Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Rumit


__ADS_3

Zaki POV


Aku terbangun dan melirik jam di dinding kamarku menunjukkan pukul 12 malam. Aku mengingat-ingat kejadian tadi siang sampai bagaimana aku bisa tidur di kamar.


"Oh iya...aku ingat Bambang mengantarku pulang dari kampus. Lalu babe dan Zaenab membopongku ke kamar, setelah itu aku tidur karena kelelahan."gumam ku.


"Aku sangat terkejut mendengar ucapan dosen pembimbingku, Bu Silvi tentang Tania,pacarku, yang bermain api dengan suaminya. Aku tak menyangka Tania melakukan hal serendah itu hanya demi nilai. Kalau pun dia ingin selingkuh, dia bisa mencari dosen yang masing lajang bukan yang beristri."gumam ku lagi.


"Aaaaakkkkhhh!!"teriak ku sambil mengacak-acak rambut.


"Kenapa kisah percintaan ku jadi rumit seperti ini? Sikap Tania kalau di depan ku sangat manis, anggun dan baik, dia tidak pernah menunjukkan gelagat yang mencurigakan selama ini. Tapi tidak mungkin juga Bu Silvi mengarang cerita tentang suaminya dan Tania. Aku harus menyelidiki Tania mulai sekarang dan mencari bukti-bukti akurat...iya harus!"gumam ku.


'krukk krukk krukk' bunyi suara perut Zaki yang lapar.


"Perutku lapar sekali, aku kan belum makan dari pulang kampus kemarin siang."


Aku beranjak dari ranjang ku lalu keluar kamar menuju dapur. Suasana di ruang tengah rumahnya sangat sunyi dan gelap, biasanya emak mematikan semua lampu kecuali lampu dapur yang tetap menyala. Zaki membuka tudung saji yang ada di meja makan, dia melihat hanya ada nasi putih di tempat penanak nasi. Biasanya emak memasukkan lauk-pauk ke dalam kulkas. Aku membuka kulkas, yang ku temukan hanyalah telur mentah yang masih ada cangkangnya.


"Aku memang lapar tapi aku malas sekali kalau harus masak dulu. Emak tega sekali tak menyisakan aku lauk...huuuhhh"ucap ku sambil meringis memegang perut.


Saat aku hendak mengambil piring dan gelas. Aku dikagetkan dengan kemunculan Zaenab yang sedang berdiri di ambang pintu masuk dapur.


"Astagfirulloh"teriak ku kaget sampai meloncat kebelakang.


"Abang kenapa? Seperti melihat hantu saja!"ucap Zaenab.


"Iya...kamu hantunya!"jawab ku.


"Iiissshhh...kaki aku gak melayang seperti kunti bang!"ucap Zaenab kesal.


" Lagian kamu kagetin abang aja!"ucap ku sebal.


Zaenab melihat Zaki membawa piring dan gelas menuju meja makan.


"Abang mau makan?"tanya Zaenab.


"Iya"jawab ku singkat.


"Mau aku buatkan mie instan?"tanya Zaenab yang tau kalau di meja makan hanya nasi putih saja.


"Boleh. Mie rebus pake telur ya de..."ucap ku sembari memasang wajah gembira.


"Siap tuan..."jawab Zaenab singkat.

__ADS_1


Mendengar jawaban Zaenab, aku pun tertawa terkekeh.


Zaenab langsung mengisi panci dengan air lalu menyalakan kompor dan mengambil mie di lemari penyimpanan makanan lalu mengambil telur di dalam kulkas. Zaki sedang menatap punggung adiknya yang sedang memasak mie instan untuknya. Beberapa menit kemudian mie instan rebus tersebut siap di santap. Zaenab menaruh mie itu di mangkok bergambar ayam jago dan meletakkannya di meja makan beserta secentong nasi di piring, saos dan air minum untuk abangnya.


"Terima kasih adik abang yang cantik dan pengertian."puji ku.


"Sama-sama bang..."jawab Zaenab.


Zaki menikmati mie tersebut dengan lahapnya. Tidak menunggu waktu lama mangkok berisi mie tersebut bersih dan tak tersisa. Zaenab yang melihat abangnya makan dengan lahap hanya tersenyum manis.


"Alhamdulillah"ucap ku sehabis makan.


"Kenyang bang?"tanya Zaenab.


"Iya de"jawab Zaki singkat.


"Kamu ngapain bangun jam segini?"tanya ku.


"Aku habis tahajud tadi terus melihat ada langkah kaki. Aku kira maling eh tau-taunya abang!"jawab Zaenab.


