Zaenab Dan Zaki

Zaenab Dan Zaki
Hormati orangtua


__ADS_3

Jam di rumah sakit menunjukkan pukul 12 malam. Saatnya Zaki menjaga Zaenab. Zaki melihat Zaenab masih tertidur di ranjangnya. Dia mengecek oksigen dan infusan Zaenab. Saat semuanya menjelang habis, Zaki menghampiri suster jaga yang ada di meja informasi ruangan dahlia. Dia meminta suster untuk mengganti oksigen dan infusan Zaenab. Salah satu suster jaga mengikuti Zaki menuju ke ruang perawatan Zaenab. Setelah suster mengganti semuanya, Zaki menuju kamar mandi untuk berwudhu dan menunaikan solat tahajud. Dalam doa di sepertiga malam, Zaki memohon kepada Yang Maha Agung untuk kesembuhan adiknya dan memohon agar polisi segera menangkap pelaku penganiayaan terhadap Zaenab. Di sela-sela doanya, terdengar suara lembut memanggil nama 'emak'.


"Eemmaakk...eemmaakk."ucap Zaenab dengan lembut.


Zaki pun bangkit dari sajadah dan melihat ke arah ranjang Zaenab. Ternyata benar apa yang dia dengar, Zaenab sedang mengigau dan menyebut nama emak berulang kali. Zaki berusaha membangunkan Zaenab dengan mengelus-elus tangannya tapi dia merespon balik atau pun membuka matanya. Seketika Zaenab berhenti mengigau dan Zaki pun berhenti membangunkan adiknya itu. Zaki menggenggam tangan Zaenab dengan erat.


"De...ayo bangun donk...abang pengen cerita tentang pendakian abang kemarin sama Mas Bambang dan Bang Ucok. Kamu tau gak de...pemandangan saat matahari terbit dan terbenam dari puncak Gunung Pangrango itu sangat indah banget. Kamu pasti suka deh...Abang sudah ambilkan foto-foto pemandangan disana buat kamu. Abang janji kalau kamu sudah sehat dan masalah kamu sudah tuntas semua, kita akan pergi bersama-sama ke puncak Gunung Pangrango."ucap Zaki dengan nada lemah lembut.


"De... abang janji akan mencari orang yang sudah membuat kamu seperti ini. Abang gak akan biarkan mereka bebas berkeliaran di luar sana."sambung Zaki.


"Kamu harus bangun dan bangkit supaya kamu bisa melihat orang-orang yang menyakiti kamu di hukum seberat-beratnya. Kamu harus sembuh ya de...harus!"ucap Zaki sembari menangis di dekat Zaenab.


Bambang dan Ucok yang tadinya sedang tertidur pulas, terbangun mendengar teriakan Zaenab. Bambang dan Ucok saling bertatapan. Mereka memahami kalau Zaki tak kuat melihat adik tercintanya terbujur di ranjang tempat tidur untuk kedua kalinya. Mereka pun berbisik-bisik dalam keadaan masih berbaring.


"Cok, kita harus bantu Zaki mencari para tersangka!"ucap Bambang.


"Iya Bang. Besok kita mulai pencarian."ucap Ucok.


"Tapi bagaimana kita tau wajah para tersangka tersebut?"tanya Bambang.


"Gampang itu! Aku bisa tanya-tanya si bocah ingusan temannya Zaenab yang bernama Andi besok."jawab Ucok.


"Ok kalau begitu."sahut Bambang.


"Kita lanjut tidur aja sekarang. Kita berikan kesempatan Zaki berdekatan dengan adiknya."ucap Ucok.


"Ok."jawab Bambang singkat.


Mereka berdua tidur kembali dan membiarkan Zaki tertidur di kursi samping ranjang Zaenab.


Di tempat lain...


"Assalammualaikum..."sapa Andi dan papanya.


"Waalaikumsalam..."ucap tante Andi (Ms. Yanti) yang sedang membukakan pintu.


"Andi...kamu tidak apa-apa kan? Bagaimana keadaan Zaenab?"tanya Ms.Yanti.


"Alhamdulillah aku tidak apa-apa tante. Kalau Zaenab...harus di rawat intens di rumah sakit. Sekarang dia masih belum sadarkan diri."jawab Andi.

__ADS_1


"Ya allah...kasihan sekali dia. Masalah yang pertama belum selesai di tambah lagi masalah ini."jawab Ms. Yanti sembari menggelengkan kepalanya.


"Dek Yanti...tolong nasihati kakak mu ini."ucap Papa Andi.


"Loh...memangnya mbak ku kenapa,mas?"tanya Ms.Yanti penasarab.


"Mbak mu ini, tolong diajarkan etika berbahasa kepada orang lain supaya dia belajar untuk tidak menghina orang lain."ucap Papa Andi.


"Iihh...papa ini apa-apan sih? Masih di bahas aja!"jawab Mama Andi kesal.


