Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Sidak (part 2)


__ADS_3

Babe, Zaki dan Haji Mali sampai di sekitar rumah Pak Supari jam 4 sore. Disana sudah ada 6 orang polisi yang siap menggeledah dan menangkap Pak Supari di rumahnya.


"Selamat sore pak Haji! Saya komandan Geri. Tim saya sudah siap menangkap tersangka kasus pelecehan terhadap seorang pelajar di sekolah Pak Haji. Tersangka ada di dalam rumah cat hijau itu."ucap komandan polisi sembari menunjuk rumah yang bercat hijau dan dikelilingi pagar kayu.


"Kita mulai saja sekarang komandan!"ucap Pak Haji.


"Baik. Saya minta kerja samanya, bapak-bapak mohon disini saja. Jangan mengganggu kerja kami."


"Baik pak."ucap Pak Haji.


Zaki dan Babe hanya mengangguk mendengar penjelasan komandan Geri. Mereka bertiga berdiri sekitar 200 meter dari rumah tersangka. Seluruh polisi sudah mengepung di sekeliling rumah Pak Supari. Komandan Geri dan satu orang polisi berdiri di depan pintu depan rumah tersebut, mereka bersiap untuk mendobrak masuk kedalam. Dua orang polisi berjaga-jaga di jendela rumah yang berada di sisi kanan dan kiri, sedangkan dua orang polisi lagi berjaga di pintu belakang rumah tersebut. Mereka semua menunggu aba-aba dari komandannya.


"Semua siap di posisi?"tanya komandan Geri kepada timnya melalui walkie-talkie.


"Siap komandan!"jawab semua tim serempak.


"Baik. Dalam hitungan 3 kita masuk! Satu...Dua...Tiga..."


'Guuubbbrraakkk!!' (suara pintu di dobrak)


Komandan Geri beserta dua anak buahnya masuk kedalam rumah, sedangkan tiga orang lagi berjaga di luar rumah.


"Angkat tangan!"komandan Geri dan beberapa anak buahnya menodongkan senjata api ke arah Pak Supari dan seorang perempuan muda.


Saat polisi masuk paksa ke dalam rumah itu, Pak Supari dan perempuan muda itu sedang duduk sembari menonton televisi di ruang tengah.


"Jangan bergerak! Anda kami tahan atas kasus pelecehan seksual terhadap siswa sekolah yang bernama Zaenab. Borgol laki-laki itu!"


"Siap komandan!"ucap anak buah komandan Geri.


Satu polisi memegang tangan perempuan itu dan satu lagi mendekati Pak Supari. Saat berjalan ke arah Pak Supari, tiba-tiba Pak Supari menendang kedua polisi tersebut dan membuat kedua polisi tersebut jatuh tersungkur. Dia juga memukul wajah komandan dan kabur melalui pintu belakang rumah. Di pintu belakang rumah dia pun menghajar dua polisi yang berjaga di pintu belakang.

__ADS_1


Komandan Geri bangkit berlari mengejar Pak Supari sedangkan perempuan muda yang ada di rumah tersebut berteriak kencang ke arah luar rumah.


"Mas Ari...jangan lari! Menyerah saja!"ucap perempuan muda itu. Tapi Pak Supari tetap saja berlari kencang menghindari kejaran polisi di belakangnya.


Saat Pak Supari berlari sambil menengok ke arah belakang, tiba-tiba saja seseorang menendang perutnya dari depan dan memukul punggungnya sampai dia jatuh ke tanah. Saat dia jatuh orang tersebut memelintir kedua tangannya ke arah belakang dan dia pun teriak kesakitan.


"Aaaawww...sakit sakit sakit!"teriak Pak Supari.


"Elu bisa kabur dari polisi tapi elu gak bisa kabur dari gue!"


"Aaampuun pak...ampuunn! Saaakkiiittt!"teriak Pak Supari.


"Ini akibat elu macem-macem ame anak gue! Makan nih bogem mentah dari gue babe nya Zaenab!"Babe membalikkan badan Pak Supari dan memukul kedua pipinya berkali-kali sampai iya tak berkutik.


"Elu hafalin muka gue yang ganteng dan sangar kayak banteng ini! Jangan pernah lagi elu berani ganggu anak perempuan gue!"Babe mendaratkan pukulan keras di dada Pak Supari.


Zaki dan Pak Haji Mali mengejar babe yang sedang memukul Pak Supari.


"Bener kate anak elu tuh! Jangan main hakim sendiri kan ada polisi yang akan hukum ini orang!"sahut Pak Haji Mali.


"Biarin aje die mati! Biar mayatnya gue buang ke rawa, biar dimakan buaya rawa!"ucap babe emosi.


"Dasar elu dari dulu gak berubah! Kalau udah emosi keluar tanduk bantengnya!"ucap Haji Mali sembari menggeleng-gelengkan kepala.


"Huft huft... terima kasih Pak Rojali sudah sigap menangkap tersangka. Benar apa yang di bilang Pak Haji, serahkan semuanya kepada kami. Kami akan menjebloskan tersangka ke dalam sel tahanan segera."


"Oke. Aye percaya sama komandan. Tapi kalau ini orang kabur dari penjara, aye dengan senang hati jadiin ini orang makanan buaya rawa deket rumah aye!"ucap babe ketus sambil memegang baju Pak Supari.


"Tenang pak...tenang... kami janji tidak akan lengah lagi."


"Aye pegang janji komandan."ucap Babe.

__ADS_1


"Gue serahin elu sama bapak-bapak polisi tapi kalau elu cari masalah lagi sama keluarga gue, gue gantung di tiang monas!"sambung Babe.


"Aye serahin b******n ini sama komandan."ucap Babe sembari mendorong badan Pak Supari ke hadapan Komandan Geri.


"Baik. Saya bawa tersangka dan perempuan yang bersama tersangka ke kantor polisi." Komandan Geri menunjuk anak buahnya yang membawa seorang perempuan muda dengan tangan terborgol di belakang. Pak Supari dan perempuan tersebut dibawa masuk ke dalam mobil polisi yang sama.


"Siape perempuan itu komandan?"tanya Pak Haji Mali.


"Kami juga belum tau pak haji. Nanti kami akan meminta keterangan beliau di kantor polisi."


"Kayaknya aye pernah ngeliat itu perempuan tapi dimane ye...aye lupa!"ucap babe sembari berpikir.


"Tak perlu di pikirkan pak... nanti kami akan meminta keterangan dia. Bapak-bapak ingin ikut kami ke kantor polisi?"


"Kami ikut komandan!"ucap Babe.


"Baik. Mari pak..."ajak komandan.


'Triiit Triiit Triiit' (bunyi suara hp Zaki)


Zaki mengangkat hp-nya dan di lihat layar hp-nya nama emak menelepon.


"Assalammualaikum mak...Apa?? Baik mak...kita ke rumah sakit sekarang!"ucap Zaki menjawab telepon emak. Zaki menghampiri babe dan Pak Haji Mali.


"Be...kita balik ke rumah sakit aja. Biar Pak Haji Mali yang ke kantor polisi."


"Emang ade ape ki?"tanya babe penasaran.


"Za-eenab be... Za-eenab..."ucap Zaki terbatah-batah."


"Zaenab kenape ki? Kenape diye?"tanya babe penasaran.

__ADS_1


Ada apa ya dengan Zaenab?? Readers bisa tebak gak?😀


__ADS_2