Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Zaenab menghilang


__ADS_3

Pagi ini Zaenab pergi berolahraga bersama teman-temannya. Babe mengantarnya ke stasiun kereta karena dia sudah janjian bertemu sahabatnya disana. Sampai di stasiun kereta Zaenab langsung di hampiri oleh Rini dan Yuni. Melihat Zaenab sudah bertemu dengan teman-temannya, babe pergi melajukan motornya kembali ke rumah. Semua sahabat Zaenab sudah berkumpul, mereka berdiri di peron yang sama agar tidak terpisah.


Kereta yang mereka tunggu-tunggu sudah datang. Gerbong khusus wanita yang ingin di masuki Zaenab sangat penuh. Zaenab dan teman-temannya berusaha masuk walaupun harus desak-desakan. Alhasil Zaenab harus terdorong ke luar gerbong dan dia terjatuh di lantai peron. Tak lama kereta yang di naiki teman-teman Zaenab melaju dan meninggalkan Zaenab seorang diri di peron kereta tersebut. Zaenab mencoba berdiri dan duduk di kursi peron untuk membersihkan luka di lutut dan siku tangannya akibat terjatuh tadi dengan tisu basah. Ketika dia sedang membersihkan lukanya, seseorang berdiri di hadapannya. Zaenab yang sedang sibuk membersihkan lukanya, tak menghiraukan orang tersebut.


"Mau aku bantu?"tanya pria tersebut.


"Tidak perlu,terima kasih."ucap Zaenab tanpa melihat wajah pria tersebut.


"Aku punya obat penghilang luka dan plester. Mari aku bantu..."


"Tidak...terima kasih. Maaf saya tidak terima bantuan orang asing."Zaenab masih sibuk mengelap lukanya tersebut.


"Kamu menganggapku orang asing, Zaenab?"


Zaenab mengangkat wajahnya dan melihat wajah pria yang ada di hadapannya.


"Andi? Aku kira siapa! Maaf ya... mulai sekarang aku tidak boleh berbicara atau dekat dengan orang asing, begitu kata babe."ucap Zaenab sembari tersenyum kepada Andi.


"Tidak apa-apa. Aku ngerti kok...Sini aku obati luka mu."ucap Andi sambil mengeluarkan obat luka dan plester yang ada di tas pinggangnya.


"Apa kamu selalu membawa perlengkapan P3K?"


"Tidak juga. Kebetulan hari ini aku ingin saja membawa obat luka dan plester, siapa tau saja bermanfaat."


"Sangat bermanfaat. Terima kasih ya Andi..."ucap Zaenab.


"Sama-sama."sahut Andi dengan melebarkan senyumnya.


"Oh iya...kok kamu bisa terdampar disini juga?"


"Iya...tadi aku datang terlambat. Surya sudah naik kereta dengan teman-teman ku yang lain jadi aku di tinggal deh..."


"Oh begitu. Berarti kita senasib donk..."


'Tring Tring Tring' (bunyi ponsel Zaenab)


"Rini telepon nih...sebentar ya,Ndi..."ucap Zaenab sedangkan Andi hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan Zaenab.


"Halo...halo...Nab...elu dimana?"tanya Rini khawatir.


"Gue masih di stasiun, lagi tunggu kereta datang."


"Aduuhh...sorry banget kita jadi tinggalin elu sendirian di stasiun. Gue sama teman-teman sudah sampai stasiun taman hutan kota. Apa perlu kita semua balik ke stasiun tadi buat jemput elu?"


"Gak perlu Rin...kalian lanjut aja ke taman, nanti gue nyusul."


"Gak gak gak! Gue gak mau tinggalin elu sendirian, takut ada yang macam-macam sama elu. Kita semua balik jemput elu ya..!"

__ADS_1


"Gak usah...gue ditemani Andi di stasiun kok...kalian lanjut aja perjalanannya."


"Andi? Andi temannya Surya,cowok gue?"


"Iya. Dia juga ketinggalan kereta sama kayak gue. Udah kalian gak usah khawatir sama gue."


"Ok. Gue yakin Andi bisa jaga dan lindungi elu. Kita tunggu di taman ya...kalau sudah nyampe telepon gue!"


"Iya"Zaenab menutup ponselnya dan memasukkannya ke tas selempang miliknya.


"Teman-teman mu pasti khawatir sama kamu kan?"tanya Andi.


"Iya. Oh iya Andi...jangan lapor Bang Zaki ya kalau aku terpisah dari teman-teman. Nanti dia marah-marah gak jelas sama aku!"


"Ok."jawab Andi sembari tersenyum.


'Deng Deng Deng Deng' (bunyi speaker informasi stasiun)


'Kami infokan kepada pengguna kereta jurusan Jakarta, kereta masih berada di stasiun Bojong Gede dikarenakan ada gangguan teknis di stasiun tersebut. Terima kasih.' (suara petugas informasi)


"Kamu dengar itu? Keretanya masih jauh. Kalau kita tunggu terus keretanya bisa-bisa kita gak dapat nilai olahraga dari Pak Budi."


"Kita naik ojek online saja. Aku pesan sekarang ya..."Zaenab mengambil ponselnya dan membuka aplikasi ojek online. Tiba-tiba tangan Andi menarik ponsel Zaenab.


