Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Pengintaian (part 1)


__ADS_3

Hari ini merupakan hari pertama Siska memata-matai Tania,sepupunya sendiri. Dia memulai pengintaian dari rumah Tania sampai ke kampusnya. Kebetulan hari ini ada satu mata kuliah yang sama dengan Tania jadi Siska berusaha duduk sedekat mungkin dengan Tania di dalam kelas. Tania duduk di kursi pojok depan dekat meja dosen bersama teman dekatnya Sherly.


Sedangkan Siska duduk di baris ke dua pojok tepat di belakang Tania.


Selama kuliah Siska melihat Tania tidak mencatat materi kuliah sama sekali hanya memainkan hp dan tersenyum genit kepada dosen yang sedang mengajar. Kebetulan ini merupakan mata kuliah prof.Tono, suami dari dosen Silvi. Siska melihat gerak-gerik Prof. Tono yang sedang menatap Tania yang duduk di depannya. Dosen tersebut tidak marah jika Tania tidak mencatat materi kuliah tetapi jika ada mahasiswa lain yang tidak mencatat materi kuliah darinya Prof.Tono marah sekali dan memberikan nilai D di transkrip nilai semester. Ketika memperhatikan penjelasan Prof. Tono, Siska mendengar sedikit percakapan Tania dan Sherly dan segera merekam pembicaraan mereka dengan hp nya.


"Tan...nanti lu pulang bareng gue atau pulang bareng itu tuh..."ucap Sherly menunjuk Prof.Tono dengan dagunya.


"Lu kayak gak tau jadwal gue aja! Mumpung Zaki gak ke kampus jadi gue bisa bebas pergi sama siapa aja donk...!"ucap Tania enteng


"Aaahhh gila lu! Si Zaki lu mau kemanain?"tanya Sherly


"Pacaran sama Zaki itu hanya status aja menutupi kenakalan gue."ucap Tania sambil tertawa.


"Gila lu ya! Kalau Zaki tau kelakuan lu dan apalagi lu anggap dia seperti itu bisa marah banget dia sama lu!"ucap Sherly


"Gue jamin Zaki gak bakalan putusin gue. Dia kan cinta mati sama gue. Gue yakin bisa miliki hati, fisik dan otaknya dia."ucap Tania enteng.


"Awas kena karma lu!"ucap Sherly.


"Hari gini masih percaya karma? Please deh Sher...hahaha..."Tania tertawa sembari menutup mulutnya dengan tangannya.


Mendengar pembicaraan Tania dan Sherly dari kursi belakang, Siska hanya menggelengkan kepalanya.


"Dasar wanita berbisa! Akan ku simpan bukti ini agar Zaki tau kelakuan busukmu!"gumam Siska dalam hati.


Siska memasukkan hpnya kedalam tas dan melanjutkan memperhatikan Prof. Tono yang sedang menerangkan materi kuliah hari ini.


Di sekolah Zaenab....


"Andi, tolong bawa buku-buku ini ke meja saya di ruang guru."perintah Pak Supari.


"Baik pak."jawab Andi singkat

__ADS_1


Andi membawa buku tugas teman-temannya dan mengikuti Pak Supari dari belakang yang akan menuju ruang guru. Suasana di ruang guru sangat sepi, karena semua guru sedang mengajar. Pak Supari duduk di kursi nya dan meminta Andi meletakkan buku tugas tersebut di mejanya. Saat Andi hendak membalikkan badannya, tiba-tiba Pak Supari menarik baju belakang sekolahnya.


"Ada hubungan apa kamu sama Zaenab?"ucap Pak Supari sambil menarik baju Andi.


Andi berusaha membalikkan badannya menghadap Pak Supari tapi tertahan karena bajunya di tarik oleh gurunya itu. Pak Supari yang melihat Andi ingin menghadapnya langsung melepaskan tarikan di baju Andi.


"Maaf pak...bapak tadi tanya apa?"tanya balik Andi.


"Kamu tuli ya?! Saya tanya kamu ada hubungan apa dengan Zaenab?"ucap Pak Supari dengan nada tinggi.


"Saya hanya berteman dengan dia karena dia partner lomba saya besok."ucap Andi singkat


"Kamu tertarik kan sama dia?"