"Hahaha...kalau maling emang kamu berani melawan seorang diri?"


"Berani donk...tinggal teriak aja pasti babe dan emak langsung bangun!"ucap Zaenab enteng.


"Suasana hati abang sudah lebih baik kah?"tanya Zaenab.


"Sudah"jawab ku singkat.


"Abang ada masalah apa di kampus, sampai pulang terlihat lemas, pucat dan seperti mayat hidup. Terus harus diantar mas Bambang lagi? Emak dan babe khawatir. Sampai-sampai emak bilang kalau abang di guna-guna sama dosen abang!"


"Hahaha...emak sampai bilang begitu?"


"Iya"


"Apa abang ada masalah dengan kak Tania?"tanya Zaenab.


"Kenapa kamu tanya Tania tiba-tiba?"Aku kaget mendengar pertanyaan Zaenab.


"Feeling aj!"


"Tidak usah bawa-bawa Tania. Lagi pula abang kemarin siang hanya kelelahan sehabis bimbingan skripsi. Kamu tau sendiri selama mengejar deadline skripsi, abang sering begadang untuk merevisi skripsi abang."


"Iya, aku tau. Tapi tidak mungkin masalah skripsi kan, bang? Aku kenal abang. Abang kalau masalah sekolah atau kuliah tidak pernah terpuruk seperti kemarin. Karena abang lebih pintar dari aku, pasti bisa menyelesaikan dengan baik."

__ADS_1


"Sok tau kamu!"


"Abang itu tidak bisa menyimpan masalah pribadi seorang diri. Cerita saja ke aku bang...aku bisa jaga rahasia kok...suuueeerrr deh...!"ucap Zaenab sembari membentuk huruf 'V' dengan jari telunjuk dan tengahnya.


"Sudahlah kamu tak perlu tau urusan orang dewasa. Urusan orang dewasa lebih complicated dibandingkan urusan bocah ingusan yang tergila-gila dengan oppa-oppa Korea!"ucap ku.


"Aaakkkhhh...abang ini pelit banget kalau berbagi cerita! Ingat bang...orang pelit kuburannya sempit...hihihihi..."ucap Zaenab menakuti ku.


"Itu kalau pelit dalam hal harta atau ilmu. Kalau pelit dalam sharing masalah lebih baik abang telen sendiri masalah abang. Lagi pula kamu itu mulutnya ember bocor! Pasti besok langsung gosip sama emak!"ucap ku.


"Iiissshhh! Dasar su'uzon aja jadi manusia!"ucap Zaenab kesal.


"Abang sudah kenyang nih...Ayo kita tidur besok kamu kan harus sekolah!"ajak Zaki.


"Bilang terima kasih donk ke aku! Aku udah masakin mie instan buat abang dan udah temani abang juga malam ini!"ucap Zaenab memasang wajah cemberut.


"Aadduuhh...adik abang yang ini kalau cemberut semakin lucu deh...kayak doraemon!"ucap ku.


"Aaabbbaaannnggg!!"teriak Zaenab.


"Sssttt...! Jangan berisik nanti babe dan emak bangun! Abang bisa-bisa di interogasi malam ini juga!"ucap ku.


"Mana ucapan terima kasihnya?"tanya Zaenab.


"Iya iya...Zaenab yang cantik seperti Lisa Blackpink. Terima kasih ya...sudah masakin mie instan untuk abang mu yang kelaparan ini."ucap ku sembari mengecup kepala adiknya.


"Nah...gitu donk! Sama-sama abang ku yang guantengnya kayak Sule...hehehe..."jawab Zaenab.


"Eeehhh.. kok Sule sih?"


"Sule itu memang gak ganteng tapi dia lucu dan tajir melintir,bang!"


"Semoga abang tajir melintir tujuh turunan kayak Sule ye...aamiin"


"Aamiin yaarobbalalamin"


"Sudah yuk...kita kembali ke kamar masing-masing. Kamu kan besok ke sekolah dan abang juga mau ke kampus pagi-pagi."


"Oohh...Ok bang!"


"Jangan lupa baca doa tidur biar gak mimpi buruk!"saran ku.


"Siap boozzz! Abang juga, tidur yang pulas. Cape kan jadi Zombie dari kemarin siang...hahaha"ucap Zaenab yang langsung berlari menuju kamarnya.

__ADS_1


"Eh dia ngeledek! Awas kamu ya...!"ucap ku sembari tersenyum melihat tingkah Zaenab.


__ADS_2