
Sudah dua hari Tania berada di rumah sakit dan selama itu Siska menemani dan menjaganya. Tania sangat ingin sekali bertemu dengan Zaki, berkali-kali Tania mengirimkan pesan ke Zaki tapi hanya di baca dan tidak di balas. Dia selalu berusaha menelepon Zaki tapi tak pernah di angkat. Hati dan pikirannya kacau balau, dia benar-benar bingung kenapa Zaki memperlakukan dia seperti ini.
"Tan, dokter bilang kamu boleh pulang hari ini. Aku urus administrasi mu dulu ya..."ucap Siska sambil membawa tas nya.
"Sis, kau bawa saja kartu ATM ku. Ini nomor pin nya."Tania menyodorkan kartu ATM dan secarik kertas kepada Siska.
"Aku tidak mau menyusahkan mu lagi. Ambillah!"ucap Tania
"Baiklah. Terima kasih sudah percaya kepada ku."
"Kamu itu sepupu ku, mulai sekarang aku akan terus percaya kepada mu."ucap Tania sambil memeluk Siska. Siska yang di peluk hanya terdiam dan mereka berdua mengeluarkan air mata.
"Baiklah aku urus administrasi dulu."Siska melepaskan pelukan dan menyeka air mata yang turun ke pipinya.
"Ok"Tani tersenyum manis
Tania berusaha menelepon Zaki untuk memberitahukan padanya bahwa dia sudah boleh pulang. Dia berharap Zaki menjemputnya dari rumah sakit tapi itu hanya angan-angan Tania belaka. Jangankan menjemput Tania, membalas pesan atau menjawab telepon Tania saja Zaki tidak mau.
"Kamu kemana,Ki... Aku benar-benar butuh kamu sekarang...hiikkss hikkss"Tania menangis di samping ranjangnya sambil menatap ke arah jendela kamar.
Siska mendengar ucapan Tania tersebut, dia terdiam di ambang pintu kamar rawat Tania.
"Maafkan aku Tan... gara-gara aku kamu harus di jauhi oleh Zaki."gumam Siska dalam hati.
"Tan...ini obat-obat yang harus kamu minum. Dan ini kuitansi dan kartu ATM mu, aku kembalikan."
__ADS_1
"Terima kasih,Sis."
"Semua sudah siap? Ayo aku antar kamu pulang ke rumah."
"Hmm...boleh aku menginap satu atau dua hari di kost an mu,Sis? Aku malas bertemu papa ku!"
"Kalian sedang bertengkar?"
"Tidak. Aku malas melihat dia tiap malam pulang dalam keadaan mabuk berat. Aku merasa itu bukan rumahku lagi tapi neraka. Boleh ya aku nginap di kost-an mu?"
"Aku sih tak masalah. Aku coba telepon minta izin ibu kos dulu ya...tunggu disini sebentar!"
"Ok."
Siska meninggalkan Tania ke luar kamar dan menelepon ibu kost-nya. Tak berapa lama kemudian Siska muncul kembali dan tersenyum lebar ke arah Tania.
"Gak apa-apa. Aku mau kok...nanti kalau ada kost-an yang kosong info kan ke aku ya..."
"Iya"
"Ayo kita pulang! Aku sudah kangen kasurku di kost-an."
"Ayo!"
Setelah mendapatkan juara pertama dalam lomba debat Bahasa Inggris kemarin, Zaenab dan Andi selalu di sanjung oleh guru-guru dan teman-teman di sekolahnya. Seluruh siswa perempuan baik dari kelas 10 sampai kelas 12 selalu tebar pesona kepada Andi. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi pacar atau pun TTM (Teman Tapi Mesra)Andi. Setiap hari ada saja bingkisan dari para siswa perempuan baik itu cokelat, permen, brownies atau pun pizza untuk Andi. Hal tersebut juga terjadi pada Zaenab. Jika Andi menjadi cassanova maka Zaenab menjadi primadona di sekolah.
__ADS_1
"Di..elu gak mau makan bingkisan dari cewek-cewek tadi?"tanya Surya
"Buat kalian aja, gue gak mau!"jawab Andi santai
"Beneran nih! Thanks ya Di."ucap Surya dan Andi hanya menganggukkan kepalanya.
"Woi bro...banyak makanan gratis nih...kita sikat habis!!"teriak Surya kepada teman-teman di kelasnya.
Semua bingkisan makanan untuk Andi di habiskan oleh teman-teman sekelasnya tanpa sisa sedikit pun. Andi yang melihat kerakusan teman-temannya hanya menggelengkan kepala dan pergi keluar kelas.
Ketika keluar dia melihat Zaenab berjalan menuju ruang perpustakaan. Karena jam istirahat masih lama maka Andi pun bergegas menuju ruang perpustakaan hanya untuk bertemu Zaenab.
Andi melihat Zaenab sudah duduk dan membaca buku. Andi mencoba mendekatinya.
"Lagi baca buku apa?"
"Eh kamu! Aku sedang baca novel."
"Memang kamu suka novel? Setahu aku kamu lebih suka baca buku pelajaran dibanding baca novel deh..."
"Kamu itu baru kenal aku hanya beberapa minggu jangan sok tau!"ucap Zaenab ketus.
"Kalau begitu kita jadi lebih dekat aja biar aku jadi tau semua tentang kamu"Andi mengeluarkan gombalan mautnya.
"Maaf aku bukan seperti cewek-cewek disana yang tergila-gila dengan kamu. Aku masih waras jadi lebih baik orang waras pergi dulu ya..."Zaenab segera berdiri dan meninggalkan Andi yang sudah di kerubutin oleh siswa perempuan.
__ADS_1
"Eh eh Zaenab! Permisi permisi ya..."Andi berusaha keluar dari kerumunan siswa-siswa perempuan tersebut tapi mereka tidak mengizinkan Andi pergi dari hadapan mereka.