Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Guru baru yang aneh


__ADS_3

Keesokan hari di sekolah Zaenab...


Saat jam istirahat, seperti biasa Zaenab dan keempat sahabatnya makan di kantin. Saat mereka menikmati bubur ayam sembari mengobrol, datanglah teman sekelas mereka yang bernama Budi ke meja yang mereka duduki.


"Nab...kamu disuruh guru matematika yang baru ke kantor guru,"ucap Budi.


"Hah? Ada apa ya,Bud?"tanya Zaenab heran.


"Aku juga gak tau. Tadi pas aku lewat kantor guru, aku di panggil guru matematika itu. Dia bilang tolong panggilkan Zaenab siswi kelas 12. Yang namanya Zaenab di kelas 12 itu hanya kamu, gak ada lagi."ucap Budi.


"Hari ini aku kan gak ada pelajaran matematika. Terus kenapa aku di panggil ya? Hmm..."Zaenab berpikir keras sembari mengunyah makanannya.


"Pokoknya guru itu bilang kamu di minta datang segera ke ruang guru. Ada hal penting yang ingin dia bicarakan."ucap Budi.


"Ok deh Bud...Makasih ya..."


"Sama-sama. Aku pergi ke kelas dulu ya, guys..."ucap Budi


"Selesai kita makan, tolong kalian temani aku ke kantor guru ya..."ajak Zaenab kepada teman-temannya.


"Maaf Nab...aku gak bisa. Mau kerjain PR Bahasa Inggris sebelum Miss Yanti masuk kelas. Kamu tau sendiri kan Miss Yanti kalau marah langsung keluar tanduknya. Iiihh...seram!"ucap Ratna


"Kamu itu kebiasaan deh PR itu Pekerjaan Rumah, kerjainnya di rumah bukan di sekolah!"Yuni menasihati Ratna.


"Iye deh...yang sekarang udah bisa pelajaran Bahasa Inggris!"Ratna memonyongkan bibirnya.


"Bukannya begitu. Elu harusnya belajar di rumah lebih serius. Kita ini mau UN masih aja main-main!"ucap Yuni.


"Iya nyonyah...iya..."ucap Ratna sembari memasang wajah sebal.


"Gak usah berantem! Aku temani Ratna kerjain pr di kelas. Rini dan Yuni temani Zaenab ke kantor guru."ujar Eka.

__ADS_1


"Setuju!"ucap mereka berempat.


"Ayo, kita habiskan makanan kita!"ajak Zaenab


Sekolah Zaenab terdiri dari 3 gedung. Gedung A untuk siswa SMA, Gedung B untuk siswa SMK dan gedung C untuk siswa STM. Tiap unit memiliki kantor kepala sekolah dan guru masing-masing. Ada sebagian guru yang mengajar di unit SMK dan STM, ada juga yang mengajar di tiga unit tersebut.


Suasana di kantor guru sangat sepi, sebagian guru ada yang sedang mengajar di unit SMA atau STM dan sebagian lagi sedang mencari makan di luar sekolah. Tinggalah guru matematika, Pak Supari dan guru Bahasa Inggris, Miss Yanti yang sedang duduk di kursinya masing-masing. Sebelum masuk kantor guru, Zaenab mengetuk pintu kantor tersebut sembari mengucap salam.


"Assalammualaikum. Permisi pak dan ibu."ucap Zaenab.


Rini dan Yuni mengikuti Zaenab dari belakang. Mereka melewati meja Miss Yanti karena meja Pak Supari berada di pojok ruangan.


"Kami permisi ya bu..."ucap Zaenab sembari menundukkan kepalanya.


"Permisi pak...bapak panggil saya?"tanya Zaenab dengan sopan.


"Iya. Kamu duduk dulu. Loh...kok kamu kesini bawa rombongan?"ucap Pak Supari


"Kami dari kantin,pak. Jadi sekalian saja kesini."jawab Zaenab sambil melirik ke teman-temannya.


Zaenab dan teman-temannya merasa ada yang janggal dengan guru tersebut.


"Ada apa ya pak?"tanya Zaenab.


"Oh begini. Saya dengar dari semua guru, kamu itu siswi berprestasi di sekolah ini tapi kok saya lihat nilai matematika mu selalu ngepas kkm. Kamu gak bisa berhitung?"sindir Pak Supari kepada Zaenab.


Zaenab dan kedua temannya terkejut mendengar sindiran dari Pak Supari. Zaenab yang di sindir diam sejenak dan tak berani membalas ucapan Pak Supari. Sedangkan kedua temannya sudah gemas mendengar ucapan Pak Supari yang tidak bermutu itu.


Jam di kantor guru menunjukkan jam 11 siang berarti waktunya jam pelajaran berikutnya. Rini yang tidak suka melihat sikap Pak Supari ke Zaenab berinisiatif untuk menyembunyikan bel yang ada di kantor guru.


'kriiingg...kriiingg...' Rini memencet tombol bel yang ada di kantor guru.

__ADS_1


"Maaf pak kita harus segera masuk kelas."ucap Rini


"Kalian berdua ke kelas aja duluan. Biar Zaenab disini sama saya."


Mendengar ucapan Pak Supari seperti itu Zaenab,Rini, dan Yuni semakin tidak nyaman berlama-lama di kantor guru.


"Sudah tidak ada lagi yang ingin bapak bicarakan dengan saya kan? Jadi kami pamit ke kelas dulu pak."ucap Zaenab sembari menarik kedua tangan Rini dan Yuni.


"Eh...nanti dulu. Urusan saya dan kamu belum selesai. Biar teman-temanmu saja yang kembali ke kelas duluan!"tegas Pak Supari sembari menarik lengan Zaenab.


Tiba-tiba terdengar langkah kaki menuju meja pak Supari.


"Mereka ada jam pelajaran saya sekarang. Jadi biarkan mereka masuk ke kelas."ucap Miss Yanti dengan suara tegasnya.


Mendengar ucapan Miss Yanti yang tegas. Akhirnya dengan wajah kesal Pak Supari membiarkan Zaenab dan teman-temannya keluar kantor guru. Saat keluar ruang guru Zaenab,Rini,dan Yuni menarik nafas panjang. Mereka segera pergi ke kelas di dampingi Miss Yanti.


"Kalian harus hati-hati dengan guru baru itu!"Miss Yanti memperingatkan Zaenab dan teman-temannya.


"Memang kenapa,bu?"tanya Yuni penasaran.


Zaenab dan Rini yang juga penasaran, menunggu jawaban dari Miss Yanti.


"Pokoknya hati-hati saja! Sudah jangan banyak tanya!"tegas Miss Yanti.


Mereka bertiga segera masuk ke dalam kelas dan Miss Yanti mengikuti dari belakang.


Eka dan Ratna yang melihat kedatangan ketiga temannya dengan wajah yang bercucur keringat.


"Eh,kalian dari mana? Lama banget datangnya?"tanya Eka.


"Iya...udah gitu bisa datang bareng sama Miss cerewet itu!"ucap Ratna.

__ADS_1


"Hush! Jangan kenceng ngomongnya,Na! Nanti dia dengar lagi!"ucap Rini.


"Pokoknya panjang deh ceritanya. Nanti saat pulang sekolah gue ceritain deh."ucap Zaenab.


__ADS_2