
Di kampus...
Tania dan Zaki sedang duduk di kursi kantin kampus. Mereka sedang menikmati makan siangnya. Saat menikmati makanannya, dua orang sahabat Zaki yang bernama Ucok dan Bambang menyapa mereka.
"Macam mana pula kau ki! Meninggalkan kita berdua dengan Pak Joko di kelas. Curang kali kau baahh!"Ucap Ucok dengan logat bataknya yang kental sembari memukul punggung Zaki.
"Iya nih...Kamu kok tega bener sama kita berdua!"ucap Bambang dengan logat jawa yang lembut.
"Ya elah...kalian kan udah gede! Masa sama Pak Joko aja takut!"jawab Zaki enteng
"Bro...pak Joko kan gak gigit. Dia juga bukan singa yang siap menerkam kalian berdua...hahaha"ledek Zaki kepada kedua sahabatnya.
"Pak Joko memang gak gigit tapi dia singa betina yang siap kawin!"ucap Bambang kesal dengan ledekan Zaki.
"Si Pak Joko berkali-kali mengedipkan matanya ke aku dan Bambang. Kau tau tidak? Aku geli melihat sikap dia tadi!"ucap Ucok sewot.
Mendengar ucapan Ucok dan Bambang, Zaki dan Tania tertawa terbahak-bahak dan menghentikan makan mereka sejenak.
"Mungkin matanya Pak Joko kena debu,Cok! Jadi dy mengedipkan mata terus. Gak perlu di besar-besarkan!"ucap Tania tersenyum manis.
"Bagaimana tak ku besar-besarkan! Dosen kita yang satu itu memang aneh bin ajaib. Sukanya sama 'batangan' jadi takut lah kita!"jawab Ucok sembari memasukkan kentang goreng yang di pesan Zaki ke mulutnya.
"Kau tau,Ki... Malam minggu kemarin, aku lihat Pak Joko pergi ke club sama cowok muda, ganteng, putih dan badannya atletis tapi lebih atletis-an aku lah..."ucap Ucok memuji dirinya sendiri.
"Serius,Cok?"tanya Bambang penasaran
"Serius,Bang! Aku lihat dengan mata kepala ku sendiri!"Ucok menyakinkan teman-temannya.
"Aahh...kau ini Cok! Janganlah kau membuat gosip yang tidak jelas seperti itu! Mungkin saja itu keponakannya."ucap Tania
"Serius,Tan! Sumpah demi apa pun aku berani!"ucap Ucok sambil membuat huruf 'V' dengan jarinya.
"Lagi pula ngapain kamu ke club,Cok?"tanya Bambang penasaran
"Biasa dia mah bang...jualan jamu kuat di klub...hahaha"ucap Zaki sembari tertawa lepas.
"Emang ada yang jualan jamu di klub,ki? Aku kok baru tau ya?"tanya Bambang polos
"Alah kau ini,Bang...! Zaki kau dengerin!"jawab Ucok ketus sembari melempar kerupuk yang sedang dia makan ke arah Zaki.
__ADS_1
"Sudah...sudah...becandaan kalian bikin aku sakit perut!"ucap Tania sembari memegang perutnya yang dari tadi tertawa.
Tania meninggalkan ketiga cowok tersebut dan menuju toilet.
"Eh ki...bagaimana hubungan kau dengan si demplon Tania?"tanya Ucok sembari menghabiskan kentang goreng milik Tania.
"Bagaimana apanya?"tanya Zaki balik.
"Maksud Ucok, Tania sudah kamu kenalkan dengan babe dan emak mu belum?"Bambang menjelaskan pertanyaan yang di lontarkan Ucok.
"Sudah kemarin"jawab Zaki singkat
"Respon orang tuamu bagaimana?"tanya Ucok penasaran
"Baik"
"Ki...cerita dong ke kita bagaimana tanggapan babe dan emak kau tentang Tania."desak Bambang
"Hari minggu kemarin, Tania datang tiba-tiba ke rumahku. Orang tua ku mengajak dia makan malam bersama lalu kami ngobrol dan ku antar dia pulang ke rumah. Sudah itu saja."ucap Zaki sembari menyeruput jus melonnya.
