
Setelah selesai sarapan, Zaki dan Bambang segera menuju kost-kostan milik Siska, sepupu Tania. Berdasarkan informasi dari adik kelas kenalan Bambang, kostan Siska hanya beberapa meter saja dari kampus. Siska tinggal di kostan khusus perempuan, satpam di kost-an tersebut hanya mengizinkan Zaki dan Bambang duduk di ruang tunggu bawah, sedangkan kamar kost Siska berada di lantai dua. Pak Satpam menuju
lantai dua untuk memanggil Siska.
Muncullah seorang perempuan cantik, kulitnya putih, rambut di ikat keatas dan memakai kaos serta celana pendek rumahan berjalan bersama Pak Satpam. Perempuan tersebut mengernyitkan dahinya seakan-akan bingung dengan kedatangan Zaki dan Bambang.
"Sorry...Kalian siapa ya?"tanya Siska bingung.
"Maaf mengganggu,Siska. Aku Zaki dan ini Bambang dan kita satu kampus tapi beda angkatan."Zaki memperkenalkan diri.
"Zaki? Kamu pacarnya kak Tania kan?"tanya Siska kaget.
"Iya."jawab Zaki singkat.
"Ada perlu apa kesini?"ucap Siska dengan muka sinis dan acuh.
"Kami kesini hanya ingin ngobrol dengan kamu tentang Tania,sepupumu. Boleh kan?"tanya Bambang sopan.
"Boleh aja sih...mau minum apa? Nanti aku ambilkan di kantin kost."
"Terserah kamu saja. Terima kasih."jawab Zaki sopan.
"Ok. Tunggu sebentar."Siska beranjak pergi menuju kantin kost nya. Zaki dan Bambang menatap punggung Siska yang pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ki...sepupunya Tania gak kalah cantik. Boleh donk aku masukkin ke daftar calon gebetan aku...hehehe"ucap Bambang senang.
"Elu tuh Bang.. gak bisa lihat cewek cantik dikit mau di gebet. Emang itu cewek mau sama elu?"ledek Zaki.
"Yang penting usaha dulu nanti kita tunggu hasilnya!"jawab Bambang penuh percaya diri.
"Ssssttt...diam! Siska datang tuh...!"ucap Zaki memberitahukan Bambang agar tidak membahas Siska.
Siska datang dengan membawa tiga botol minuman teh dingin di tangannya dan meletakkannya di meja ruang tunggu.
"Silahkan di minum."ucap Siska sambil menyodorkan botol minuman ke Zaki dan Bambang.
"Makasih."jawab Zaki dan Bambang bersama. Mereka berdua meminum minuman yang disediakan Siska.
__ADS_1
"Ada apa dengan kak Tania sampai kalian mencari ku? Dia tidak pulang lagi ke rumah? atau dia masih suka clubbing tiap malam?"Siska bertanya bertubi-tubi tentang Tania.
"Apa?!"tanya Zaki terkejut.
"Kau ini pacarnya masa tidak tau kelakuan dia sehari-hari? atau jangan-jangan kau ini pacar dia yang kesekian? hahahaha"Siska tertawa tebahak-bahak.
"Hati-hati mba kalau bicara! Itu namanya main asal tuduh!"ucap Bambang.
"Aku gak asal tuduh, memang kenyataannya seperti itu. Kak Tania itu hanya cantik luarnya saja, dalamnya busuk!"ucap Siska emosi.
Zaki dan Bambang sangat terkejut mendengar ucapan Siska tadi. Entah mengapa Siska berani berbicara seperti itu tentang Tania.
"Kamu sepertinya benci sekali dengan Tania? Ada masalah apa kamu dengan Tania?"tanya Zaki penasaran.
"Aku benar-benar membencinya! Dia mengusirku dari rumahnya dan menuduhku menggoda papinya! Padahal sudah jelas di cctv rumahnya terlihat papi nya yang berusaha menggoda ku dan mau memperkosa ku tapi dia tidak percaya. Malah mengusirku dan menyebarkan gosip buruk tentang diriku. Dia bilang aku penggoda suami orang dan sepupu tidak tau diri!"Siska emosi dan menarik nafas panjang.
"Kamu punya bukti kalau papi Tania mencoba memperkosa mu?"tanya Zaki.
"Ada. Sebentar aku cari dulu di hp ku."Siska menyalakan hp nya dan mencari-cari video cctv rumah Tania.
