
Zaki dan Tania duduk saling berhadapan di kursi teras depan. Mereka hanya saling menatap malu-malu tanpa ada yang memulai pembicaraan. Beberapa menit kemudian, Zaenab muncul dihadapan mereka dengan membawa sebuah nampan yang berisi dua cangkir teh manis hangat dan sepiring pisang goreng panas buatan emak.
"Maaf mengganggu...silahkan di cicipi kak Tania, ini buatan emak loh spesial buat teman ceweknya bang Zaki...hehehe"ucap Zaenab sambil meletakkan minuman dan cemilan tersebut ke atas meja.
"Makasih ya Nab...pasti enak deh buatan emak!"sanjung Tania.
"Dicoba aja kak...pasti bakalan ketagihan. Pisangnya di ambil dari kebun belakang rumah kita."ucap Zaenab.
"Kak Tania kapan mau belajar masak sama emak?"
"Mungkin lain waktu ya...kalau sekarang aku belum ada persiapan sama sekali."
"Iya gak apa-apa kak. Aku senang akhirnya ada teman cewek bang Zaki yang main ke rumah. Habis aye bosen melihat teman bang Zaki cuma mas Bambang dan bang Ucok yang selalu main kesini. Aku takut bang Zaki di kira h**o sama tetangga-tetangga...hehehe"ucap Zaenab sembari tertawa cekikikan.
Tania yang mendengar ucapan Zaenab tertawa geli sembari menutup kedua mulutnya.
Wajah Zaki terlihat tidak nyaman mendengar ucapan Zaenab kepada Tania.
"Kamu sudah bicaranya?"tanya Zaki ke adiknya.
"Masih banyak bang... boleh kan akj pinjam kak Tania satu jam aja...please..."jawab Zaenab.
"Gak boleh! Emangnya Tania barang yang bisa di pinjamkan?"Zaki mulai kesal. Tania yang melihat wajah Zaki yang cemberut akhirnya buka suara kepada Zaenab.
"Next time ya,Nab. Kayaknya abang kamu mau bicara penting sama aku."ucap Tania
"Abang mau ngobrol berdua sama Tania. Kamu masuk saja sana! Belajar buat persiapan try out di kamar!"ucap Zaki dengan tatapan sinis kearah Zaenab.
"Iya iya...aye masuk! Dasar pelit!"ucap Zaenab sewot.
Zaenab masuk kedalam kamarnya dengan wajah cemberut. Mendengar ucapan Zaki ke adiknya, Tania hanya menggelengkan kepala.
"Ternyata kamu galak juga ya sama adik mu?"ledek Tania.
Zaki tidak menghiraukan ucapan Tania.
"Kamu datang ke rumahku tidak bilang-bilang dulu?"tanya Zaki.
"Aku chat dan telepon kamu berkali-kali tapi tidak ada jawaban sama sekali."ucap Tania.
"Maaf...Ponselku sedang di cas"
"Kenapa kamu memperkenalkan aku sebagai teman bukan pacarmu?"tanya Tania penasaran.
Mendengar pertanyaan Tania, Zaki diam sejenak dan mengusap muka dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kamu malu punya pacar seperti aku?"tanya Tania sembari menatap tajam ke arah Zaki.
"Maafkan aku...aku belum siap jujur kepada keluargaku."jawab Zaki sambil memegang tangan Tania.
"Bagaimana perasaanmu padaku? Apa kamu tidak sungguh-sungguh menyayangiku?"
"Aku sangat menyukaimu."
"Kamu hanya menyukai ku tapi tidak mencintai ku kan?"
"Apa bedanya menyukai dengan mencintai? Aku rasa sama saja maknanya.
"Tentu saja berbeda Zaki."
"Bagi ku sama saja. Ketika aku menyatakan kepada mu bahwa aku menyukaimu, disitulah aku mulai menyayangi dan mencintaimu."jawab Zaki.
