
Terdengar bunyi bel masuk, semua siswa sudah duduk rapi di tempatnya masing-masing, kecuali satu kursi yang masih kosong yaitu kursi Zaenab.
Beberapa menit kemudian, Zaenab datang dengan membawa tumpukan buku tugas matematika yang dia dekap di dadanya. Dia datang bersama Bu Mulyati, wali kelasnya yang juga guru Bahasa Indonesianya.
Zaenab meletakkan tumpukan buku tugas matematika di meja guru yang ada di kelasnya, lalu dia menuju tempat duduknya. Teman-teman dekatnya menatapnya Zaenab penuh kecemasan dan heran.
"Nab...kamu gak di apa-apain kan sama guru pedofil?"tanya Eka cemas.
Zaenab mengambil nafas pelan-pelan dan terdiam sejenak sambil menatap keempat temannya.
"Aku baik-baik aja. Pak guru itu gak mungkin macam-macam dengan aku karena lagi banyak guru disana."ucap Zaenab menenangkan teman-temannya.
"Alhamdulillah..."ucap keempat sahabatnya bersama-sama.
"Syulurlah,Nab. Kita semua khawatir sama kamu karena lama sekali kembali ke kelas. Kalau kamu belum kembali juga saat jam pelajaran di mulai, aku mau nyusul kamu ke ruang guru."ucap Rini.
"Tenang,Rin. Aku baik-baik saja."ucap Zaenab.
Teng Teng Teng...
(Bunyi bel pulang sekolah terdengar). Zaenab yang tidak pulang bersama teman-temannya karena harus briefing untuk persiapan lomba debat Bahasa Inggris.
Zaenab menuju gedung aula sekolah bersama bu Mulyati. Zaenab mendengarkan kata sambutan dari yayasan dan para kepala sekolah. Ketua pendamping lomba mengumumkan daftar peserta lomba. Zaenab dipasangkan dengan Andi Pratama. Zaenab menatap tajam Andi yang duduk di baris kedua kursi khusus siswa laki-laki. Andi yang di tatap Zaenab hanya tersenyum dingin.
"What?! Cowok sok cool itu partner gue?"gumam Zaenab dalam hati.
"Untuk peserta lomba debat Bahasa Inggris yaitu Zaenab dari SMK dan Andi dari STM akan di dampingi oleh Miss Yanti. Lomba akan di adakan di SMKN 1 Jakarta. Untuk peserta lomba debat di mohon duduk berdekatan dengan guru pendampingnya."ucap Bu Mulyati.
Zaenab berdiri dari duduknya menuju kursi kosong dekat dengan Miss Yanti, begitu juga dengan Andi. Andi duduk di sebelah kanan Miss yanti sedangkan Andi duduk di sebelah kiri Zaenab.
"Tak kusangka aku di pasangkan oleh mu dalam lomba debat ini."ucap Andi sambil tersenyum senang.
Zaenab tidak merespon perkataan Andi dan dia tidak berani melihat muka partner barunya itu. Dia hanya diam dan mengumpat dalam hati. Dia masih tidak percaya, bagaimana bisa dia di pasangkan oleh seorang siswa laki-laki baru di sekolah itu. Tahun lalu dia di pasangkan oleh Randi, siswa SMK Akutansi.
__ADS_1
Setelah briefing selesai, Zaenab duduk di kursi halaman sekolah sambil bermain ponsel. Terdengar suara motor berhenti di depan Zaenab.
"Mau saya antar pulang ke rumah?" Suara tersebut sangat tidak asing di telinga Zaenab.
"OMG...itu suara pak Supari."gumam Zaenab dalam hati.
"Tidak perlu repot-repot,pak. Terima kasih."jawab Zaenab sambil tersenyum.
"Tidak merepotkan kok, saya malahan senang."ucap Pak Supari tersenyum lebar.
"Ayo...ikut saya!"ajak Pak Supari.
"Tidak pak...saya sedang menunggu orangtua saya jemput. Bapak silahkan pulang saja duluan."
"Saya tidak tega meninggalkan gadis secantik kamu di halaman sekolah seorang diri. Orangtua kamu pasti sedang sibuk di toko jadi mereka akan terlambat menjemput kamu. Lebih baik kamu saya antar pulang saja, nanti saya yang temani kamu di rumah sambil menunggu orangtua mu."