"Siapa yang tidak tertarik dengan perempuan cantik, putih,ramah,pintar dan soleha seperti Zaenab."ucap Andi sambil tersenyum malu.


"Jadi kalian pacaran?"


"Saya rasa Zaenab bukan tipe cewek yang suka berpacaran seperti cewek lain di sekolah ini. Mungkin kalau saya sudah lulus kuliah dan kerja saya akan meminangnya secara resmi."


"Kenapa pak?"tanya Andi sambil mengernyitkan dahinya


"Karena saya yang akan lebih dulu meminang Zaenab. Asal kamu tau, saya sudah lama menyukai Zaenab dan saya sudah mapan dibanding kamu yang hanya bisa memberikan cinta monyet!"ucap Pak Supari sambil tersenyum sinis.


Andi terkejut mendengar ucapan Pak Supari tersebut. Jadi sekarang saingan dia adalah guru matematikanya sendiri.


"Lebih baik kamu jangan terlalu berharap karena saya yakin orang tua Zaenab lebih memilih saya di banding kamu bocah ingusan."


Andi tak menggubris ucapan gurunya itu. Dia yakin bahwa Zaenab dan keluarganya akan menolak mentah-mentah pinangan Pak Supari.


"Jodoh, mau dan rezeki sudah Allah swt yang mengatur. Kalau pun Zaenab bukan jodoh saya, saya akan mundur teratur. Bagaimana kalau kita bersaing sportif pak?"tanya Andi menatap Pak Supari dengan tatapan tajam.


"Hahahaha...kamu mau bersaing dengan saya? Punya apa kamu bocah ingusan?"ledek Pak Supari

__ADS_1


"Silahkan bapak mencoba melamar Zaenab setelah selesai lomba besok. Kalau Zaenab menolak lamaran bapak, tolong jangan ganggu Zaenab saya!"Andi memberikan penekanan dalam kata-kata terakhirnya 'Zaenab saya'.


"Huft...baiklah! Kita bersaing sportif, Ok?"Pak Supari menjulurkan tangan kanannya ke arah Andi. Andi pun menerima uluran tangan gurunya itu dan mereka berjabat tangan mengisyaratkan jika ada kata 'deal' dalam persaingan merebutkan hati Zaenab.


Saat Andi keluar ruang guru, dia melihat Bu Mulyati masuk ke ruangan tersebut. Andi tak sengaja menyenggol pundak Zaenab yang berjalan di belakang bu Mulyati dengan membawa buku tugas teman-temannya.


"Zaenab..."


"Eh Andi...lagi ngapain disini?"


"Sama kayak kamu antar buku teman-teman ke meja Pak Supari."


"Oh..."


"Nanti prepare lomba terakhir di rumah ku lagi ya?"


"Miss Yanti belum bilang ya sama kamu, aku gak bisa belajar hari ini. Babe lagi jaga toko di Bogor jadi harus bantu emak di toko. Kita belajar via chat aja gmn?"


"Aku ke toko mu saja ya, boleh kan?"


"Nanti aku kabari lagi...maaf permisi"


Zaenab meninggalkan Andi yang masih berdiri di ambang pintu ruang guru dan ia melihat Pak Supari memberikan tatapan tajam ke arahnya. Dia tidak peduli, masih berdiri menunggu Zaenab keluar dari ruang guru.


"Loh...kok kamu masih disini?"tanya Zaenab heran.


"Aku nunggu kamu. Ayo ke kelas bareng."


Zaenab diam di tempat dan matanya menatap Andi dengan penuh keheranan sembari bergumam dalam hati.


"Dia kok care banget sama aku? Ketimpuk jin pohon mangga kali ya?"ucap Zaenab dalam hati.


"Kamu kok bengong! Ayo mau ke kelas gak?"

__ADS_1


"Eh iya iya."


Akhirnya Zaenab pergi ke kelas dengan di kawal oleh Andi. Zaenab masih bertanya-tanya dalam hati kenapa sikap Andi berubah yang tadinya dingin menjadi hangat kepadanya. Melihat kepergian Zaenab bersama Andi, Pak Supari tambah meradang. Dia menahan emosinya dengan merobek salah satu buku tugas matematika milik muridnya.


__ADS_2