Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Episode 28: Pengintaian (Part 2)


__ADS_3

Setelah menerima chat dari Siska bahwa dia ingin bertemu dengan Zaki di sebuah cafe sore ini, terlihat jelas raut wajah Zaki berubah menjadi cemas. Dia takut menerima kenyataan buruk tentang Tania dan dia takut apa yang di sampaikan oleh dosennya benar adanya. Zaki pun membalas chat dari Siska dengan menjawab OK.


Sore ini dia pergi ke cafe bertemu Siska bersama Bambang. Dia tidak ingin ada gosip yang tidak-tidak jika hanya bertemu berdua saja dengan Siska. Zaki dan Bambang sudah berada di parkiran motor, tiba-tiba terdengar suara chat di hp Zaki. Siska meminta Zaki untuk duduk di meja samping kanannya karena dia tidak ingin wajahnya terlihat oleh teman-teman kampusnya.


Seperti yang di instruksi kan Siska, Zaki duduk bersama Bambang di meja samping kanannya. Zaki duduk membelakangi kursi Siska. Beberapa menit kemudian datanglah seorang pelayan membawakan daftar menu kehadapan Zaki dan Bambang. Mereka memesan dua kopi panas dan dua roti bakar cokelat keju. Ketika pelayan tersebut pergi barulah Siska memulai percakapan dengan Zaki.


"Ini bukti pertama yang kamu minta."Siska menyodorkan sebuah flashdisk dari belakang ke arah pipi kanan Zaki.


"Ini apa?"tanya Zaki bingung sambil menatap wajah Bambang yang ikut bingung.


"Ini hasil pengintaianku hari ini dan sebagai bukti pertama. Kau bisa buka sendiri di laptopmu."ucap Siska kembali menyodorkan flashdisk tersebut.


"Ok. Terima kasih."Zaki menerima flashdisk tersebut dan langsung menyimpannya di saku jaketnya.

__ADS_1


"Tugas hari pertama ku selesai. Aku harus pergi, karena semakin malam semakin seru objek yang akan di intai."ucap Siska sambil tersenyum sinis.


"Tolong kau bayar minumanku. Aku lupa membawa uang cash."Siska berdiri dan meninggalkan Zaki dan Bambang.


"Ok."jawab Zaki singkat.


Zaki dan Bambang menoleh kepergian Siska dari kursi yang mereka duduki. Zaki menyentuh saku bajunya yang berisi flashdisk pemberian Siska. Bambang melihat wajah Zaki yang datar.


"Eh iya,Bang."Zaki dan Bambang menghabiskan kopi dan roti yang mereka pesan.


Zaki menghubungi emak kalau hari ini dia akan menginap di rumah Bambang. Dia tidak ingin terlihat terpuruk lagi di depan keluarganya. Zaki meminjam laptop Bambang dan mencoba membuka file yang ada di flashdisk tersebut. Flashdisk tersebut sangat baru karena hanya ada 1 file dalam bentuk format VLC. Zaki mencoba membuka file tersebut dan membesarkan volume suara file tersebut.


Dia mendengar suara Tania dan Sherly sedang berbicara sangat jelas. Alangkah kagetnya Zaki saat mendengar bahwa Tania menganggap hubungan mereka berdua hanyalah status semata demi menutupi kenakalan Tania selama ini. Bambang yang ikut mendengar rekaman suara tersebut sontak kaget dan menggelengkan kepalanya. Bambang memandang wajah Zaki yang pias dan matanya mulai berkaca-kaca ingin mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Yang sabar ya Ki..."Bambang mengelus bahu Zaki berkali-kali. Zaki hanya diam dan mulai menangis.


"Kamu sudah dengar sendiri, Tania itu bukan perempuan baik-baik. Dia tidak pantas mendapatkan cinta dan air matamu. Kamu harus kuat mas bro...di luar sana masih banyak perempuan yang pantas untuk menerima cinta dan kesetiaanmu."ucap Bambang menguatkan Zaki.


"Hati ku masih belum yakin kalau Tania serendah itu,Bang. Aku ingin melihat dengan mata kepala ku sendiri perilaku dia di luar sana."Zaki menghapus air matanya dan menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya.


"Pasti Allah swt akan menunjukkannya di waktu yang tepat, yakin dengan janji-NYA."ucap Bambang meyakinkan Zaki


"Aku percaya itu."jawab Zaki sambil mengangkat kepalanya.


"Ternyata cewek cantik dan sexy itu penipu. Ada untungnya juga jadi jomblo."ucap Bambang dalam hati sambil tetap mengusap punggung Zaki.


Yang jomblo mana suaranya???😃😃

__ADS_1


__ADS_2