
Suasana rumah menjadi sepi hanya ada suara cuitan dari burung love bird peliharaan babe. Seperti biasa emak sudah sibuk di dapur dan Zaenab sibuk untuk bersiap-siap ke sekolah.
"Bang Zaki kemana,mak?"tanya Zaenab.
"Abang elu lagi mendaki gunung sama teman-temannya."jawab emak.
"Daki gunung mane,Roh?"tanya babe yang baru keluar dari kamarnya.
"Kemaren dia bilang mau ke Gunung Pangrango be..."
"Aje gile tuh anak! Musim hujan dan musim korona begini dia mendaki gunung? Kenape elu kasih izin dia?"
"Biarin aje sih be...kasihan dia lagi patah hati. Biar dia refreshing-in pikirannya. Aye kagak mau dia melamun dan mogok makan kayak waktu itu."ucap emak.
"Hah? Bang Zaki patah hati? Habis di putusin kak Tania ya,mak?"tanya Zaenab penasaran.
"Elu pagi-pagi udah kepo aje!"sahut babe.
"Eh si babe emang ngerti apa itu kepo?"
"Babe tau lah...kepo itu kepengen tau aja!"
"Kepo itu sebenarnya singkatan dalam Bahasa Inggris be... dari kata 'KEPO' kepanjangan dari Knowing Everything Particular Object. Dalam Bahasa Indonesia memiliki arti ingin mengetahui segala sesuatu."
"Oh gitu asal mulanya kata kepo."
"Beneran mak? Bang Zaki putus sama kak Tania? Emang ada masalah ape sih,Mak?"tanya Zaenab penasaran.
"Anak kecil gak perlu tau urusan orang dewasa!"ucap Babe.
"Iihh Babe! Aye kan mau 17 tahun, mau punya KTP lima bulan lagi. Masa mau tau percintaan abang aye aja dilarang!"ucap Zaenab sambil memasang muka cemberut.
"Udeh siang nih,Nab... Kita berangkat sekarang nyok..."
"Iya Be..."jawab Zaenab.
"Setelah nganter Zaenab ke sekolah, Aye mau ke toko. Elu mau ikut,Roh?"tanya Babe.
"Enggak Be...Aye di rumah aje. Mau bikin kue cincin pesanan Cang Jaka."jawab Emak.
"Oh yaudah kalau begitu."ucap Babe.
"Be...nanti jadi polisi datang ke sekolah Zaenab?"bisik Emak di telinga Babe.
"Insya allah jadi. Tapi aye belum ngomong ke Zaenab. Takut dia trauma lagi."bisik Babe.
"Kalau dia tau dari teman-temannya bagaimana,Be?"bisik Emak
"Gak ape-ape. Babe udah telepon walikelasnya Zaenab, Bu Mulyati. Jadi nanti biar gurunya aja yang jelasin. Babe masih gak tega membahas hal tersebut sama dia."bisik Babe.
"Babe...aye udah dari tadi nunggu di depan. Babe malah bisik-bisikan sama Emak disini!"ucap Zaenab yang kesal.
"Iye iye. Babe jalan dulu,Roh. Assalamualaikum."
__ADS_1
"Aye pergi dulu ya,Mak... Assalammualaikum..."ucap Zaenab sembari mencium tangan kanan emaknya.
"Waalaikumsalam. Hati-hati di jalan, Be..."jawab Emak.
Zaenab dan Babe berangkat bersama ke sekolah dengan mengendarai motor. Sampai di sekolah, Babe hanya menurunkan Zaenab di depan gerbang sekolah lalu tancap gas ke toko di pasar.
Saat Zaenab berjalan menuju kelasnya, terdengar suara seseorang memanggil namanya dari arah parkiran motor.
"Zaenab Zaenab!"
"Iya"jawab Zaenab sambil menengok ke arah belakang. Dua orang siswa laki-laki berlari menghampiri Zaenab. Mereka adalah Andi dan Surya.
"Hai...! Kamu kok jalan kaki ke sekolah?"tanya Andi.
"Gak kok...aku tadi diantar Babe sampai depan gerbang. Karena Babe mau ke toko jadi aku di drop in aja."
"Oh gitu..."
"Eh Nab...kamu dapat pesan tidak dari kepala sekolah kamu?"tanya Surya.
"Pesan apa?"tanya Zaenab balik.
"Semalam aku dapat pesan dari kepala sekolah aku, kalau polisi nanti sore mau olah TKP di sekolah kita tentang kasus kamu."ucap Surya.
'jeegg' Zaenab berhenti berjalan dan diam di tempat.
Andi dan Surya yang tadinya berjalan sejajar dengan Zaenab, kaget karena Zaenab berhenti di belakang mereka.
"Eh...iya."ucap Zaenab.
