Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Curhat time (part 2)


__ADS_3

"Nah...aku kan sudah cerita masalah aku. Sekarang giliran abang donk..."ucap Zaenab yang masih mencubit kedua pipi abangnya.


"Abang? Mau curhat apa? Aku gak punya masalah yang harus di pikirkan seperti kamu!"ledek Zaki sambil menjulurkan lidahnya ke Zaenab.


"Cerita tentang kak Tania donk..."pinta Zaenab


"Apa yang mau di ceritakan tentang dia?"Zaki memasang muka heran sembari membalas wa dari teman kampusnya.


"Iiihh...serius banget sih bales wa nya? Dari kak Tania ya?"tanya Zaenab penasaran sembari mengintip hp abangnya.


"Hush! Jangan kepo deh anak kecil!"Zaki segera menyimpan hp nya ke saku celananya.


"Iiihh...dasar pelit! Cerita gak mau terus mau lihat wa dari kak Tania juga gak boleh!"Zaenab memasang muka cemberut dan memonyongkan bibirnya.


"Duh illee...mulai ngambek deh...! Ade abang yang cantiknya gak pernah luntur, mau abang cerita apa? Cerita kancil dan buaya atau cerita baby shark?"tanya Zaki sembari tertawa tebahak-bahak.


"Abang kira aku bocah TK?"Zaenab cemberut dan memalingkan wajahnya.


Karena melihat Zaenab semakin kesal dan memasang muka cemberut, akhirnya Zaki mau bercerita tentang hubungannya dengan Tania.


"Abang sama Tania itu memang sudah pacaran sudah 1 tahun. Kita satu fakultas dan jurusan tetapi kita beda angkatan 1 tahun jadi Tania itu adik kelas abang."


"Abang tebar pesonannya di kelas gitu?"


"Gak...abang gak sengaja ketemu dia di toilet kampus. Karena abang,Ucok dan Bambang udah kebelet pengen pipis, akhirnya kita bertiga lari deh tuh ke toilet yang ada dekat kelas. Toilet cowok lagi full lalu si Ucok ajak kita pake toilet cewek, kebetulan toilet cewek kosong. Tadinya abang gak mau tapi karena sudah gak tahan jadi ikut ajakan Ucok. Setelah kita bertiga membuang air mancur yang berwarna kekuningan itu tapi tidak manis seperti teh manis..."tiba-tiba Zaenab memotong ucapan Zaki.


"Uuueekkk...abang jorok!"Zaenab memasang muka ingin muntah.


"Hahaha...Mau di terusin gak nih ceritanya?"


"Sorry...lanjut bang...!"Zaenab tersenyum lebar


"Saat kita bertiga mau keluar toilet cewek, tiba-tiba Tania dan temannya Chintia masuk ke toilet. Mereka berdua kaget lalu memukul abang,Bambang dan Ucok pake sepatu hak tinggi mereka. Abang cuma benjol di kepala tapi si Bambang dan Ucok sampe luka di kepalanya gara-gara ketancep sama hak sepatu chuntia yang lancip. Mereka berdua abang larikan ke rumah sakit dekat kampus. Ternyata mereka dapat 10 jahitan dikepala gara-gara high heels...hahaha"Zaki tertawa kencang dan Zaenab pun ikut tertawa.


"Terus bang?"

__ADS_1


"Pas di rumah sakit abang kenalan deh sama Tania. Dari situ abang tukeran nomor hp dan pendekatan dengan Tania."


"Kak Tania orang bagaimana,bang?"


"Dia cantik, pintar, ramah dan tajir."


"Abang suka sama orangnya atau tajirnya?"tanya Zaenab sembari mendelikkan matanya.


"Orangnya lah...lagi pula yang tajir itu orang tuanya. Emangnya kamu kira abang mu ini cowok matre?!"Zaki melempar bantal yang ada di kasur Zaenab.


"Yaa kali aja gitu..! kan ada lagunya 'Cowok matre cowok matre...ke laut aje


Cowok matre cowok matre...di tenggelam kan aje'"Zaenab bernyanyi sembari menggerakkan kepalanya ke atas dan ke bawah.


"Itu lagunya siapa? Ngibul aja kamu!"Zaki menoyor dahi adiknya.


"Iiihh...abang ini ya suka banget mukul dan noyor dahi aku! Lama-lama dahi aku kayak ikan Lohan...benjol dan lebar"Zaenab memonyongkan bibirnya sembari mengusap dahinya.


