Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Pengintaian (Part 3)


__ADS_3

Bu Silvi mendatangi sebuah hotel bintang lima bersama dua orang polisi dan tiga orang pria dewasa. Terlihat dua orang pria dewasa itu memegang lengan tangan Ibu Silvi dan satu pria lagi mengelus punggung Bu Silvi dari belakang.


"Sepertinya ketiga pria dewasa itu anak dari Bu Silvi."ucap Siska dalam hati.


Tak berselang kemudian muncul satu mobil sedan berwarna putih dan keluarlah 3 orang dari dalam mobil tersebut. Satu orang pria dewasa, satu orang wanita paruh baya dan satu orang gadis muda. Mereka bertiga menghampiri Bu Silvi dan polisi yang sedang berdiri di depan pintu masuk hotel. Salah satu pihak hotel menghampiri mereka dan memberikan dua kartu masuk kamar hotel. Bisa di pastikan kalau dua kartu masuk tersebut merupakan kartu cadangan masuk ke kamar yang di pesan Prof. Toni dan Prof. Anton.


"Sepertinya malam ini akan semakin ramai!"ucap batin Siska.


Siska tidak mau melewatkan kejadian tersebut, dia memakai topi dan kacamata hitam agar dapat merekam kejadian yang seru tersebut dari dekat. Siska keluar dari mobilnya dan bergegas mengikuti Bu Silvi dari belakang.


Benar tebakan Siska! Mereka akan menyidak kamar yang di pesan suami-suami mereka. Siska menyiapkan kamera hp nya dan mulai merekam.


"Permisi...room service"ucap dua orang pegawai hotel di depan pintu kamar.


"Tunggu sebentar!"ucap suara laki-laki dari dalam kamar.


Kedua laki-laki yang ada di kamar tersebut membuka pintu kamar mereka masing-masing. Alangkah kagetnya mereka, melihat istri dan anak-anaknya berdiri di depan pintu bersama polisi.


"Minggir! Saya mau masuk!"Bu Silvi dan ketiga anaknya mendorong pintu kamar hotel dengan sekuat tenaga sampai Prof.Tono jatuh tersungkur di lantai.

__ADS_1


"Awas pa! Kami mau masuk!"ucap anak tertua Prof. Anton. Prof. Anton pun tak berkutik ketika melihat istri dan anaknya memasuki kamar tersebut dan memergoki ada seorang wanita tertidur pulas tanpa sehelai pakaian.


"Dasar kamu mahasiswa murahan! Memangnya gak ada pria lain yang bisa kamu porotin duitnya! Keluar kamu dari sini!"ucap istri Prof.Anton dengan nada tinggi. Sherly yang tak memakai sehelai pakaian pun tak berkutik ketika di geret keluar kamar oleh kedua anak Prof. Anton. Saat di luar kamar, anak kedua Prof. Anton menjambak dan meludahi Sherly sedangkan anak pertamanya melemparkan pakaian dan tas Sherly ke mukanya.


"Ini uang untuk kamu pulang! Saya pastikan kamu akan di DO (Drop Out) dari kampus besok!"ucap anak tertua Prof.Anton sambil melemparkan selembar uang seratus ribu ke tubuh Sherly. Sherly masih duduk lemas di depan pintu kamar yang sudah di tutup itu. Dia mencoba berdiri dan mencoba memakai pakaian dengan dibantu dua orang cleaning service perempuan. Dua orang cleaning service tersebut membopong Sherly untuk turun ke lobi hotel.


Suasana di kamar Prof.Tono sangat mencekam. Pintu kamarnya di biarkan terbuka sehingga terlihat jelas Tania yang hanya memakai bra dan celana dalam sedang duduk menangis di lantai kamar. Bu Silvi menampar berkali-kali pipi Tania dan menjambak rambutnya. Terlihat Tania meringis kesakitan ketika rambutnya di jambak. Sedangkan Prof. Tono sudah terpojok di dinding dan kedua tangannya di pegang oleh kedua anak laki-lakinya.


"Dasar wanita j****g! P*****r! Suami orang masih saja di embat!"ucap Bu Silvi dengan nada tinggi.


"Kamu benar-benar b***ng**k pa! Gak tau diri! Kalau bukan karena harta warisan keluarga saya, kamu tidak akan sukses seperti sekarang!"Bu Silvi memukul dada suaminya terus-menerus sambil menangis.


"Iya...ceraikan saja papa ma! Gak sudi aku punya papa tukang selingkuh seperti dia!"ucap anak kedua Bu Silvi sambil memegang dengan kencang tangan Prof.Tono.


"Pasti nak! Mama sudah jijik dengan si tua bangka ini!"Bu Silvi mencocok hidung suaminya.


"Bagaimana dengan perempuan itu?"tanya anak ketiga Bu Silvi yang sedang menatap Tania duduk menangis di lantai.


"Kita lemparkan saja dia ke jalanan dengan pakaian seperti itu. Besok mama pastikan dia langsung di drop out kampus!"tegas Bu Silvi.

__ADS_1


"Ayo James kita bawa perempuan ini ke jalanan! Joni dan Johan mama serahkan papa mu pada kalian!"ucap Bu Silvi tegas


"Mulai hari ini kau bukan suami ku lagi! Jangan pernah kau kembali ke rumah ku! Akan ku urus secepatnya perceraian kita! Aku sudah muak dengan mu!" ucap Bu Silvi sambil menunjuk ke arah suaminya.


Prof. Tono tak bisa berkutik, dia hanya menangis dan memohon maaf berkali-kali kepada istrinya tapi tak di gubris oleh Bu Silvi.


Bu Silvi dan James menggeret Tania yang setengah telanjang keluar kamar dan melemparkan dia ke jalanan.


"Wanita murahan seperti mu lebih pantas di jalanan!"ucap Bu Silvi sambil melemparkan tas dan pakaian Tania ke mukanya.


"Hiks hiks hiks...maaf saya bu..."Tania menangis tersedu-sedu sambil mengambil baju yang tadi di lemparkan bu Silvi.


Bu Silvi dan James segera masuk ke dalam hotel. Suasana di depan hotel sangat sepi hanya ada dua pedagang asongan yang melihat kejadian tadi tapi mereka tidak berani membantu Tania sehingga mereka pergi tanpa memperdulikan nya.


Tania sangat malu dan putus asa. Terlihat sebuah mobil melintas kencang di jalan raya tersebut Tania berlari menuju mobil itu.


'Braaakk'


Mobil tersebut menabrak Tania dan meninggalkannya. Tania terkapar di aspal jalanan dengan luka di kepala yang cukup parah.

__ADS_1


Dua orang yang melihat kejadian tersebut membawa Tania ke rumah sakit terdekat dan membawanya ke ruang UGD.


__ADS_2