
Menepati janjinya semalam, Zaki pun bersiap-siap mengantar Zaenab ke sekolah. Dia sudah mandi saat subuh lalu sarapan pagi bersama keluarganyaa.
Zaki mengantar Zaenab dengan motor. Perjalanan ke sekolah Zaenab hanya memakan waktu 10 menit dengan motor dan 20 menit dengan berjalan kaki.
"Nah...sudah sampai!"ucap Zaki
"Kenapa abang nganterin aku sampai masuk ke parkiran motor sih?"bisik Zaenab yang risih di tatap oleh banyak siswa di parkiran motor.
"Kenapa risih? Satpamnya aja membolehkan abang masuk, gak melarang. Kamu lupa kalau babe kita dewan yayasan di sekolah ini?"
"Oh iya ya...pantas saja tadi Pak Giyo,satpam sekolah membukakan pintu gerbang untuk kits. Aku lupa bang...hehehe"Zaenab menggaruk-garukkan kepalanya sembari tertawa.
"Kamu itu low profile boleh tapi sekali-kali gunakan kekuasaan nama babe donk..."ucap Zaki sembari mencubit kedua pipi Zaenab.
"Stop bang! Malu aku di lihat semua orang. Disangkanya abang pacar aku lagi!"Zaenab melirik ke kanan dan ke kiri terus berulang kali.
"Biarkan mereka berpikir begitu,abang gak peduli! Kamu pulang jam brp?"
"Sekitar jam 2 bang"jawab Zaenab singkat
"Mungkin abang akan telat 20 menit karena mau ke rumah bang Ucok. Mau kerjain skripsi sebentar. Gak apa-apa kan?"
"It's Ok bro"Zaenab membuat huruf O di jarinya.
"Wait for me, Ok?"
"Ok...my handsome bro."Zaenab membalas dengan menarik kumis tipis abangnya yang ada di bawah hidung.
"iisshhh...sakit tau!"Zaki meringis kesakitan tetapi tersenyum.
"Belajar yang benar ya!"Zaki mulai menyalakan motornya.
"Siap komandan!"Zaenab melambaikan tangan ke arah Zaki.
Saat Zaenab mengobrol dengan Zaki di parkiran ada dua orang yang sedang menatap mereka berdua dengan intens. Salah satu dari mereka tidak mengetahui jika Zaki adalah abangnya Zaenab. Orang yang satu lagi langsung menghampiri Zaenab yang masih berdiri di depan parkiran motor.
"Kamu diantar abangmu?"tanya Andi
"Kaget! Kirain siapa!"Zaenab mengelus dadanya yang tersentak mendengar sapaan dari Andi.
"Kok kalian mesra sekali seperti orang pacaran?"tanya Andi dingin
"Tidak ada yang salah kalau mesra dengan abang sendiri. Kenapa kamu yang pusing?"Zaenab heran dengan pertanyaan Andi.
"Sorry...aku mau ke kelas dulu. Permisi..."Zaenab yang tak mau berbicara panjang akhirnya pergi meninggalkan Andi menuju kelasnya.
"Jutek sekali dia! Aku semakin penasaran."ucap Andi dalam hati sambil memandang punggung Zaenab.
"Jangan di lihatin terus bro...di tembak aj! Mumpung belum ada yang punya."ucap Surya sambil menepuk pundak Andi.
"Tiba-tiba muncul aja kayak jelangkung!"ucap Andi kesal
"Sialan Lu! Kaki gue berpijak ke tanah nih liat...!"Surya menghentakkan kakinya ke tanah berulang kali.
"Just joke bro...gitu aja marah!"ucap Andi sembari memiting leher Surya.
"Sakit bro! Udah kita masuk kelas guru killer mau datang tuh...!"Surya menunjuk Miss Yanti yang akan menuju gedung STM.
__ADS_1
"Ayo!"ajak Andi singkat
Saat istirahat... Zaenab dan teman-temannya melihat siswa STM dan dua orang guru laki-laki sedang duduk di pojok meja kantin. Mereka duduk di meja yang biasa Zaenab dan teman-temannya duduki.
"Yaahh...keduluan sama anak STM deh kita!"ucap Ratna memasang muka cemberut.
