
Allah menjawab doa Zaenab...
Pintu ruang guru di dobrak paksa oleh empat orang pria dan salah satu pria tersebut menarik kemeja Pak Supari dan mulai memukul perut guru tersebut dengan keras sehingga membuat dia terdorong ke belakang. Pria tersebut tak menyerah, dia mengangkat badan guru itu dan melemparnya ke arah pintu masuk ruang guru. Saat pria tersebut hendak mau memukul guru itu lagi langsung di tahan oleh dua orang murid yang memakai seragam STM.
"Sudah bang...sudah! Kita serahkan dia ke polisi saja. Abang bantu Zaenab saja, sepertinya dia pingsan."ucap Andi sembari memegang lengan Bang Zaki.
Zaki menghadap ke belakang, dia melihat Zaenab terkapar di lantai tanpa jilbab dan seragam sekolah yg kusut dan dua kancing bajunya yang hilang. Zaki segera menghampiri Zaenab dan mengangkat badan Zaenab dan membawanya keluar dari ruang guru.
Saat Zaki membawa keluar Zaenab empat orang petugas polisi datang. Dua orang petugas polisi memborgol tangan Pak Supari dan dua orang lagi mendekati Zaki yang sedang menggendong badan Zaenab. Petugas polisi tersebut meminta Zaki agar membawa Zaenab ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan rumah sakit dapat di jadikan bukti yang memberatkan pak Supari. Zaki pun mengiyakan permintaan polisi tersebut. Dia masuk kedalam mobil polisi yang berbeda dengan Pak Supari. Andi dan Surya mengikuti Zaki ke rumah sakit, sedangkan Eka dan Yuni pergi ke toko orang tua Zaenab untuk mengabarkan keadaan Zaenab.
Sampai di rumah sakit, Zaenab di bawa ke IGD dan mendapatkan perawatan intensif dari dokter dan suster disana. Zaki menunggu di luar ruangan IGD sambil menceritakan kronologis kejadian di sekolah tadi. Tidak hanya Zaki yang di mintai keterangan, Andi dan Surya pun juga di interogasi polisi.
Satu jam kemudian suster membawa Zaenab ke ruang perawatan. Dokter menghampiri Zaki dan memberitahukan bahwa Zaenab tidak mengalami luka yang parah hanya lecet sedikit di leher, kedua kakinya dan dia mengalami syok yang cukup berat sehingga memerlukan ketenangan sebentar. Dokter pun meminta agar polisi jangan dulu meminta keterangan Zaenab biarkan dia beristirahat satu atau dua hari. Zaki dan polisi pun mengiyakan ucapan dokter tersebut. Setelah itu dokter pergi meninggalkan polisi,Zaki, Andi dan Surya.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian, babe dan emak datang menghampiri Zaki yang sedang duduk bersama Andi dan Surya.
"Ki...dimana adek mu? Emak sama babe kaget mendengar Zaenab di bawa ke rumah sakit dari teman-temannya. Emang adek mu kenapa? Dia sakit apa?"tanya emak dengan wajah khawatir. Zaki hanya diam menundukkan kepalanya.
"Ki...jawab pertanyaan emak lu! Adek lu kenape kok bisa ada di mari?"tanya babe penasaran. Zaki masih tetap diam tak menjawab pertanyaan kedua orang tuanya.
"Selamat sore pak!"ucap polisi yang dari tadi menunggu kedatangan babe dan emak.
"Apakah betul bapak dan ibu orang tua dari Siswi yang bernama Siti Zaenab?"
"Betul pak."jawab emak singkat.
"Betul betul... ntu nama anak aye pak polisi. Anak aye kenape? Kok pak polisi ada di mari?"
__ADS_1
"Begini bapak dan ibu... Saya membutuhkan keterangan tentang kasus yang menimpa anak bapak, Zaenab di sekolahnya. Kasus tentang percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh gurunya yaitu bapak Supari di ruang guru tadi siang."
"Aaapppaaa??"teriak emak yang langsung lemas mendengar ucapan pak polisi tersebut. Zaki memegang badan emak dan menyenderkannya di bahu Zaki.
"Aapppeee yang pak polisi bilang? Anak aye Zaenab korban percobaan pemerkosaan oleh gurunya? Yang bener pak?"tanya babe tidak percaya dengan apa yang telah di dengarnya dari pak polisi tersebut.
"Iya betul pak!"
"Beneran ntu ki?"
"Bener be..."Zaki langsung menundukkan kepalanya.
"Astagfirullohalazim...Ya allah...Zaenaaabbb..."Babe teriak kencang sembari menangis dengan terduduk lemas di lantai rumah sakit.
__ADS_1