"Tii...tiidak perlu pak. Kalau pun orangtua saya tidak jemput, saya bisa naik ojek online atau angkot ke rumah."
"Jangan naik angkot atau ojek online sendiri nanti kamu di culik. Zaman sekarang banyak orang jahat yang berkeliaran."
"Tidak pak. Terima kasih tawarannya. Saya tunggu disini saja. Nanti saya telepon babe saya lagi."
Pak Supari turun dari motornya dan menarik lengan tangan kanan Zaenab secara paksa. Saat pak Supari memaksa Zaenab naik ke motornya, tiba-tiba terdengar suara motor berhenti di dekat mereka.
"Jangan memaksakan kehendak orang lain. Lepaskan tangan bapak! Saya yang akan mengantar dia pulang."jawab Zaki yang tiba-tiba muncul.
"Siapa kamu? Tiba-tiba muncul ikut campur urusan saya!"ucap Pak Supari emosi.
"Dia itu adik saya! Jadi jangan kasar sama perempuan apalagi sama murid sendiri,pak!"Zaki tak kalah emosi kepada Pak Supari.
"Adik? Adik ketemu gede? Huh.. Bisa saja kamu mengarang cerita! Kasih saya bukti dulu kalau dia adik kandung mu baru saya akan lepaskan dia!"ucap Pak Supari menantang Zaki.
"Songong juga nih guru!"gumam Zaki dalam hati.
__ADS_1
Zaki mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto keluarganya beserta foto kartu keluarga sebagai bukti kepada Pak Supari.
"Ini...bapak bisa lihat di foto keluarga kami! Dan ini juga foto kartu keluarga kami, disitu tercantum nama Zaenab dan saya,abangnya Zaenab, Muhammad Zaki nama saya. Sudah jelas pak? Lepaskan tangan adik saya!"Zaki berusaha melepaskan tangan Pak Supari dari lengan Zaenab.
"Ayo de...kita pulang!"ucap Zaki menuntun Zaenab naik ke jok motornya.
"Oh ya pak guru... besok-besok tidak perlu memaksa mengantarkan pulang adik saya. Saya masih bisa mengantar dan menjemput dia."ucap Zaki kepada Pak Supari. Pak Supari hanya diam dan menatap Zaki dengan sinis.
"Terima kasih sudah menjaga adik saya pak guru. Kami pamit pulang. Assalammualaikum..."ucap Zaki sembari menyalakan mesin motornya. Zaenab tidak berbicara sama sekali, dia hanya menunduk hormat kepada gurunya itu.
Terlihat raut wajah Pak Supari yang kecewa karena gagal mengantar pulang Zaenab.
"Aaakkkhhh...! Sial! B*******k itu orang! Padahal sedikit lagi saya bisa mendapatkan Zaenab!"teriak Pak Supari.
Pak Supari melemparkan helm motornya ke aspal jalanan. Dia masih sangat kesal dengan kemunculan Zaki yang tiba-tiba. Dia berteriak sekencang-kencangnya seakan ingin melampiaskan kekesalannya tersebut.
Pak Supari tidak tau kalau ada dua orang yang memperhatikan dia dari tadi yaitu Bu Mulyati dan Andi. Mereka saling berpandangan dan tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Pak Supari.
Dalam perjalanan pulang ke rumah, Zaki mengajak bicara Zaenab.
"Maaf ya de...telat jemputnya."
"Gak apa-apa bang. Nyantai aja kalee."
"Kamu gak di apa-apain kan sama guru itu?"
"Namanya Pak Supari,bang!"
"Masa bodo, abang gak peduli siapa namanya! Kalau itu guru berani menyentuh kamu atau berbuat senonoh sama kamu. Dia akan dapat bogem mentah dari abang!"ucap Zaki emosi
"Iiiddiihh...jangan emosi bang! Nanti cepet keriput...hahaha"
"Kamu ini di belain malah ngatain abang sih?!"ucap Zaki kesal
__ADS_1
"Just joke abangku sayang."Zaenab mencubit kedua pipi abangnya dari belakang. Zaki yang di cubit pipinya hanya meringis kesakitan.