Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Tamu tak diharapkan


__ADS_3

Setelah pidato yang membuat semua orang terharu, babe mengantar Zaenab kedalam kelas. Didalam kelas teman-teman sekelas Zaenab sudah menunggu, Rini menyambutnya dengan melebarkan kedua tangannya, Zaenab menghampiri Rini dan dia pun memeluk Zaenab dengan erat. Tak lama kemudian teman-teman sekelasnya mendekati Zaenab dan bergantian memeluknya. Setelah suasana di kelas kondusif, babe meninggalkan Zaenab dan pulang ke rumah.


Di rumah... Zaki, Bambang dan Ucok sedang bersiap-siap sarapan. Mereka menikmati nasi goreng yang sudah di masak emak. Saat akan duduk di kursi meja makan, tiba-tiba terdengar suara orang yang mengucapkan salam dari halaman depan rumah.


"Permisi...permisi...Zaki..."panggil seseorang dari halaman depan rumah.


"Siapa tamu pagi-pagi begini?"tanya emak yang sedang menyendokkan nasi goreng ke piring Zaki.


"Zaki lihat dulu ya mak..."


"Iye deh nak...takut tamu penting cari kamu."


Zaki pergi menuju halaman depan dan alangkah terkejutnya dia melihat tamu yang datang.


"Hai Ki...apa kabar?"tanya perempuan itu yang tak lain adalah Tania, pacarnya yang datang bersama sepupunya, Siska. Zaki terdiam sejenak dan menatap dua perempuan tersebut dengan intens.


"Siapa tamunya, Ki?"tanya emak yang muncul dari dalam rumah.


"Eh...neng Tania sama temannya. Ayo masuk...kita sarapan sama-sama."ajak emak.


"Eh ki...kenape bengong? Ayo ajak teman-temannya sarapan bareng. Temannya neng Tania, siapa namanya?"


"Eh...saya Siska bu..."jawab Siska sembari mencium tangan kanan emak, lalu Tania mengikuti gerakan Siska tersebut.


"Ki! Jangan bengong gitu! Ajak mereka masuk kedalam. Emak mau ambil piring sama gelas di dapur dulu."ucap Emak langsung beranjak ke dalam rumah.


"Ayo masuk..."ucap Zaki dengan kaku.


Tania dan Siska mengikuti langkah Zaki masuk kedalam rumah. Saat Zaki masuk, tatapan terkejut di tunjukkan Bambang dan Ucok yang melihat Tania dan Siska mengekor di belakang Zaki. Zaki mempersilahkan mereka berdua duduk di kursi yang kosong. Siska duduk disamping Bambang sedangkan Tania duduk disamping Ucok.


"Alamak! Mimpi apa aku semalam, duduk disamping 'Gadis Kampus'!"ucap Ucok disela-sela makannya.


"Nak Ucok...kalau lagi makan jangan sambil ngomong nanti muncrat kemana-mana nasinya. Ayo Neng Tania dan Siska silahkan diambil nasi gorengnya. Jangan malu-malu anggap rumah sendiri."ucap Emak


"Terima kasih bu."jawab Tania dan Siska bersamaan.


"Neng Siska teman satu kampus Zaki juga?"tanya Emak.

__ADS_1


"Iya bu...tapi saya beda angkatan sama bang Zaki."


"Pantes...emak jarang lihat Neng Siska main kesini."


"Dia sepupu saya bu..."sahut Tania.


"Oohh...pantes mukanya mirip banget! Sama cantiknya."puji Emak.


'bbrmm bbrmm bbrmm' Terdengar suara motor berhenti di halaman depan.


"Assalammualaikum."


"Waalaikumsalam. Itu pasti babe. Di lanjutin aja makannya ya... Emak mau temui babe dulu di depan."Emak berdiri dari duduknya dan pergi menuju halaman depan.


"Ade siape di dalem rame banget kayaknya?"tanya babe


"Oh itu Zaki kedatangan teman-teman kampusnya."


"Siape? Bambang sama Ucok? Bukannya mereka emang nginep disini?"


"Siape sih? Bikin penasaran aje! Gue mau lihat ke dalem aje deh..."ucap Babe yang langsung berjalan menuju meja makan.