"Aku mau usir mereka dari meja kejayaan kita!"sambung Ratna kesal
Ratna yang hendak berjalan menuju meja tersebut langkahnya di tahan oleh Rini dan Eka.
"Sabar na...siapa aja boleh duduk di kursi itu. Kantin kan milik umum."ucap Eka menenangkan Ratna.
"Kita duduk di seberang mereka saja kan kosong itu!"ucap Rini
"Bilang aja lu mau deket-deket sama Surya kan? Ketahuan nih..."ledek Yuni sembari tertawa
"Hush...jangan kencang-kencang ngomongnya nanti kedengaran. Gue jadi malu..."Rini memasang muka malu sembari mencuri pandang ke arah meja Surya.
"Eh si Zaenab mana sih? Lama banget di ruang guru."ucap Yuni heran
"Kita pesanin aja dia mie ayam yamin pangsit, itu kan kesukaan dia."ucap Rini
"Ok. Gue ke tukang mie ayamnya dulu ya.."Yuni beranjak dari duduknya dan pergi ke tukang mie ayam.
Beberapa menit kemudian Zaenab datang.
"Sorry guys nunggu lama ya?"tanya Zaenab
"Ini mie ayam lu sudah ada, di makan dulu. Minumnya belum di pesan."ucap Eka
"Makasih ya...aku sudah bawa minum dari rumah. Kok tumben kita duduk disini?tanya Zaenab
Di meja tersebut terlihat Pak Supari, Pak Rudi, Surya dan Andi. Saat Zaenab melihat ke arah meja itu, Pak Supari menatap Zaenab dengan tatapan yang tajam dan tersenyum manis ke arahnya. Zaenab langsung duduk di mejanya dan menikmati mie ayam yang sudah di pesan teman-temannya.
"Lu kok lama banget di ruang guru,Nab?"tanya Rini sembari menghabiskan mie ayamnya.
"Iya tadi di panggil bu Mulyati terus menghadap Pak Kepala Sekolah. Katanya gue mau di ikuti lomba debat bahasa Inggris se-DKI."
"Serius lu? Kapan lombanya?"tanya Eka
"Insya allah minggu depan. Tapi pas tanya gue sama siapa saja yang ikut. Bu Mulyati bilang nanti jam pelajaran terakhir gue izin pelajaran Bindo, ikut briefing lomba. Pas brifieng baru gue tau siapa partner gue."jelas Zaenab
"Mungkin sama sih Rahma anak akuntansi."ucap Yuni
"Oohh...kalau dia ikut lomba akuntansi sama si Ari."ucap Zaenab
"Gue jadi calon peserta lomba karena di pilih oleh Ms. Yanti."sambung Zaenab
"Panteslah lu di pilih secara bahasa Inggris lu bagus dan pinter! Kalau gue kan cuma bisa bilang 'yes...no...'aja!"ucap Ratna
"Aaahh...lu kebanyakan nonton film biru sih,Na...!"ucap Eka. Tiba-tiba kaki Eka di injak oleh Ratna dan Eka merasa kesakitan.
"Apaan tuh film biru?"tanya Zaenab penasaran
"Lu bener-bener gak tau atau pura-pura gak tau?"tanya Rini heran dengan pertanyaan dari Zaenab
"Gue bener-bener gak tau guys...! Di rumah gue ada tv kabel tapi semua ada acaranya gak berlayar biru seperti yang Eka bilang."jawab Zaenab polos
__ADS_1
"Astaga...si Zaenab pinter di pelajaran tapi gak pinter bahasa hal begituan...hahaha"Ratna tertawa kencang sampai terdengar oleh orang-orang yang makan di kantin.
"Film biru? Begituan? Apaan sih kalian? Dari pada gue di ketawain terus mending tanya uncle google aja!"Zaenab berselancar di uncle google mencari arti kata-kata tersebut. Saat mendapatkan artikel dari kata-kata tersebut Zaenab kaget dan menggelengkan kepalanya.
"Dasar kalian bertiga otaknya perlu di brainwash pake pemutih biar bersih dari pikiran kotor!"ucao Zaenab memasang wajah kesal.
