Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Gagal lagi!


__ADS_3

Zaki POV


Semalam aku sudah berjanji kepada adik ku akan mengantar dan menjemput dia sekolah. Dia adik ku satu-satunya dan aku tidak mau ada orang yang menganggunya apalagi diganggu oleh salah satu guru di sekolahnya. Dia memang tidak pernah pacaran karena babe melarangnya, takut dengan pergaulan anak remaja zaman sekarang yang terlalu bebas.


Aku mengantarnya pergi ke sekolah, ketika aku memutar motorku ke luar gerbang sekolah, aku melihat dari kaca spionku ada seorang siswa STM mendekatinya dan berbicara sebentar dengannya.


Hari ini aku tidak ada jadwal kuliah jadi aku pergi ke rumah Ucok untuk menyelesaikan skripsi. Sebelum ke rumah Ucok, aku menjemput Bambang terlebih dahulu.


"Lama kali kau datangnya, ki? Kalau kau tak datang aku mau lanjut mimpi indah sama Raisa...hehehe"ucap Ucok yang membuka pintu depan rumahnya setelah mendengar bunyi ketukan berkali-kali.


"Sampean belum mandi,cok?"tanya Bambang


"Belum lah bang... mandi ku kan 2 hari sekali biar irit bayar PAM."Ucok sembari menyisir rambutnya dengan air liurnya.


"Lu jorok banget sih,Cok! Buruan mandi, gak sanggup kita berdua cium bau badan lu yang apek!"ucap Zaki ketus


"Iya nih...jorok banget lu,cok!"sahut Bambang


"Oke oke...gue mandi dulu deh! Kalian masuk ke kamar aja. Bapak dan mamak ku sedang ke gereja."Ucok berjalan menuju kamar mandi sedangkan Bambang dan Zaki menuju kamar Ucok.


"Iiissshhh...jorok sekali si Ucok! Sampah bekas makanan ada di mana-mana!"keluh Zaki sembari menutup hidungnya.


"Apa lagi ini? Celana dalam dia ada di kolong tempat tidur!"keluh Bambang sambil mengambil celana dalam Ucok dengan pulpen yang ada di tangannya.


"Kita belajar di luar saja, Bang. Jijik gue lihat kamarnya Ucok!"ajak Zaki sembari menutup hidungnya dengan sapu tangannya. Bambang menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Beberapa menit kemudian Ucok keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk di pinggangnya.


"Loh loh...kalian mau kemana? Gak jadi belajarnya?"tanya Ucok heran


"Jadi, tapi kita gak mau belajar di TPA bantar gebang!"Zaki menunjuk kamar Ucok dengan dagunya.


"Maaf bang bro dan mas bro..Pembantu gue lagi mudik jadi gak ada yang bersihin kamar gue."ucap Ucok enteng

__ADS_1


"Emang lu gak bisa bersihin sendiri, Cok?"tanya Bambang


"Bisa sih.. tapi lagi Males bro...hehehe"Ucok menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal.


"Cepat kau berpakaian! Kita gak suka lihat badan kerempeng lu!"ledek Zaki


"Biar kerempeng-kerempeng gini banyak yang suka looh.."ucap Ucok sambil membusungkan badannya.


"Alah...palingan juga ibu-ibu yang gelar lapak di pasar!"ledek Bambang dan Zaki pun tertawa terbahak-bahak.


"Sialan kau,Bang!"Ucok menoyor kening Bambang.


"Aku pake baju dulu, kalian duduk saja di ruang tengah itu."ucap Ucok sambil menunjuk ruang tengah yang bersih dan banyak kue kering buatan mamaknya.


Zaki dan Bambang duduk di ruang tengah dan membuka laptop mereka masing. Tak lama kemudian Ucok datang membawa 3 cangkir teh manis hangat di atas nampan. Mereka bertiga dengan serius menyelesaikan skripsi yang sudah di revisi beberapa kali oleh dosen pembimbing.


Drrttt Drrttt Drrtt... terdengar getaran suara hp. Zaki yang merasa hp nya bergetar, segera dia mengambil hp yang ada di saku celananya. Di layar hp nya muncul nama Tania dan dia langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Tan..ada apa?"


"Aku sedang di rumah Ucok mengerjakan revisi skripsi. Kamu sedang apa?"


