Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Nightmare


__ADS_3

Rekonstruksi sore ini sudah selesai walaupun di tengah rekonstruksi Zaenab mulai tidak nyaman saat melihat Pak Supari.


Emak dan Babe membiarkan Zaenab menenangkan diri di kamarnya. Saat sedang menyenderkan diri sembari menonton tv di kamar, tiba-tiba ponsel Zaenab berdering. Dilihatlah layar ponselnya, tertera nama Andi di panggilan masuk. Zaenab agak malas menjawab telepon tersebut, dia membiarkan ponselnya berdering selama tiga kali.


Setelah Zaenab selesai melaksanakan solat magrib berjamaah, ponselnya kembali berdering. Terlihat di layar ponselnya permintaan panggilan video dari grup sahabatnya. Zaenab pun menjawab permintaan panggilan video tersebut.


"Hai guys..."ucap Zaenab.


"Hai Naaabbb"teriak keempat sahabatnya.


"Keadaan elu bagaimana,Nab? Sudah lebih baik kah?"tanya Yuni.


"Alhamdulillah sudah Yun..."jawab Zaenab.


"Syukurlah...kita semua khawatir banget sama elu. Apalagi saat di ruang guru tadi, elu histeris gara-gara si guru itu!"ucap Yuni.


"Iya...tadi gue lihat dari luar ruangan kejadian tadi. Benar-benar gak nyangka gue Pak Supari berbicara seperti itu."ucap Rini.


"Sama gue juga gak habis fikir ada seorang guru berbicara seperti itu sama muridnya."ucap Ratna.


"Kalau gue setuju sama babe elu Nab...habisin aja orang kayak gitu!"ucap Eka.


"Iya iya"jawab semua sahabat Zaenab.


"Guys...maafin babe gue ya...tadi dia emosi banget!"ucap Zaenab.


"Kenapa elu minta maaf,Nab? Yang salah itu si guru b***t itu sama elu!"ucap Rini emosi.


"Sudah guys...sudah gak usah di bahas lagi. Mending ngobrol yang lain aja...gue butuh hiburan nih...!"ucap Zaenab.


"Zaenab butuh hiburan tuh Na... Coba elu goyang patah-patah dulu!"ledek Rini.


"Udah gak zaman goyang patah-patah. Sekarang zamannya goyang 'terpesona' guys..."ucap Ratna.


"Hahahaha...coba praktekin Na...!"ucap Yuni.


Ratna bergoyang di iringi lagu 'Terpesona Aku Terpesona'. Semua sahabatnya tertawa terpingkal-pingkal melihat goyangan Ratna yang seperti cacing kepanasan. 10 menit Ratna bergoyang, menghibur teman- temannya.


"Hahahah...udah udah Na! perut gue jadi sakit nih gara-gara goyangan elu! hahaha..."ucap Rini sembari memegang perutnya.


"Iya Na...udah donk...hahaha"ucap Zaenab.


"Iya nih si Ratna kocak abis!"ucap Yuni.


"Konyol elu, Na!"ucap Eka.


"Kalian semua terhibur kan sama gue?"tanya Ratna.


"Sangat terhibur gue,Na... Thanks ya Na..."jawab Zaenab.


"Sama-sama,Nab!"jawab Ratna sembari tersenyum sumringah.


"Guys...aku off dulu ya...mau istirahat."ucap Zaenab.


"Ok Nab... sampai ketemu besok ya...kita janjian di tempat biasa ya..."ucap Rini.


"Ok...Assalammualaikum guys..."ucap Zaenab.


Zaenab mematikan panggilan video dari teman-temannya. Dia merebahkan badannya ke tempat tidur. Dia mulai memejamkan matanya sejenak. Saat dia sudah mulai merelaxkan diri, terdengar ada panggilan telepon masuk dari ponsel Zaenab. Zaenab mencoba membuka kedua matanya. Dia melihat nama Andi di layar panggilan telepon masuk. Ini yang keempat kalinya Andi menelepon dia. Akhirnya dia pun mengusap layar ponselnya dan menjawab telepon dari Andi.