"Kenapa kamu bengong begitu?"tanya Andi heran.
"Gak apa-apa kok, Ndi."ucap Zaenab.
"Kamu belum tau ya info yang tadi Surya bilang?"tanya Andi.
Zaenab tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya.
"Sorry ya Nab...kamu tau dari mulut aku yang lemes ini."sahut Surya.
"Tidak apa-apa,Sur. Mungkin orang-orang yang ada di tempat kejadian saat itu pasti akan di hubungi. Hanya aku saja yang tidak di beritahu orang tua ku."ucap Zaenab.
"Jangan su'uzon dulu sama orang tua mu. Mungkin saja Babe dan Emak tidak mau kamu terlalu banyak pikiran tentang masalah ini."ucap Andi.
"Ya...mungkin."jawab Zaenab sembari menundukkan kepalanya.
"Aku ke kelas dulu ya, Sur...Ndi..."ucap Zaenab.
"Perlu aku antar ke kelas?"Andi menawarkan diri.
"Terima kasih, aku bisa jaga diri. Lagi pula banyak orang pagi ini. Kalian ke kelas kalian saja."ucap Zaenab.
"Baiklah. Kalau itu mau mu. Kalau kamu butuh bantuan, aku siap 24 jam."ucap Andi.
__ADS_1
"Siap mas satpam."ucap Zaenab sembari tersenyum.
Zaenab berjalan meninggalkan Surya dan Andi.
"Eh Ndi! Sejak kapan elu buka bantuan 24 jam?"tanya Surya.
"Baru aja."jawab Andi.
"Kalau gitu nanti malam bantu gue buat makalah Bahasa Inggris ya...24 jam free kan?"
"Boleh aja tapi bayar ya...per jamnya 100 ribu. Deal?"Andi menyodorkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Surya.
"Aaahhh gila! Itu meras namanya! Gak jadi deh...mending gue di hukum sikat wc dari pada bayar elu!"ucap Surya dengan memasang wajah kesal.
"Hahahaha..."Andi tertawa kencang melihat wajah Surya.
"Gitu aja ngambek! Dasar sensi elu,Sur! Kayak cewek kalau lagi datang bulan! hahaha..."sambung Andi.
"Bodo amat! Gue mau ke kelas duluan!"ucap Surya sambil berlari ke tangga ruang kelasnya.
"Bareng donk bro...!"teriak Andi yang kalah start.
Di kaki Gunung Pangrango...
Zaki berdiri di balkon yang ada di lantai dua warung kopi, tempat mereka menginap. Zaki sedang menatap langit yang masih gelap yang hanya di bubuhi bintang-bintang. Jam di tangan Zaki menunjukkan pukul dua malam.
"Ki...tumben jam segini sudah bangun?"tanya Bambang.
"Aku tidak bisa tidur,Bang!"ucap Zaki.
"Kenapa? Kepikiran Tania lagi?"
"Entahlah aku tidak tau. Tapi perasaan ku tidak enak. Maka dari itu aku tadi solt tahajut, minta ketentraman hati dan pikiran."
"Syukurlah kalau saat seperti ini kamu kembali dekat dengan Allah. Terkadang aku takut kalau kamu hilang akal sampai-sampai mau menghilangkan nyawamu sendiri seperti yang ada di berita. 'Akibat putus cinta seorang pria menghabiskan nyawanya sendiri dengan menggantungkan diri di dalam kamar mandi'. Aku takut kalau berita tersebut itu kamu,Ki..."ucap Bambang.
"Kamu ini kebanyakan nonton berita kriminal jadi yang di otak mu isinya begitu. Kalau di berita itu terjadi sama kamu bagaimana,Bang?"tanya Zaki.
"Ndak mungkin terjadi sama aku, Ki! Wong aku ini jomblo abadi. Aku ndak pernah punya pacar sama sekali selama sekolah."
"Tapi kamu suka sama cewek kan?"
"Ya iyalah! Kamu kira aku 'gay'? Aku masih suka cewek tapi cewek-cewek banyak yang ndak suka sama aku. Katanya aku hitam pahit bukan hitam manis kayak kue brownies."ucap Bambang sedih.
"Jangan sedih begitu! Jodoh, maut dan rezeki itu sudah Allah yang mengatur. Tinggal kita saja yang ikhtiar atau berusaha mencari jalannya."
"Iya.. kamu benar!"
"Jadi jomblo juga gak masalah,Bang. Kita jadi bisa memperbaiki dan memantaskan diri untuk dapat jodoh yang terbaik dari yang paling baik pilihan Allah. Semangat donk bro!"
"Jomblo jomblo...ayo semangat!!"teriak Bambang.
"Woi...! Berisik ganggu orang tidur!"teriak beberap orang yang tertidur pulas di lantai dua warung.
__ADS_1