"Aku sedang di toko buku yang dekat kampus. Kamu bisa kesini gak?"


"Kalau sekarang aku gak bisa, belum selesai merevisi skripsi."


"Oh...yasudah. Nanti aku telepon lagi ya.."


"Ok. Kamu hati-hati nyetir mobilnya."


"Semangat ya revisinya! Salam buat Ucok dan Bambang. Bye." Tania mengakhiri percakapan di telepon.


Zaki meletakkan hp nya kembali ke saku celana.

__ADS_1


"Ki.. kenapa kau tak nyusul Tania ke toko buku itu? Revisi-an skripsi mu hampir selesai."tanya Ucok yang melirik hasil revisi-an Zaki di laptop.


"Lu ini ngintip aja punya orang! Gue harus jemput Zaenab pulang sekolah."ucap Zaki sambil melanjutkan ketikan di laptop.


"Emangnya adikmu gak bisa pulang naik angkot atau sama pacarnya gitu?"tanya Bambang


"Eh Bang...yang berani jadi pacar Zaenab harus adu silat dulu sama babe nya Zaki. Gue aja ada niat mau deketin Zaenab langsung mundur teratur. Takut di gorok pake golok sama si babe."Ucok merinding ketakutan.


"Ape lu bilang? Mau deketin ade gue? Di banting babe satu kali aja udah jadi presto badan lu,Cok!"ucap Zaki sembari tertawa terbahak-bahak dan Bambang pun ikut tertawa.


"Gue yakin suatu hari nanti badan gue pasti six pack seperti Ade Rai. Kalau sudah seperti dia, gue lempar kalian berdua ke penangkaran buaya. Biar kalian di lahap sama buaya-buaya di sana!"ucap Ucok kesal sembari cemberut kepada kedua temannya.


Zaki dan Bambang yang mendengar ucapan Ucok tertawa kencang. Ucok tambah kesal mendengar suara tertawa kedua temannya itu.


"Eh... sudah hampir jam 3. Gue pulang duluan ya...takut Zaenab kelamaan nunggu. Lagi pula revisi skripsi gue sudah beres tinggal di print dan besok kasih ke Pak Mario."Zaki memasukkan laptop ke dalam tas dan memakai jaket serta helmnya.


"Salam buat Zaenab ya ki...bilang salam sayang dari bang Ucok yang ganteng!"teriak Ucok sembari tersenyum lebar.


Zaki yang mendengar teriakan Ucok langsung menunjukkan kepalan tangan ke arah Ucok.


"Hahahaha...just kidding bro!"teriak Ucok kembali


Zaki menjalankan motornya menuju sekolah Zaenab. Perjalanan dari rumah Ucok ke sekolah Zaenab menghabiskan waktu sekitar 30 menit.


Sampai di sekolah Zaenab, Zaki melihat Zaenab duduk di halaman sekolah dan seorang laki-laki yang wajahnya terlihat dewasa menaiki motor berhenti di depan adiknya. Zaki memperhatikan wajah Zaenab yang tidak nyaman di dekati motor tersebut. Akhirnya dia mendekati Zaenab dan melihat orang tersebut menarik pergelangan tangan adiknya dan memaksanya untuk berboncengan motor dengannya. Zaki mematikan mesin motornya di depan Zaenab dan motor tersebut.


"Tidak perlu pak. Dia akan pulang sama saya."jawab Zaki yang tiba-tiba muncul.


"Ayo de...kita pulang!"Zaenab langsung berdiri menghampiri abangnya dan duduk di jok belakang motor.


"Terima kasih tawarannya pak guru. Kami pamit pulang."ucap Zaki sembari menyalakan mesin motornya.


Zaki yakin kalau laki-laki tersebut adalah guru yang sering mengganggu Zaenab. Zaki mengendarai motornya dengan kencang sehingga meninggalkan guru itu seorang diri di halaman sekolah. Dari kaca spion motornya, Zaki dapat melihat guru tersebut memasang wajah kecewa dan penuh amarah.

__ADS_1


Walaupun Zaki terlambat menjemput Zaenab tapi dia sangat bersyukur bisa menyelamatkan adiknya dari cengkraman guru tersebut.


"Sepertinya gue harus bicara sama babe masalah guru itu."gumam Zaki dalam hati sambil mengendarai motornya.


__ADS_2