."Tania berdiri dari kursinya.
"Zaki...maafkan atas segala kesalahan ku pada mu. Terima kasih kamu sudah mengisi relung hati ku yang kosong dan sepi. Terima kasih telah menolong ku saat aku kecelakaan kemarin. Hiks hiks hiks..."ucap Tania yang masih menangis tersedu-sedu.
"Apa yang kamu ucapkan ada benarnya juga. Aku akan menenangkan hati dan pikiran ku. Aku sadar kesalahan ku sangat fatal, aku akan berusaha memperbaiki diri ku agar menjadi manusia yang lebih baik lagi."sambung Tania.
"Aku pamit pulang ya, Ki... Salam untuk orang tua mu."Tania mengambil tas nya yang ada di meja.
"Bambang dan Ucok...maaf atas ucapan kasar ku tadi kepada mu. Aku titip Zaki kepada kalian. Aku mohon jaga Zaki sampai aku bisa memantaskan diri ku untuk bersanding bersama dia suatu hari nanti."ucap Tania sembari melirik ke arah Zaki.
"Ayo Siska...kita pulang!"ajak Tania.
"Baik."jawab Siska singkat.
"Aku pulang dulu teman-teman. Terima kasih atas jamuannya."ucap Siska menatap wajah Zaki yang sendu.
Zaenab yang baru pulang dari sekolah bersama sahabatnya heran dengan sikap ketiga laki-laki tersebut yang saling berpelukan seperti teletubbies (salah satu film anak-anak). Ketiga laki-laki itu sedang melamun sambil menatap ke arah yang sama yaitu langit yang cerah berwarna biru terang.
"Bang! Bang!"teriak Zaenab.
Ketiga laki-laki itu pun terkejut dan tersadar dari lamunannya.
"Eh Nab...udeh pulang? Kalian semua masuk aja dulu ke dalam."ucap Zaki yang melirik ke arah Zaenab dan keempat temannya.
Temannya Zaenab tertawa cekikikan melihat Bang Zaki dipeluk oleh dua orang laki-laki di kedua sisi. Zaki sendiri masih tidak menyadari perilaku kedua temannya itu.
"Abang romantis banget dipeluk dua orang dari dua sisi. Rasanya bagaimana,Bang? Anget ya?"ledek Zaenab sembari tertawa cekikikan.
__ADS_1
"Apaan sih maksud elu?"tanya Zaki sewot.
"Tuh abang lihat lengan kanan dan kiri abang!"
Zaki melihat sebelah kanan, Bambang memeluk lengannya dengan mesra dan senyum-senyum manja, sedangkan sebelah kiri, Ucok memeluk lengan Zaki sambil mengelus-elus lengan Zaki.
"Eh buset! Gue masih demen cewek bukan h**o kayak elu berdua! Lepasin lengan gue!"ucap Zaki kesal.
Bambang dan Ucok melepaskan kedua lengan Zaki. Mereka berdua hanya tertawa melihat wajah Zaki yang terlihat kesal dengan apa yang baru saja terjadi.
"Hahaha...salah kau sendiri terlalu lama melamun melihat kepergian Tania, seperti anak ayam kehilangan induknya!"ucap Ucok.
"Hahaha...betul Cok! Kita takut kamu kesambet jadi kita peluk deh kedua lengan kamu...hehehe"ucap Bambang.
"Alasan aje kalian! Gue kan malu di ketawain teman-temannya Zaenab!"sahut Zaki sewot.
"Kak Tania tadi datang,bang? Cuma sebentar?"tanya Zaenab
"Iya"jawab Zaki singkat.
"Mata abang kenapa bengkak? Habis nangis ya? Apa jangan-jangan abang habis di putusin kak Tania?"
Bambang dan Ucok yang tadinya ingin menjawab pertanyaan Zaenab langsung di bekap mulut mereka berdua oleh Zaki. Zaki pun memasang tatapan sinis ke kedua sahabatnya itu.
"Anak kecil gak boleh terlalu kepo! Masuk sana ajak teman-teman mu!"Zaki memasang menatap tajam wajah Zaenab.
"Please deh kak...biasa aja tatapannya! Ayo masuk teman-teman!"Zaenab dan keempat temannya masuk ke dalam rumah meninggalkan Zaki dan sahabatnya.
Setelah Zaenab dan kedua temannya masuk ke dalam, Zaki melepaskan kedua tangannya yang membekap mulut teman-temannya.
"Huuufffttt! K*****t elu,Ki! Bikin gue sama Bambang sesak nafas!"ucap Ucok yang nafasnya terengah-engah.
__ADS_1
"Iya...tega bener elu sama temen sendiri!"sahut Bambang.
Zaki tertawa melihat wajah kedua sahabatnya yang kesal karena ulahnya.