"Assalammualaikum Andi..."sapa Zaenab.


"Waalaikumsalam...kamu sedang apa,Nab?"tanya Andi.


"Aku sedang rebahan saja di tempat tidur. Ada apa, Ndi?"

__ADS_1


"Aku hanya khawatir dengan keadaan kamu setelah kejadian tadi di sekolah."


"Alhamdulillah...aku baik-baik saja hanya masih trauma saja. Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku."


"Sama-sama,Nab. Oh ya...besok kamu pergi olahraga ke taman hutan kota tidak?"


"Insya allah pergi."


"Kalau begitu aku jemput di rumah mu ya...biar kita pergi bareng."


"Tidak usah,Ndi."


"Tidak apa-apa, aku jemput saja. Lagi pula abang mu Zaki juga sedang mendaki ke Gunung Pangrango kan?"


"Loh...kamu tau dari mana?"tanya Zaenab heran.


"Aku kirim pesan ke abang mu tadi pagi terus dia bilang sedang mendaki gunung dengan sahabat-sahabatnya."


"Oh...besok aku pergi dengan teman-teman ku naik kereta. Kami akan kumpul di stasiun. Besok babe yang akan antar aku ke stasiun."


"Oh gitu...ok kita janjian di stasiun saja ya..."


"Ok."


"Selamat istirahat ya Nab... Jangan lupa baca doa sebelum tidur."


"Iya...terima kasih sudah mengingatkan."


"Sama-sama. Assalammualaikum."


"Waalaikumsalam."Zaenab mematikan ponselnya dan meletakkannya di meja belajar samping ranjangnya. Dia mulai membaca doa seperti yang disarankan Andi. Dia mulai memejamkan matanya dan tertidur lelap.


Di sebuah gedung tua tak terpakai, Zaenab duduk di sebuah kursi dengan kedua tangan terikat dengan tali. Di hadapan Zaenab berdirilah seorang laki-laki kurus dan berkepala gundul. Laki-laki tersebut berjalan menghampiri Zaenab dan mengangkat wajah Zaenab yang menunduk lemas.


"Jangan pak...jangan sakiti saya...saya mohon...jangan pak...hiks hiks hiks"teriak Zaenab sembari menangis.


"Jangan sentuh saya! hiks hiks hiks... Bapak tidak pantas di sebut guru jika menyakiti murid sendiri!hiks hiks hiks..."


"Saya melakukan ini karena kamu selalu menolak dan menghindar dari saya! Kenapa?"


"Tolong lepas kan saya pak...lepaskan saya...hiks hiks hiks"


"Kamu akan tau akibatnya jika menolak saya...plaakk!! plaakk!!"Pak Supari menampar wajah Zaenab berkali-kali.


"Tolong tolong tolong...!"teriak Zaenab.


Zaenab terbangun dari mimpi buruknya dengan wajah bercucuran keringat dan air mata yang jatuh di kedua pipinya. Dia mengelus pipinya dan melihat ke kanan dan ke kiri.


"Astagfirulloh...Alhamdulillah...hanya mimpi."ucap Zaenab dengan nafas terengah-engah.


Kemudian Zaenab mengusap-usap wajahnya berkali-kali. Dilihatnya jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 12 malam. Dia pergi mengambil wudhu untuk menjalankan sholat tahajud. Setelah sholat di lihat ponselnya, ada 2 panggilan telepon masuk dari Bang Zaki. Dia mencoba menelepon abangnya meskipun dia tau ini sudah tengah malam. Tak berselang lama, terdengar suara bass Bang Zaki.


"Halo...halo Nab...?"tanya Bang Zaki.


"Eh...halo bang. Abang belum tidur?"tanya Zaenab.


"Belum. Abang lagi pasang api unggun dengan teman-teman pendaki. Ade kenapa belum tidur? Ini kan sudah tengah malam."