"Salah lu sama yuni jadi anak rumahan. Gue, Eka dan Rini kalau pulang sekolah pasti nonton gituan dulu di rumah gue."ucap Ratna bangga
"Kita berdua diajak Ratna loh..."ucap Eka sambil menunjuk Rini.
"Biarin aja gue dan Zaenab jadi anak rumahan yang penting otak kita masih bersih dari hal-hal yang merusak iman!"tegas Yuni
"Sudah! Kenapa kita jadi bertengkar disini. Kalau sudah selesai kita bayar makanan kita masing-masing dan masuk ke kelas."ucap Zaenab sambil beranjak berdiri dari kursinya.
Saat Zaenab berjalan pergi dari kantin, tiba-tiba Pak Supari memanggilnya.
"Zaenab...tolong kesini sebentar!"teriak Pak Supari
Zaenab kaget dan tertegun, batinnya berkata,"kenapa dia di panggil guru itu lagi".
Akhirnya Zaenab datang ke meja pojok kantin tempat Pak Supari duduk.
"Ada apa pak?"tanya Zaenab dingin
"Ayo ikut saya ke kantor guru. Saya akan berikan hasil ulangan kemarin tapi kamu saja yang ke ruang guru. Teman-temanmu biarkan kembali ke kelas."ucap Pak Supari dengan senyum sinis.
Mendengar ucapan Pak Supari, semua orang yang duduk di meja tersebut tertegun dan heran. Teman-teman Zaenab yang mendengar ucapan Pak Supari merasa kesal. Rini berusaha menarik tangan Zaenab tapi dia menghempaskannya. Rini terkejut dengan sikap Zaenab tersebut.
"Baik pak."ucap Zaenab sembari berjalan di belakang Pak Supari dan Pak Rudi menuju kantor guru.
Keempat teman Zaenab diam membeku melihat sikap Zaenab yang menurut kepada guru itu. Mereka tidak menyangka Zaenab pergi seorang diri ke kantor guru bersama guru pedofil itu.
"Guys...kok Zaenab gak nolak diajak sama guru pedofil itu?"tanya Yuni penasaran
"Gue juga bingung, tadi gue mau narik tangan dia supaya menolak ajakan guru itu tapi malah di tolak sama Zaenab."ucap Rini dengan perasaan kecewa.
"Gak biasanya Zaenab begitu. Jangan-jangan dia sudah di guna-guna sama si pedofil itu!"ucap Ratna
"Hush! Jangan asal bicara! Kita belum punya buktinya!"jawab Rini kesal.
"Sorry nih...kalian ngomongin siapa sih? Dari tadi bilang guru pedofil dan yang terakhir guna-guna."Surya mendengar pembicaraan keempat teman Zaenab yang duduk di seberang mereka.
"Eh...gak kok biasa gibahan cewek-cewek jaman now. Kalian cowok kok demen nguping obrolan cewek sih?"Ratna memasang muka jutek.
"Sorry...kepo dikit boleh donk.."Surya tersenyum manis ke arah Rini.
"Boleh aja tapi kenalin donk teman lu, Sur..."pinta Eka sambil tersenyum malu.
"Oh iya...ini teman sekelas gue namanya Andi. Dia pindahan dari Semarang."Surya mendorong Andi agar mau menghampiri teman-teman Zaenab. Andi pun menjulurkan tangan kanannya dan memperkenalkan dirinya kepada keempat teman Zaenab.
"Iiihh...lu ganteng banget deh...!"puji Ratna dengan tersipu malu.
"Di...masih jomblo gak? Kita berempat masih available looh..."ucap Eka malu-malu
"Berempat? Rini kan gebetan gue, gak masuk hitungan donk!"ucap Surya dengan nada tinggi.
"Bukan Rini tapi itu si Zaenab!"ucap Yuni sembari menunjuk Zaenab yang sedang menuju kantor guru.
__ADS_1
Andi tersenyum senang ketika Yuni bilang kalau Zaenab masih jomblo.
"Gue pasti bisa dekat dengan Zaenab!"ucap Andi dalam hati sambil melihat Zaenab dari jarak jauh.