Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Kamu...anugerah terindah


__ADS_3

Suasana di rumah Zaenab sudah sepi, tamu-tamu yang tadi datang sudah pulang sebelum magrib tadi. Tinggal sahabat bang Zaki, Bambang dan Ucok, yang masih duduk sambil memainkan gitar di teras depan rumah. Jam di dinding kamar Zaenab menunjukkan pukul 8 malam. Zaenab merapikan sajadah dan mukena setelah menunaikan solat isya. Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dikamar Zaenab.


'Tuk Tuk Tuk,'bunyi pintu kamar di ketuk.


"Nab...udah tidur belum?"suara emak dari balik pintu.


"Belum mak...masuk aja..."ucap Zaenab.


"Udeh selesai solatnya? Kenapa tadi gak solat berjamaah aja?"


"Aye pengen curhat lama sama Allah jadi solat sendiri. Gak apa-apa kan, mak?"


"Gak apa-apa. Yang penting tetep solat wajib lima waktu, jangan di tinggal. Kalau emak boleh tau, Zaenab curhat ape sama Allah?"

__ADS_1


"Zaenab minta sama Allah supaya besok di sekolah gak ada yang berbicara dan berpandangan negatif tentang kasus aye,mak... Sebenernya aye malu mak...malu banget. Aye gak pernah nyangka bakalan dapet cobaan kayak gini. Kenapa Allah kasih aye cobaan begini,mak? Emang ape salah aye? Hiks hiks hiks..."Zaenab menangis di dada emak yang sedang memeluknya.


"Jangan nangis neng...ini bukan hanya cobaan buat Zaenab tapi buat babe, emak dan abang lu juga. Kita sekeluarga pasti bisa melewati badai yang Allah kasih. Ingat neng...cobaan atau ujian itu datangnya dari Allah, hanya Allah yang bisa membantu kita menyelesaikan cobaan itu. Jangan berhenti solat dan berdoa kepada Allah...solat itu tiang agama jangan sampai tiangnya roboh karena kelalaian kita."


"Iya mak"


"Sekarang Zaenab tidur ya... supaya besok pagi tidak terlambat ke sekolah. Besok diantar babe ya..."


"Kenapa diantar babe,mak?"


"Hmmm...."Zaenab menatap emak sembari berpikir keras.


"Udeh...gak usah dipikirin. Tidur aje ye... Jangan lupa baca doa mau tidur sama ayat kursi ya neng..."emak mengingatkan Zaenab.

__ADS_1


"Iye mak"jawab Zaenab sembari tersenyum kepada emaknya. Emak keluar dari kamar Zaenab dan menutup pintu kamarnya. Zaenab pun menutupi seluruh badannya dengan selimut dan mematikan lampu kamarnya. Dia tertidur dengan di temani alunan gitar dan suara merdua bang Zaki yang sedang bernyanyi bersama Bambang dan Ucok.


Keesokkan harinya, Zaenab bersiap-siap untuk berangkat sekolah bersama babe. Mereka naik motor menuju sekolah. Sesampainya di sekolah, babe meminta Zaenab untuk menunggunya di kantor Tata Usaha. Pagi ini seluruh siswa di kumpulkan di aula sekolah. Banyak siswa bertanya-tanya kenapa mereka di kumpulkan di aula padahal tidak ada event yang harus mereka lakukan bulan ini. Seluruh siswa, kepala sekolah dan dewan guru sudah berkumpul di aula. Ketua yayasan berjalan beriringan dengan babe dan Zaenab mengekor di belakangnya.


Ketua yayasan memberikan sambutan pertama kali lalu tiba-tiba beliau memanggil babe berbicara di podium. Sepengetahuan semua orang di sekolah, babe Zaenab merupakan salah satu pendiri sekolah tersebut. Jadi semua orang tidak asing lagi jika babe sering datang ke acara sekolah. Babe berbicara untuk pertama kalinya di muka umum. Terlihat jelas wajahnya pucat, tangannya gemetar dan sesekali dia melihat Zaenab yang duduk di belakangnya.


"Assalammualaikum wr.,wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Kepada ketua yayasan yang saya hormati, Bapak dan Ibu kepala sekolah di masing-masing instansi, dewan guru dan murid-murid yang kami sayangi. Terima kasih atas kesempatan dan waktunya Pak Ketua Yayasan, Alhamdulillah hari ini kita masih diberikan nikmat dan keberkahan yang berlimpah oleh Allah swt. Saya tidak akan panjang lebar berbicara, sebagai wakil ketua yayasan sekolah ini, Saya ingin mengatakan bahea pihak yayasan beserta dewan guru sudah berdiskusi mengenai perubahan struktur tenaga pendidik di jenjang SMK dan STM. Kami selaku pihak yayasan memutuskan bahwa guru perempuan mengajar di jenjang SMK sedangkan guru laki-laki mengajar di jenjang STM. Mengapa kami lakukan hal seperti ini? Karena kami selaku pihak yayasan beserta dewan guru tidak ingin hal yang menimpa salah satu murid disini terulang kembali, murid tersebut adalah Zaenab, anak saya sendiri."ucap babe sembari menghapus air mata yang sempat keluar dari matanya.


"Cukuplah anak saya sendiri yang mengalami hal buruk tersebut, jangan ada murid yang lain yang mengalaminya. Cukup hanya satu orang guru yang hilang akal dan perasaannya yang melakukan hal buruk tersebut. Saya ingatkan bapak dan ibu guru, kalian disini bukan hanya untuk bekerja dan digaji tapi kalian mengemban tugas yang sangat berat yaitu mencerdaskan anak bangsa agar masa depan negera ini lebih baik, kalian juga mengemban tanggung jawab yang berat kepada tuhan (Allah swt) dan orang tua anak didik kita. Bekerjalah dengan akal sehat dan hati yang murni untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang baik akhlak dan aqidahnya. Jangan bekerja dengan mengandalkan hawa nafsu yang dapat merugikan masa depan kita. Apa yang dilakukan Pak Supari itu sangat tidak bermoral, jelas ini bukan hanya kesalahan beliau tapi kesalahan kita juga sebagai pihak sekolah yang tidak selektif memilih guru. Saya berharap kedepannya pihak yayasan lebih selektif lagi memilih guru tidak hanya pandai ilmu dunia tapi ilmu agamanya juga."


"Sebagai orangtua dari Zaenab, saya mohon agar murid-murid di sekolah ini tidak merusak mental anak saya yang hanya seorang korban dari kebiadaban Pak Supari. Karena masa depan Zaenab dan murid-murid disini lebih penting dibandingkan apa pun. Sekian dari saya...Wassalammualaikum, wr.,wb." Babe menutup pidatonya lalu berbalik ke kursi yang ada di belakang podium. Saat akan duduk, Zaenab langsung memeluk babe dengan erat.


"Be.. terima kasih sudah menjaga dan melindungi Zaenab."ucap Zaenab sembari mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Itu sudah kewajiban babe. Allah memberikan Zaenab buat babe dan emak aja itu sudah anugerah terindah apalagi menjaga dan melindungi Zaenab, itu tanggung jawab babe di akhirat nanti."Babe mengecup kepala Zaenab dan tak terasa air mata jatuh di pipi babe. Semua orang yang melihat kejadian itu ikut menangis dan merasa terharu.


__ADS_2