Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Guru matematika baru


__ADS_3

Bunyi alarm jam weker Zaenab menunjukkan jam 04.30 bertepatan dengan suara adzan subuh. Zaenab pun beranjak bangun dari ranjangnya dan keluar kamar menuju kamar mandi. Setwlah mandi dan memakai seragam serta jilbab, Zaenab membantu emak masak untuk sarapan di dapur. Setelah selesai sarapan Zaenab bergegas ke sekolah dengan mengendarai motornya.


Zaenab sangat terkenal di sekolahnya. Karena dia siswi yang sangat pandai, ramah, cantik, baik dan pendiam. Di sekolah, dia hanya memiliki 4 sahabat baik yaitu Rini, Yuni, Ratna, dan Eka. Ketika istirahat mereka sering makan di kantin bersama-sama. Kali ini mereka memesan mi ayam bakso dan pangsit.


"Guys...nanti kita kedatangan guru matematika baru loh.."ucap Eka


"Siapa namanya, Ka?"tanya Zaenab


"Gue gak tau,Nab. Gue di kasih tau bu Mulyati tadi pada saat mengantar buku tugas ke kantor guru."ucap Eka


"Cowok atau cewek?"tanya Ratna penasaran


"Bu Mulyati bilang cowok"ucap Eka


"Semoga guru barunya ganteng, baik, gak doyan marah-marah dan manis semanis Afgan."ucap Ratna sembari menghayal dan berharap guru baru tersebut seperti Afgan, penyanyi favoritnya.


"Menghayal melulu nih si Ratna!"ucap Rini sembari memukul bahu Ratna.


"Ya elah,Rin...gak bisa lihat aku seneng dikit!" Ratna memasang muka cemberut.


"Jangan kebanyakan menghayal! Ayam bapak gue melamun pagi-pagi, siangnya langsung mati!"ucap Rini


"Serius? Itu mati gara-gara melamun?"tanya Zaenab penasaran


"Ya bukanlah,Nab! Itu ayam mati karena bapak gue lupa kasih makan dari kemarin sore...hahaha"Rini tertawa terbahak-bahak melihat muka Zaenab yang terlalu serius menanggapi ayam bapaknya Rini yang mati.


"Rese banget si Rini!"Zaenab memasang muka kesal. Teman-teman yang lain ikut menertawakan Zaenab yang di buat kesal oleh Rini.


"Kita berdoa aja, semoga guru baru tersebut gak suka marah-marah dan gak pelit nilai seperti guru yang dulu... Aamiin."ucap Eka sembari mengangkat kedua telapak tangannya ke atas.


"Aamiin"ucap Zaenab, Rini, dan Ratna bersama-sama dan ikut mengangkat telapak tangan.


"Ayo kita habiskan makanan kita! Sebentar lagi bel masuk."ajak Zaenab kepada teman-temannya.


"Oke"jawab mereka serentak.


Bel masuk berbunyi, mereka masuk ke kelas dan menunggu guru baru matematika. Tiba-tiba seseorang laki-laki membuka pintu kelas dan masuk lalu duduk di meja guru yang berada di samping kanan papan tulis. Semua murid memandang ke arah meja guru tersebut. Guru baru itu memperkenalkan diri.


"Assalammualaikum anak-anak. Nama saya Pak Supari dan saya akan mengajar matematika untuk semester ini."ucap guru baru tersebut sembari melihat seluruh wajah siswa.


"Waalaikumsalam pak."jawab semua siswa

__ADS_1


"Sebelum saya memulai pelajaran, saya akan mengabsen kalian dan tolong di angkat tangannya ya..."pinta Pak Supari.


"Baik pak"jawab semua siswa


"Eka"


"Hadir pak"Eka pun berdiri dari duduknya.


"Ratna"


"Hadir pak"Ratna ikut berdiri seperti teman-temannya tadi


"Rini"


"Hadir"Rini menjawab singkat sembari berdiri.


"Yuni"


"Hadir"Yuni ikut berdiri


"Zaenab"


Nama Zaenab terdapat di daftar nama siswa paling akhir. Saat Pak Supari memanggil Zaenab dan melihat dia berdiri dari kursinya, guru tersebut pun tersenyum kepadanya. Pak Supari tak henti-hentinya memandang Zaenab selama jam pelajaran berlangsung. Entah apa yang ada di pikiran dia sehingga dia sangat terpesona melihat wajah cantik dan manis Zaenab.