Dari video tersebut terlihat jelas, Siska sedang tidur dan papi Tania celingak- celinguk takut dilihat orang saat membuka pintu kamar Siska dengan kunci cadangan. Lalu papi Tania masuk dan mengunci pintu dari dalam. Papi Tania berusaha mencoba memperkosa Siska dan Siska terlihat melawan sekuat tenaga dan mendorong papi Tania hingga terjatuh ke bawah ranjang kasurnya.
Zaki dan Bambang saling menatap dan pandangan mereka berhenti di wajah Siska yang sedih.
"Kita percaya."jawab Bambang.
"Apa masalahmu dengan pacarmu,Tania?"tanya Siska sembari menunjuk Zaki.
"Aku mendengar kabar kalau Tania sering menggoda dosen senior di kampus. Kamu dengar tidak kabar itu?"tanya Zaki.
"Hahaha.. Soal itu aku sudah dengar dari senior di fakultasku. Aku rasa itu bukan hanya gosip tapi realita. Karena aku pernah lihat sendiri di ruangan dosen Prof. Tono, hanya demi nilai A+ dia melakukan hal plus-plus bersama dosen tersebut. Bukan hanya aku yang memergoki mereka tapi OB di kampus sering melihat Tania mondar-mandir di ruangan Prof. Tono."ucap Siska.
"Kau tau wajah cantik sepupu ku itu tidak secantik perilaku dan hatinya."sambung Siska.
Zaki dan Bambang mendengar hal tersebut diam membeku dan tak bisa berbicara sepatah kata pun. Siska menatap Zaki yang terlihat lemas dan tak bersemangat seperti awal datang. Siska sadar jika hal yang dia katakan tentang Tania pasti akan menyakiti Zaki tapi Zaki harus tau kenyataan yang sebenarnya.
"Hei!! Zaki!! Kau baik-baik saja?"teriak Siska sambil menggoyangkan bahu Zaki. Bambang pun membantu Siska menyadarkan Zaki dengan menampar muka Zaki.
__ADS_1
Plak!
"Aaww! Saaakkiittt!"teriak Zaki.
Siska dan Bambang bernafas lega dan kembali ke kursi mereka masing-masing.
"Aku takut kau seperti kemarin jadi ya aku tampar wajahmu...sorry ya Ki...hehehe"ucap Bambang.
"Jadi apa yang bisa aku bantu?"tanya Siska.
"Aku minta tolong kau untuk memata-matai Tania selama 3 hari. Aku butuh bukti akurat dari hasil pengintaianmu yang harus kau laporkan kepadaku. Kamu mau?"tanya Zaki.
"Ok. Aku mau membantu mu tapi dengan satu syarat."jawab Siska.
"Apa itu? Kalau soal bayaran mu, aku hanya bisa membayarkan bensinmu saja selama tiga hari."ucap Zaki menegaskan.
"Bukan itu yang ku mau."ucap Siska.
"Lalu apa?"tanya Zaki bingung.
"Aku minta kau bisa menerima kenyataan pahit tentang sifat dan sikap asli sepupuku itu. Dan aku minta lebih baik kau menyudahi hubungan mu dengannya karena bagaimanapun hubungan kalian tidak akan berjalan dengan baik kedepannya."ucap Siska.
"Mengapa kamu berbicara seperti itu? Terserah Zaki donk mau melanjutkan atau tidak."sahut Bambang.
"Kalian berdua itu bukan hanya berbeda agama. Banyak sekali perbedaan yang kalian miliki. Kau ini taat dalam beribadah, pintar, cerdas dan digandrungi banyak cewek di kampus."
"Termasuk kamu juga?"sahut Bambang.
"Apa maksudmu? Sorry ya...kalian berdua bukan tipe cowok idaman ku!"tanya Siska emosi.
"Maksud ku...perbedaan sahabat mu ini dengan sepupu ku bukan hanya di agama tapi sikap,sifat dan karakter mereka berdua sangat jauh berbeda. Bagaikan bumi dan langit. Tania itu pintar menutupi kebusukkannya dengan paras cantiknya sedangkan teman mu ini menjalankan hidup apa adanya."sambung Siska.
"Terima kasih atas beberapa pujianmu. Masalah permintaan mu, aku akan pertimbangkan setelah memiliki bukti akurat dari hasil pengintaian mu."ucap Zaki.
"Ok. Aku pegang ucapanmu. Aku akan melakukan tugas ku dengan sebaik-baiknya."ucap Siska optimis.
"Kapan aku bisa mulai?"tanya Siska.
__ADS_1
"Besok."jawab Zaki singkat.
"Ok. Aku siap!"jawab Siska.