"Jelas loh papa bahas! Mama berhutang maaf sama keluarga Zaenab. Kalau kita jenguk Zaenab mama harus minta maaf sama keluarganya titik! Gak ada tawar-menawar!"ucap Papa Andi.


"Iiihhh...papa ini nyebelin banget!"ucap Mama Andi cemberut.


"Memang mbak ku bicara apa sama keluarganya Zaenab?"tanya Ms.Yanti penasaran.


"Mama bilang Babenya Zaenab cara berpakaiannya kampungan. Mama juga bilang kalau Babenya Zaenab gak mampu bayar pengawal pribadi buat jaga Zaenab."ucap Andi sembari menatap kesal wajah mamanya.


"Kaaammuuu!! Mulai berani jelek-jelekin mama ya...!"


"Andi gak jelek-jelekin mama! Memang itu kenyataannya. Mama yang salah!"ucap Andi emosi.


"Mama! Papa tidak pernah memukul mama dan anak-anak. Jadi tolong mama jangan seperti itu sama Andi!"ucap Papa.


"Kamu juga Andi! Semarah-marahnya kamu sama mama tapi dia tetap mama kandung mu yang melahirkan kamu! Hormati mama!"ucap Papa yang marah sama Andi.


"Ma-aff pa...Andi khilaf. Andi janji gak akan mengulanginya lagi asalkan mama bisa jaga ucapannya ke orang lain."ucap Andi.


"A-andi minta maaf ma... Maafkan Andi."ucap Andi sembari mencium tangan kanan mamanya.


"Ma-afkan mama juga Andi..."ucap Mama sambil mengelus kepala Andi.


"Andi pergi ke kamar dulu ma...pa...tante..."


"Langsung mandi ya... Setelah itu makan bersama, tante sudah masak banyak tadi."ucap Ms.Yanti.


"Ok tante."jawab Andi singkat.


Andi langsung naik ke lantai dua rumahnya dan menuju kamarnya. Papa dan mama menuju kamar mereka. Ms. Yanti pergi ke ruang keluarga dan mencoba menelepon Pak Budi, guru olahraga di sekolah tempat dia mengajar.

__ADS_1


"Selamat malam, Pak Budi. Maaf mengganggu."Sapa Ms.Yanti.


"Selamat malam,Miss. Gak sama sekali kok...saya malah senang di ganggu waktunya sama miss cantik dan jomblo seperti saya."Puji Pak Budi.


"Hehehehe...Pak Budi bisa aja!"Ms.Yanti tersipu malu.


"Saya mau tanya, tadi ada kasus apa di taman? Kenapa keponakan saya bisa di tahan lama sama polisi?"sambung Ms.Yanti.


"Keponakan miss tidak cerita lengkap tentang masalah tadi?"


"Belum sempat. Dia saja baru sampai rumah dan sekarang sedang mandi."


"Sama miss. Saya juga baru aja mandi dan ini mau makan tapi makan sendiri seperti lagunya Cha-Cha Handika. (Pak Budi langsung menyanyikan lagunya).


Masak masak sendiri...Makan-makan sendiri...Cuci baju sendiri...Tidur ku sendiri... Cinta aku tak punya...kekasih pun tiada...semuanya telah pergi, tak tau kemana..."Pak Budi menghentikan nyanyiannya karena dia lupa lirik berikutnya.


"Maaf Pak Budi...saya kelahiran 90-an jadi gak tau tuh penyayi Cha-Cha Handika yang mana...hehehe"ucap Ms.Yanti sembari tertawa kecil.


"Oalaha...masih muda donk miss. Bisa donk kapan-kapan kita jalan bareng.


"Eh...ini jomblo tuir kok malah merayu gue!"gumam Ms.Yanti dalam hati.


"Miss...miss...kok gak ada suaranya?"tanya Pak Budi.


"Eh eh...iya pak saya dengar."jawab Ms.Yanti.


"Bagaimana miss?"tanya Pak Budi.


"Bagaimana apanya,pak?"


"Loh...kok miss malah balik tanya! Tawaran saya buat jalan bareng weekend nanti."


"Weekend masih lama pak... Jadi nanti saja ya saya jawabnya."ucap Ms.Yanti.


"Selain miss pinter ngelesin murid Bahasa Inggris, ternyata miss juga pintar ngelesin cowok jomblo seperti saya. Sudah dulu ya miss...Mas Budi mau makan dulu seperti Cha-Cha Handika. Bye...Sayonara...Muuuaaacchhh..."Pak Budi langsung menutup ponselnya dan meninggalkan Ms.Yanti di saluran telepon dengan ekspresi wajah yang datar.


Hallo readers...mohon maaf ya updatenya lama. Author lagi Isoman nih gara-gara di sapa mba corona. Readers jaga kesehatan ya...kalau bisa usir mba coronanya pake vitamin dan madu. Jangan usir pake lagu om Cha-cha Handika yang ada mba corona bakalan temenin readers dan gak mau pergi-pergi lagi...hehehehe...😆😆


Tetap semangat ya readers...😚😚

__ADS_1


__ADS_2