Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Jangan kepo!


__ADS_3

Bukan hanya kemenangan Zaenab dan Andi saja yang membuat wakil kepala sekolah tersenyum bahagia dan bangga. Ternyata dari lomba matematika sekolah Zaenab mendapatkan juara kedua dan hal tersebut membuat guru pendamping lomba matematika yaitu Pak Supari tersenyum bangga. Dia pun mengucapkan selamat kepada Andi dan Zaenab dengan menjabat tangan mereka berdua.


"Selamat ya buat kalian berdua. Saya bangga sama kamu,Nab."ucap Pak Supari yang hanya menatap wajah Zaenab.


"Terima kasih pak tapi Andi dan Ms. Yanti juga sangat berjasa dalam kemenangan kami hari ini."ucap Zaenab sambil melirik ke arah Andi dan Ms. Yanti.


"Oh iya benar juga. Selamat ya Ms.Yanti dan Andi."Pak Supari bersalaman dengan Andi dan Ms.Yanti.

__ADS_1


"Terima kasih pak. Bagaimana persaingan kita?"tanya Andi sinis


"Kita mulai dari sekarang,setuju?" tanya Pak Supari tersenyum sinis.


"Ok pak."jawab Andi singkat. Pak Supari pergi meninggalkan Andi dan Zaenab.


"Kamu mau mulai apa sama Pak Supari?"tanya Zaenab penasaran.

__ADS_1


Di sebuah klub malam di pusat kota...


Suasana pusat kota sudah sangat sepi hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan. Sebuah mobil sedan biru sedang memarkirkan kendaraannya di seberang sebuah club malam. Ruko-ruko di sekitar klub tersebut terlihat tutup dan gelap hanya klub malam itu saja yang terang dan ramai dengan alunan musik yang kencang. Siska masih duduk di kursi kemudi menunggu target intainya datang ke klub tersebut. Siska melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12 malam. Dia sangat yakin target intainya yang merupakan sepupunya sendiri ada di sana seperti yang dia bilang tadi di kampus. Benar saja! 5 menit kemudian Tania datang bersama Sherly dan dua orang laki-laki paruh baya. Mereka baru saja turun dari sebuah mobil sedan mewah keluaran Jerman. Siska dapat melihat mereka berempat memasuki klub tersebut dari kaca jendela mobil sedannya. Tanpa menunggu waktu lagi, Siska mengikuti langkah mereka dengan memasuki klub malam tersebut.


Siska berjalan menuju bar dan memesan minuman soda dan dia melihat Tania dan Sherly sedang duduk di sofa yang nyaman bersama dua laki-laki paruh baya tersebut. Siska sangat terkejut ternyata dua orang laki-laki paruh baya itu adalah dosen senior di kampusnya yaitu Prof. Tono dan Prof. Anton. Mereka tertawa dan minum minuman berakohol. Siska mengambil foto mereka berempat secara diam-diam. Mereka berempat sepertinya sangat menikmati alunan musik yang kencang dan sudah sangat mabuk akibat wine yang sudah mereka minum.


Tak berapa lama kemudian keempat orang mabuk itu keluar klub dengan sempoyongan dan yang paling parah adalah Tania dan Sherly, entah sudah berapa banyak gelas wine yang mereka minum. Dua dosen tersebut membopong dua wanita tersebut menuju mobil sedan mewahnya. Prof. Tono memasukkan Tania di kursi depan sedang dia duduk di balik kemudi. Lalu Sherly duduk di kursi belakang bersama Prof. Anton. Siska segera menuju mobilnya yang parkir di seberang klub malam itu. Dia mulai menyalakan mesin mobil dan menginjak gas mobilnya mengikuti mobil dosennya tersebut.

__ADS_1


Prof. Tono yang sedang mabuk membuat dia tidak stabil mengendarai mobilnya. Siska ikut melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar tidak kehilangan jejak mereka. Lima menit kemudian, mobil dosennya itu berhenti di sebuah hotel bintang lima. Tania dan Sherly benar-benar tidak sadarkan diri, kedua dosen tersebut menggendong mereka berdua masuk kedalam hotel. Siska masuk ke hotel tersebut dan mengikuti dua dosen tersebut. Siska melihat bahwa dosen tersebut memesan 2 kamar hotel yang saling bersebelahan. Siska tak bisa melihat apa yang dilakukan oleh kedua dosen tersebut di kamar itu karena kamarnya sudah di kunci. Siska hanya bisa mendengar suara Tania yang mengoceh tidak jelas dan terkadang tertawa lalu terdengar desahan kencang dari Tania. Siska tidak kuat mendengar desahan tersebut, dia tau apa yang telah mereka berempat lakukan di kamar tersebut. Siska langsung meninggalkan hotel dan menunggu Tania atau Sherly di mobilnya.


Lalu muncullah sebuah mobil polisi dan satu mobil SUV. Dalam mobil SUV tersebut keluarlah seorang wanita paruh baya dan 3 orang pria dewasa yang berbadan tegap. Siska melihat wanita paruh baya tersebut wajahnya sangat familiar. Ternyata wanita itu dosen kampusnya, Prof. Silvi, istri dari Prof. Tono. Apa yang akan mereka lakukan? Kenapa membawa polisi?


__ADS_2