"Hahahaha...kamu tuh ya ada-ada aja ucapannya!"Zaki melempar bantal ke kedua kalinya ke arah Zaenab.


"Tau"jawab Zaki singkat.


"Abang gak risih dengan cibiran teman-teman abang di kampus?"


"Maksud kamu?"


"Ya...pasti kan ada teman-teman kampus bang Zaki yang bilang 'emangnya gak bisa cari pacar yang seiman?' begitu bang..."


"De...abang itu hanya pacaran bukan mau nikah."


"Mungkin saja nanti abang nikah sama kak Tania lalu perbedaan agama itu yang akan memicu renggangnya hubungan kalian kayak di sinetron gitu bang..."


"Ckckckck...Kamu itu kebanyakan nonton sinetron seperti emak! Sinetron yang soundtracknya lagu Rossa yang kayak gini nih...'Ku menangiiisss...membayangkan betapa kejamnya dirimu pada diriku...'"Zaki menyanyikan sebait lagu dan kemudian dia tertawa.


"Itu kan bisa saja kejadian,bang."

__ADS_1


"Aduuhhh...abang hanya merasa nyaman dan nyambung berbicara dengan Tania. Kalau untuk ke jenjang selanjutnya, abang belum siap de... Abang pengen bahagiakan babe, emak dan ade dulu."Zaki mengusap kepala adiknya dengan lembut.


"Babe kan selalu nasehati kita, kita ini keturunan betawi asli. Banyak orang di luar sana meremehkan orang betawi yang di bilang bodoh, gak berpendidikan, pemalas,omong besar dan hanya mengandalkan warisan bukan kerja keras. Abang ingin merubah gambaran orang tentang suku kita de... Abang selalu berdoa agar kita berdua bisa menjadi orang sukses yang bisa membahagiakan babe dan emak. Abang ingin mereka bangga sama kita berdua."sambung Zaki sembari memeluk Zaenab.


"Aku terenyuh mendengar ucapan abang. Aku juga pengen bahagiakan babe dan emak."


"Kamu harus belajar giat, lulus dengan nilai yang memuaskan. Pokoknya kita harus kejar cita-cita kita sampai dapat de...ingat itu!"Zaki memberikan semangat kepada Zaenab.


"Abang juga semangat skripsinya biar lulus cumlaude dari kampus terbaik di Indonesia...Keep on spirit abang!"Zaenab memberikan semangat kepada Zaki dan mengecup pipi abangnya.


"Terima kasih kecupannya. Semakin hari semakin manis dan manja ade abang yang cantik ini."puji Zaki sembari mencubit kedua pipi adiknya.


"Iya donk...mahal tau skin care nya!"Zaenab tersenyum manis sembari memeluk abangnya.


"Buat apa pake skin care mahal-mahal. Mending uangnya di tabung buat masa depan ade."


"Tenang aje bang... Tiap hari uang jajan aku sisihkan di celengan buat beli tiket konser Super Junior...hehehe"


"Ya ampun...ABG jaman now demennya ama muka operasi plastik dan mata sipit!"


"Emang kenapa sih bang? Aku hanya suka lagu-lagu dan muka oppa-oppa Korea."


" Gak apa-apa sih tapi jangan terlalu lebay seperti pasang-pasang poster mereka di kamar. Itu tidak boleh! Karena poster-poster tersebut membuat malaikat tidak akan datang ke kamar mu."


"Oh gitu...kalau aku pasang foto pacar ku bagaimana? Malaikat juga tidak akan datang?"


"Siapa pacar mu? Oohh...sudah mulai pacaran sekarang? Abang laporin babe besok pagi, biar di gorok leher pacar mu sama babe!"


"Iihh...abang apa-apaan sih! Aku bilang kan kalau, bukan berarti aku punya pacar! Gak bisa di ajak becanda deh abang!"


"Hahaha...muka mu sudah panik begitu! Memangnya kamu suka sama cowok yang mana? Jangan-jangan cowok yang waktu ketemu di depan lapangan futsal ya...siapa namanya? Abang lupa..."Zaki berusaha mengingat nama cowok tersebut.


"Aauuaahh gelap!"jawab Zaenab kesal.


"Hoooaamm...curhatnya sudah ya...abang ngantuk! Kamu juga tidur bsk sekolah."ucap Zaki sambil menutup mulutnya yang terus menguap.

__ADS_1


"Ok...abang ku yang ganteng dan manisnya se manis gulali."Zaenab tersenyum melihat abangnya keluar dari kamarnya.


__ADS_2