Alangkah kagetnya babe, saat melihat Tania duduk di meja makan bersama Zaki dan teman-temannya.


"Selamat siang pak. Apa kabar? Lama tidak bertemu."ucap Tania sambil tersenyum ke Babe.


"Roh...Aye mau tidur di kamar aja. Jadi gak nafsu makan!"ucap Babe ketus.


"Loh.. kenape, Be? Babe kan belum sarapan pagi."ucap Emak


"Gak...Aye udah kenyang. Babe masuk kamar dulu!"Babe langsung pergi menuju kamarnya tanpa menghiraukan pertanyaan Tania dan emak pun mengikuti dari belakang.


Bambang, Ucok dan Siska yang tadi sedang menyantap nasi goreng langsung berhenti dan menatap wajah Tania yang sedang menunduk sedih. Zaki yang melihat wajah Tania yang tertunduk segera menghiburnya.


"Maafin Babe aku ya...mungkin dia hanya cape habis nganter Zaenab ke sekolah."ucap Zaki mencairkan suasana tegang di meja makan.


"Iya gak apa-apa, Ki..."jawab Tania.

__ADS_1


"Dilanjut lagi makannya..."ajak Zaki.


Setelah sarapan bersama selesai mereka berlima duduk di teras depan sambil menikmati cemilan singkong goreng buatan emak.


"Enak kali tinggal di rumah kau,Ki! Kalau orang batak bilang makanan emak kau itu 'Sodap bah'! Tak ada tandingannya!"ucap Ucok sambil menghisap rokoknya.


"Eh Cok! Jangan merokok di depan cewek donk...kasihan tuh mereka berdua dari tadi pake masker duduk dekat kamu, sebentar lagi mereka kehabisan oksigen gara-gara kamu."Bambang menasihati Ucok sambil menunjuk Tania dan Siska yang dari tadi mengusir-usir asap rokok Ucok.


"Iya iya...aku menjauh dari kalian!" Ucok berjalan ke jalanan untuk menikmati rokoknya.


"Makasih mas Bambang. Aku punya asma jadi suka sesak dada kalau ada orang merokok."ucap Siska.


"Sama-sama de Siska..."ucap Bambang sambil tersenyum sumringah kepada Siska.


Suasana hening dan tidak ada satu pun orang yang berbicara. Bambang dan Siska menatap Tania dan Zaki yang hanya menunduk dan tak memulai percakapan.


"Sepi sekali ya di sekitar sini, sampai-sampai suara nyamuk terbang terdengar di telingaku...plok plok plok"Bambang menyindir Zaki dengan pura-pura memukul nyamuk.


"Tan...bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah sehat kan?"tanya Bambang memulai percakapan.


"Sudah sehat,Bang. Bagaimana sidang kalian? Kalian bertiga sudah lulus ya...Selamat ya.. Semoga segera dapat kerjaan...aamiin."ucap Tania yang sesekali menatap wajah Zaki.


"Alhamdulillah sudah...tinggal wisuda saja. Kalau orang jawa bilang 'Matur Nuwun' doanya ya cah ayu."ucap Bambang.


"Ki...ajak ngobrol donk pacar mu, Tania, kenapa diam membisu begitu? Lagi sariawan ya bibir mu itu?"canda Bambang.


"Ngaco aja lu, Bang!"jawab Zaki


"Hahaha...kirain! Aku sama Siska keluar dulu ya...cari cemilan buat kita ngobrol. Kayaknya perbincangan kita akan semalam suntuk nih..."ledek Bambang.


"Ayo Sis! Gak usah takut sama aku. Aku gak gigit kok cuma senggol-senggol dikit aja...hehehe"canda Bambang.


"Elu berani senggol atau sentuh gue. Tinggal pilih, tangan kanan masuk rumah sakit atau tangan kiri, masuk jeruk purut!"ucap Siska ketus.


"Eh amplop! Ini cewek galak banget ya? Tadi manis banget kenapa sekarang kayak serigala? Jangan-jangan kamu titisan siluman serigala ya...?"ledek Bambang.


"Jangan macam-macam sama gue!"ucap Siska memasang mata melotot ke Bambang. Bambang yang melihat tatapan tajam Siska langsung loncat berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


__ADS_2