"Loh Ndi...kembalikan ponsel ku. Aku mau pe..."belum sempat Zaenab melanjutkan kata-katanya, Andi sudah menarik tangan Zaenab keluar stasiun.


"Eh Ndi...kita mau kemana?"tanya Zaenab bingung.


"Oohh"Zaenab diam di tempat sedangkan Andi sudah berjalan ke motornya yang terparkir. Melihat Zaenab diam berdiri di pintu keluar stasiun, Andi pun menggenggam tangan Zaenab dan berjalan bersama menuju motornya.


"Kamu pakai Jaket aku. Aku ada jaket cadangan di bagasi dan ini helm mu."Andi menyodorkan jaket dan helmnya ke arah Zaenab.


"I-iya. Terima kasih."Zaenab memakai jaket dan helm Andi.


"Ayo naik!"ucap Andi. Zaenab pun naik ke jok belakang motor.


"Pegangan perut ku ya..."


"Sorry...kita bukan muhrim."


"Oh iya...lupa! Yaudah kamu pegang jaket aku saja. Pegang yang kencang ya..."


"Ok"Zaenab mencubit di kedua sisi kanan dan kiri jaket Andi. Andi yang melihat cubitan di jaketnya tersenyum senang.


Andi mengemudikan motornya dengan kecepatan penuh (ngebut), dia beralasan kepada Zaenab takut kehabisan waktu praktek olahraga. Zaenab tak bisa berbicara sepatah kata pun jika berhubungan dengan sekolah karena dia tidak ingin dirinya dan Andi tidak mendapat nilai praktek olahraga.


Perjalanan dari stasiun ke taman hutan kota menghabiskan waktu 10 menit saja dengan motor yang memacu dengan kecepatan tinggi. Sampai di pintu masuk taman, Andi memarkirkan motornya dan mereka berdua berlari kecil menuju pos dimana Pak Budi berdiri. Saat berlari kecil tersebut, Andi menggenggam tangan Zaenab dengan kencang. Dia tak ingin Zaenab tersesat karena suasana di taman tersebut sedang ramai pengunjung. Zaenab yang di genggam tangannya diam seribu bahasa dan dia hanya bisa menatap Andi. Ketika Zaenab melihat Pak Budi dan murid-murid yang lain sedang berkumpul, dia melepaskan genggaman tangan Andi dengan lembut. Andi mengerti kenapa Zaenab melepaskan genggamannya tersebut.

__ADS_1


"Maaf Pak, kami terlambat."ucap Andi.


"Ugh...kalian berdua ini kemana saja. Kenapa lama sekali datangnya? Jangan bilang kalian jalan-jalan berdua dulu ya?"ucap Pak Budi.


"Tidak pak! Kami ketinggalan kereta tadi jadi saya nebeng sama Andi naik motornya."ucap Zaenab membela diri.


"Kamu kesini naik motor sama Andi? Memangnya kamu sudah punya SIM,Ndi?"


"Hehehe...belum pak."ucap Andi sembari menggosok-gosokkan tengkung belakang lehernya.


"Kamu ini hanya boleh di izinkan naik motor ke sekolah saja tidak sampai sejauh ini. Kalau kamu mengulangi hal tersebut lagi, saya hukum kerja sosial di sekolah selama satu bulan. Mengerti kamu?"


"Saya mengerti pak. Maafkan saya."


"Lalu kenapa lutut dan tangan mu luka-luka Zaenab? Jatuh dari motor?"


"Bukan pak! Saya tadi terdorong dari gerbong kereta."


"Kamu bisa ambil nilai lari? Kalau kamu tidak bisa, kamu lari saja keliling lapangan sekolah besok."


"Saya bisa pak. Tidak parah lukanya pak."


"Kamu yakin?"


"Insya allah saya bisa."


"Baiklah. Ambil posisi, kamu juga Andi."


"Siap pak!"


Andi, Zaenab dan dua murid laki-laki yang datang terlambat, bersiap-siap mengambil posisi untuk lari. Keempat murid tersebut berlari dengan penuh semangat. Saat di garis finish, Andi berlari di posisi pertama, di susul oleh kedua murid laki-laki tersebut. Andi menunggu Zaenab di garis finish tapi dia tidak muncul-muncul juga.


"Andi! Kamu tadi lihat Zaenab tidak?"tanya Pak Budi.


"Tadi saya lihat dia ada di belakang saya seharusnya dia sudah tiba sekarang."ucap Andi.


"Ini sudah 30 menit tapi dia belum datang juga."ucap Pak Budi khawatir.


"Elu yakin Zaenab ada di belakang elu tadi?"tanya Rini.


"Yakin gue!"jawab Andi.


"Gak mungkin dia kesasar kan? Dia sering kesini tiap bulan."ucap Rini.


"Pak, izinkan saya mencari Zaenab."ucap Andi.


"Kami juga mau ikut mencari sahabat kami pak."jawab Rini.

__ADS_1


"Baiklah. Bagi murid yang sudah mengambil nilai lari silahkan pulang. Yang lain ikut saya mencari Zaenab."perintah Pak Budi.


Kira-kira kemana Zaenab pergi ya readers?? Ayo tebak...☺


__ADS_2