Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Tinggalkan dan Lupakan wanita itu!


__ADS_3

Di kampus...


Zaki sampai di kampus bersama Bambang. Ucok yang sudah lama menunggu mereka berdua di selasar kampus sangat tidak sabaran.


"Lama kali kalian datang? Aku sudah kepanasan sampai mau gosong nunggu kalian!"ucap Ucok kesal sambil mengelap keringatnya yang bercucuran.


"Sorry Cok...tadi ban motornya Zaki bocor terpaksa harus mampir ke tukang tambal ban dulu!"sahut Bambang.


"Kalau mengendarai motor jangan ke pinggir jalan, ranjau paku banyak disana. Gue sudah 3x kena ranjau paku."ucap Ucok menasihati.


"Iya iya bang Ucok!"jawab Zaki.


"Sudah selesai belum kelas bu Silvi?"tanya Zaki.


"Belum. Dia masih ada kelas sekitar 20 menit lagi."jawab Ucok


"Eh Ki...sorry to say nih! Bukan gue mau gosipin cewek elu. Gue tadi lihat cewek lu, Tania, ke kampus. Dia pakai baju sexy bro... rok mini, kaos lengan pendek dan rambutnya terurai. Semua mata pria menatap dia sampai gak berkedip!"ucap Ucok terkesima melihat Tania.


"Termasuk mata lu? Iya?"tanya Zaki ketus sambil menoyor kepala Ucok.


"Gue kan lelaki normal, wajar donk kalau lihat pemandangan seperti itu. Pemandangan gratis masa di tolak bro...hehehe"Ucok berbicara sembari mengelus-elus tengkuk lehernya.


"Tapi lu gak normal! Cewek temannya sendiri masih mau di embat juga!"ucap Zaki.


"Eh Ki...selama belum ada janur kuning dan pemberkatan di altar. Si Tania masih bisa di miliki siapa aja. Cuma sayang aja dia lebih milih elu yang jelas-jelas beda keyakinan sama dia!"sahut Ucok dengan emosi dan menatap Zaki dengan sinis.


"Sialan lu ya...!"Zaki bersiap-siap mau menonjok Ucok dengan tangannya sendiri tapi badannya di tahan oleh Bambang.

__ADS_1


"Udah Ki...udah! Lu kayak gak tau aja kalau tiap malem dia kebanyakan minum bir jadi geser otaknya!"ucap Bambang.


Zaki menatap Ucok dengan tatapan emosi. Ucok hanya tersenyum sinis melihat tingkah Zaki yang mau menghajarnya.


"Disini bukan daerah kekuasaan babe elu,Ki... Jadi kalau elu berani kita adu jotos satu lawan satu di lapangan basket sekarang!"ajak Ucok.


"Jangan kamu terima ajakan si semprul itu. Dia hanya mau membuatmu marah dan membuat keributan. Ingat selangkah lagi kita meraih gelar sarjana, jangan kamu sia-sia kan perjuangan mu dan orang tua mu selama ini hanya karena meladeni si Ucok!"Bambang menasihati Zaki.


"Elu bener juga,Bang. Gue bersyukur punya teman yang bisa meredam emosi gue kayak elu. Makasih Bang..."ucap Zaki.


"Alah...! Elu cuma cari muka aja, Bang!"celetuk Ucok.


"Terserah elu mau ngomong apa aja! Gue gak peduli! Ini kampus tempat menuntut ilmu bukan tempat cari keributan! Gue suka nya yang damai-damai aja, gak kayak elu!"balas Bambang.


"Iiissshhh... sudah pintar ngomong kau,Bang! Kayak pejabat negara aja!"ucap Ucok.


20 menit kemudian, mereka melihat dosen pembimbing, Ibu Silvi, melewati selasar dimana mereka duduk. Mereka bertiga mengikuti bu Silvi ke kantornya yang berada di lantai 3. Mereka bertiga masuk ke ruangan bu Silvi setelah ada tanda di bolehkan masuk olehnya.


Saat Zaki, Ucok dan Bambang hendak keluar ruangan Bu Silvi, tiba-tiba Bu Silvi memanggil Zaki untuk duduk sebentar dan mengizinkan kedua temannya untuk menunggu di luar. Zaki duduk kembali ke kursi yang dia duduki tadi.