"Apa orang tuamu tau kau beda keyakinan dengan Tania?"tanya Ucok penasaran
"Kalian kan tau keluarga aku sangat menjunjung tinggi agama. Babe dari dulu mendidik aku dan Zaenab bahwa agama dan ibadah itu nomor satu. Kalau pun untuk ke jenjang yang lebih serius sama Tania, aku belum siap. Karena aku belum lulus kuliah dan belum punya pekerjaan."jawab Zaki
"Kasihan donk si Tania. Dia kayaknya serius banget sama kamu. Dia berharap banget jadi nyonya Zaki."ucap Bambang
"Lebih baik kau jangan memberikan harapan palsu kepada wanita. Nanti ujung-ujungnya, kau sendiri yang tersiksa!"Ucok menasihati Zaki
"Tumben omonganmu bener,Cok! Habis makan apa kamu semalam?"tanya Bambang terheran-heran
"Semalam kayaknya dia habis minum jamu kuat bareng Pak Joko deh Bang...hahaha"ledek Zaki.
Bambang dan Zaki tertawa terbahak-bahak sembari membayangkan Ucok berduaan dengan Pak Joko.
"Terus aja ledek aku! Awas kalian berdua, tunggu pembalasanku!"kecam Ucok yang langsung menyeruput kopi panasnya.
"Aw...aw..aw..paaannaaasss!!"jerit Ucok menjulurkan lidahnya yang kepanasan.
"Salah kamu sendiri, gak lihat-lihat ada kopi panas main seruput aja!"ucap Zaki sembari tertawa
__ADS_1
"Bagaimana ini lidah dan bibir sexy ku melepuh!"ucap Ucok cemas
"Minum es jeruk aku saja nih, Cok! Biar adem bibir dan lidah mu."Bambang menyodorkan gelas es jeruk miliknya ke Ucok.
Tiba-tiba Tania kembali dari toilet melihat kegaduhan yang ada di meja zaki dan teman-temannya.
"Kenapa si Ucok?"tanya Tania
"Biasa mau minum gak lihat-lihat dulu kalau kopinya masih panas. Jadi melepuh deh tuh bibir dan lidahnya."ucap Zaki
"Ya ampun...kasihan si Ucok. Apa perlu kita bawa ke dokter kampus?"tanya Tania khawatir
"Gak perlu! Aku gak mau ketemu dokter. Nanti di suntik lagi! Gak usah, Tan. Besok juga sudah sembuh."Ucok menolak ajakan Tania dan langsung diam tidak menjerit-jerit seperti tadi.
"Dasar ayam sayur! Langsung diem kalau dengar kata 'dokter'!hahaha"ledek Zaki sembari tertawa
"Badan dan suara mu aja yang gede tapi nyali kecil mas bro...!hahaha"ledek Bambang sembari tertawa dan salam tos dengan Zaki.
"Kalian senang sekali meledek teman yang sedang kesakitan. Jangan sedih, Cok..aku doakan semoga besok kamu sudah sembuh."Tania menepuk punggung belakang Ucok.
"Terima kasih,Tan. Cuma kamu yang peduli sama aku. Boleh peluk gak?"Ucok mendekati Tania dan mencoba merangkul badan Tania tapi dihadang oleh badan Zaki.
"Jangan macam-macam!"Zaki menatap tajam mata Ucok. Ucok pun membalikkan badannya dan duduk kembali di samping Bambang.
"Ayo...kita pulang!"Zaki mengajak Tania.
"Ayo!"jawab Tania singkat
"Aku ke kasir dulu ya..! Kamu tunggu disini!"perintah Zaki
Zaki pergi ke kasir meninggalkan Tania dengan Ucok dan Bambang. Ucok mencoba tebar pesona kepada Tania dengan cara mengumbar kesakitan yang di alaminya. Tapi Tania tidak menghiraukan. Lima menit kemudian Zaki kembali ke meja yang tadi.
"Sebagai permintaan maaf ku, aku sudah bayarkan minuman kalian. Ini ada sisa kembalian lima puluh ribu. Bisa buat makan kalian berdua."Zaki menyodorkan uang lima puluh ribu ke Bambang karena Zaki tau kalau Bambang menjaga amanah dia, beda dengan Ucok.
"Makasih mas bro"jawab Bambang singkat sembari mengambil uang lima puluh ribu dari tangan Zaki.
"Aku balik dulu ya. Assalammualaikum." Zaki mengucapkan salam ke sahabatnya.
"Sampai jumpa besok ya guys..."ucap Tania sembari melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam."jawab Bambang