Matematika merupakan pelajaran di jam terkahir. Semua siswa wajib berpamitan kepada guru di jam terakhir dengan memberi salam dan mencium tangan kanan guru tersebut.


Ketika Zaenab sudah mencium tangan Pak Supari, tiba-tiba Pak Supari melamun dan tidak mau melepaskan tangan Zaenab. Sahabat Zaenab yang menunggunya di ambang pintu kelas pun kaget dengan sikap gurunya itu.


"Maaf pak...tolong lepaskan tangan saya. Saya mau pulang!"ucap Zaenab tegas.


"Maaf ya maaf...sakit tidak tangannya?"tanya guru tersebut khawatir sembari mengelus-elus tangan Zaenab.


"Tidak pak. Saya permisi."Zaenab segera keluar kelas dan menghampiri sahabatnya.


Zaenab pulang sekolah bersama dengan 4 sahabatnya dengan berjalan kaki. Jarak sekolah ke rumahnya tidak terlalu jauh.


"Nab...kok lu lama banget keluar kelasnya?"tanya Rini


"Waktu gue mau pamit pulang, tangan gue gak di lepas-lepas sama guru baru itu. Dia menatap lama gue sampai gak berkedip dan pegang tangan gue kencang banget."jelas Zaenab


"Jangan-jangan itu guru suka sama lu,Nab!"ucap Ratna meledek

__ADS_1


"Astagfirulloh"jawab Zaenab sembari menepok jidatnya.


"Gak apa-apalah Nab...lumayan kan kalau guru itu suka sama lu. Jadi nilai matematika lu bisa dapat A."ucap Yuni


"Bener juga kata si Yuni. Kadang-kadang lu cerdas juga,Yun!"puji Rini


"Sialan lu,Rin! Lu kira gue bodoh!"Yuni cemberut kepada Rini.


"Hahaha...becanda,Yun! Gitu aja cemberut!"ucap Rini


"Tapi idenya si Yuni bagus juga sih...Gue kan gak pintar di matematika. Karena pelajaran tersebut, gue selalu dapat nilai ngepas KKM. Hmm...tapi masa aku deketin om-om...iihh...geli ngebayanginnya!"ucap Zaenab sembari berpikir ucapan Yuni.


"Om om tapi cuma punya motor butut.. hahaha"celetuk Yuni.


"Seru tau,Nab! Pacaran sama guru, gue malah pengen jadian sama pak guru Iwan. Dia kan masih jomblo, udah gitu dia guru terganteng di sekolah ini. Wajahnya itu baby face buangeettt!"ucap Yuni.


"Bagaimana kalau kita tukeran aja,Ka? Gue pendekatan sama Pak Iwan sedangkan elu pendekatan sama Pak Supari? Setuju?"tanya Zaenab.


"Gue ogah sama guru baru itu! Ganteng enggak tapi sok kegantengan. Mending buat kamu aja,Nab!"jawab Eka.


"Aahhh teha bener kalian! Masa gue di kasih barang reject!"ucap Zaenab.


"Kalau guru baru itu suka sama kamu terus kamu nikah sama dia. Kamu mau gak?"tanya Yuni.


"Gak lah,Yun! Gue gak mau sama dia. Buat ngebayangin pacaran atau nikah aja gue gak mau!"jawab Zaenab.


Keempat sahabat Zaenab tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dan ekspresi wajah Zaenab.


"Jangan di bayangin,Nab! Tapi di praktekin secara langsung 'face to face'!"sahut Eka sembari tertawa.


"Sialan kalian semua!"Zaenab kesal dan berjalan mendahului keempat sahabatnya itu.


"Mulai ngambek deh...!"ucap Rini.


"Biarin...gue kesel sama elu semua!"ucap Zaenab sembari berjalan terus di depan.


"Nah loh...dia tambah ngambek!"ucap Rini.


"Mending kita kejar dia aja yuk...kalau ngambeknya di perpanjang bisa-bisa besok kita makan di kantin bayar sendiri. Kan sayang uang jajan gue buat beli poster G-Dragon."ucap Eka melas.


"Dasar si Eka G-Dragon aja yang di otaknya!"ucap Yuni.

__ADS_1


__ADS_2