"Kamu Zaki yang gosipnya berpacaran dengan Tania?"tanya Bu Silvi sembari membuka kacamatanya.


"Betul bu."jawab Zaki singkat.


"Tolong nasihati pacar mu agar tidak menggoda suami saya!"ucap Bu Silvi dengan nada ketus dan tegas.


"Menggoda suami ibu? Prof. Tono?"tanya Zaki bingung.

__ADS_1


"Pacarmu itu tidak pandai seperti yang kamu duga. Dia itu memilih 4 mata kuliah suami saya semester ini. Kamu tau apa yang dilakukannya agar lulus dari mata kuliah suami saya? Dia menggoda suami saya dengan memakai rok mini dan baju ketat setiap di kelasnya. Minggu sore kemarin, saya bertemu dengan pacarmu di gereja biasa kami beribadah. Kau tau apa yang dilakukan pacarmu dan suami saya? Saya memergoki mereka bercumbu di dalam toilet gereja. Mereka benar-benar tidak BEROTAK! GILA! Di rumah Tuhan yang suci mereka bisa lakukan itu! Hiks hiks hiks"Bu Silvi menangis tersedu-sedu.


Bagaikan di sambar petir bertubi-tubi, Zaki sangat terkejut dengan apa yang disampaikan Bu Silvi. Dia tak berkata sepatah kata pun. Dia tak menyangka Tania berbuat serendah itu kepada dosen senior kampus.


"Hiks hiks hiks...saya sudah menggugat cerai suami saya saat itu juga. Karena saya sudah tidak tahan 5 tahun menikah dengannya sudah banyak mahasiswi yang dia iming-imingi agar dapat nilai bagus di mata kuliah yang dia ajarkan. Saya sungguh sudah tidak tahan!"ucap Bu Silvi sambil menghapus air mata dia dengan tisu yang Zaki berikan. Zaki masih tidak bisa membalas ucapan Bu Silvi. Dia hanya terdiam dan hatinya terasa sakit seperti di tusuk pisau yang tajam.


"Saya tau kamu itu anak yang baik, pintar dan rajin ibadah. Kamu tidak pantas mendapatkan wanita seperti itu. Tinggalkan dan lupakan wanita penggoda itu!"ucap tegas bu Silvi.


"Tolong jangan kau beritahu siapa pun tentang masalah ini. Cukup keluarga saya dan kamu yang tau. Silahkan keluar dari ruangan saya."sambung Bu Silvi dengan nada rendah.


"Baik bu. Saya akan ingat pesan ibu. Terima kasih."Zaki keluar dari ruangan bu Silvi dengan muka tertunduk dan sedih.


Bambang langsung menghampiri Zaki saat melihat dia keluar dari ruangan Bu Silvi. Zaki menundukkan kepala dan raut mukanya terlihat sedih dan kecewa.


"Ki...kenapa mukamu seperti itu? Apa yang kalian bicarakan tadi di dalam?"tanya Bambang penasaran.


Zaki tidak menghiraukan ucapan Bambang, dia terus berjalan dengan gontainya. Bambang menuntun Zaki duduk di kursi kantin dan memberikan dia air botol mineral.


"Kau seperti habis kesurupan aja!"ledek Ucok sambil menghisap rokoknya.


"Diam kau! Gak tau apa kalau teman kita sedang stres!"ucap Bambang kesal


"Aku mau pulang saja. Malas ngurusin orang udik kayak kalian!"Ucok pergi meninggalkan Bambang dan Zaki yang masih duduk di kursi kantin.


"Bang...aku ingin pulang. Kau bisa antar aku ke rumah. Nanti kau pulang bawa saja motor ku."ucap Zaki dengan nada suara lemas.


"Ok. Kau masih kuat jalan ke parkiran?"tanya Bambang

__ADS_1


"Masih."ucap Zaki singkat


Zaki dan Bambang menuju parkiran motor. Bambang membonceng Zaki yang terlihat lemas dan tak berdaya.


__ADS_2