"Aye kebangun bang terus gak bisa tidur jadi sholat tahajud aja."


"Mimpi buruk?"


"Iye bang."


"Mimpi kejadian waktu itu?"

__ADS_1


"Iye bang."


"Sudahlah jangan di fikirkan. Lebih baik pelan-pelan ade lupakan saja."


"Aye sudah coba tapi belum bisa bang...Apalagi tadi ketemu sama orangnya langsung, aye jadi teringat kejadian waktu itu."


"Ade mau konsultasi ke psikiater lagi? Biar besok abang langsung pulang buat temani ade ke psikiater."


"Gak usah bang...aye lebih baik minta obatnya ke Allah aje. Lebih tenang hati dan fikiran aye. Abang sudah sampai di puncak gunung belum?"


"Alhamdulillah udah tadi sebelum magrib, abang dan teman-teman sudah sampai di puncak mandalawangi. Kita semua mau lihat matahari terbit dari sini."


"Minta foto-fotonya ya bang...kapan-kapan ajak ade kesana donk...kayaknya seru juga kalau mendaki gunung rame-rame."


"Biar rame ajak aku juga ya ade Zaenab..."teriak Bambang di speaker telepon Zaki.


"Jangan lupa ajak juga abang angkat kau yang terganteng no 2 di medan ini."teriak Ucok yang ikut nimbrung.


"Kalian berdua malam-malam berisik banget! Norak deh...!"ucap Zaki kesal.


"Hahahah" Zaenab tertawa bahagia mendengar ocehan kedua sahabat abangnya.


"Sudah dulu ya de...kamu bobo yang nyenyak. Jangan lupa baca ayat kursi supaya tidak mimpi buruk lagi."ucap Zaki.


"Mimpi yang indah ya ade Zaenab. Kalau bisa mimpiin Kang Mas Bambang di pelaminan sama kamu...hehehe"ucap Bambang sembari tersenyum manja di hadapan Zaki.


"Pede banget elu,Bang!"teriak Ucok.


"Gak mau gue punya ade ipar kayak elu!"ucap Zaki.


"Hahaha...kalian bertiga lucu kayak teletubbies. Bang Ucokjadi Dipsey, Bang Zaki jadi Tinkiwingki, dan Mas Bambang jadi Lala."


"Yang jadi Poh-nya siapa?"tanya Bambang.


"Aye kan suka sama Poh..."jawab Zaenab.


"Mau donk berpelukan sama Poh..."ledek Ucok dan Bambang sembari tertawa.


"Kalian ini godain ade gue aja! Berani godain lagi, gue dorong ke jurang!"ancam Zaki.


"Iiihhh...bodyguardnya Zaenab marah,Cok!"ledek Bambang.


"Bercanda Ki...Gitu aje marah!"ucap Ucok.


"Jangan emosi terus bang, nanti cepat tua loh..."


"Nah...denger tuh ucapan ade kesayangannya!"ucap Bambang dan Ucok.


"Sudah dulu ya abang-abang ku. Selamat istirahat. Assalammualaikum..." ucap Zaenab.


"Waalaikumsalam."jawab Zaki dan Bambang. Zaki mematikan ponselnya.


"Aku mau istirahat. Kalian masih mau nyanyi-nyanyi bersama pendaki lain?"tanya Zaki.


"Kalau aku si iya...belum redup mata ku. Kalau kau,Bang?"tanya Ucok.


"Idem sama Ucok. Aku mau di luar dulu sambil merokok."jawab Bambang.


"Aku tidur duluan."ucap Zaki sembari masuk ke dalam tendanya.


"Payah sekali si Zaki, jam segini sudah mau tidur!"ucap Ucok.


"Mungkin dia lelah."ucap Bambang.


"Iya...lelah sama cewek! Maka nya aku tak suka cewek."ucap Ucok.

__ADS_1


"Sampeyan tadi bilang apa,Cok?"tanya Bambang kaget.


__ADS_2