"Lalu kenapa kamu tidak pernah mengizinkanku ke rumahmu?"
"Aku...aku takut kamu tidak bisa menerima keluargaku yang sederhana ini. Aku takut orang tua ku tak bisa menerimamu karena..."
Saat Zaki ingin melanjutkan ucapannya, tiba-tiba ponsel Tania berbunyi.
"Halo pa...Tania lagi di rumah teman kuliah. Sebentar lagi aku akan menuju kesana. Sekitar 10 menit lagi tugas kuliahku selesai pa. Tania sayang papa."ucap Tania kepada papanya yang sedang menelepon.
"Aku antar kamu ya...Aku ambil jaket dan kunci motor dulu di kamar. Kamu tunggu di sini dulu."Zaki bergegas berdiri dari duduknya. Tania hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Babe yang mendengar Zaki akan masuk kedalam rumah segera berlari ke sofa dan berpura-pura menonton televisi. Emak dan Zaenab yang baru datang dari dapur terheran melihat sikap babe.
Zaki berjalan kedalam kamarnya, mengambil jaket, kunci motor dan dompet. Ketika hendak mau keluar, Zaki meminta izin pergi mengantar Tania kepada babe dan emak yang sedang menonton televisi di ruang tengah.
"Be...mak...Zaki mau antar Tania pulang dulu."ucap Zaki sembari memakai jaket ke badannya.
"Ayo be...kita temui neng Tania."ajak emak
Babe dan emak mengikuti Zaki dari belakang menuju teras depan. Tania yang sedang duduk menatap langit berbintang malam itu langsung berdiri dan pamit ke babe dan emak.
"Bu..pak..saya pamit dulu. Terima kasih makan malamnya."ucap Tania
"Mau kemana sih,neng? Ini kan masih sore belum malam banget. Disini aj dulu..."bujuk emak
"Maaf bu...saya tidak bisa. Saya ada acara bersama keluarga jadi harus buru-buru pulang."ucap Tania sembari tersenyum
"Sering-sering main kesini ya neng...Emak senang ada temannya Zaki yang berkunjung kesini."
"Iya bu..."jawab Tania sembari mencium tangan emak dan babe.
__ADS_1
"Zaenab kemana,bu?"
"Zaenab ada di kamarnya, lagi belajar buat persiapan try out."
"Salam buat Zaenab ya bu..."
"Iya neng"
Lalu Zaki mencium tangan kedua orang tuanya sambil mengucapkan salam.
"Assalammualaikum"ucap Zaki.
"Waalaikumsalam"ucap babe dan emak.
Akhirnya Zaki melajukan motornya dan meninggalkan babe dan emak yang masih berdiri di teras rumahnya.
"Be..ayo kita masuk!"ajak emak
"Roh...kok tadi Tania gak mengucapkan salam ya ke kita?"tanya babe heran
"Masa sih bang...seingat aye dia ngucapin kok..."jawab emak sembari mengingat-ingat saat Tania berpamitan
"Yang ngucapin salam itu Zaki bukan Tania."
"Mungkin neng Tania lupa kali bang. Yang penting kita doain agar mereka selamat sampai tujuan. Aamiin."
"Aamiin. Kamu gak perhatikan penampilan neng Tania? Rambutnya di warnain, bajunya sedikit terbuka dan dia memakai gelang bersimbol..."babe tidak melanjutkan kata-katanya karena dia belum yakin dengan apa yang dia dengar dan yang dia lihat sekilas.
"Udah bang, gak usah di pikirin. Terserah Zaki mau berteman dengan siapa saja yang penting kita tetap mengawasi dan menjaga anak-anak kita."
"Iya"jawab babe singkat
"Ayo kita masuk ke kamar! Aye cape bang pengen tidur."
"Perlu abang pijit gak badannya? Biar besok pagi kamu lebih seger...hehehe"goda babe sembari mengedipkan matanya.
"Dasar aki-aki masih aja doyan goyang di tempat tidur!"
"Abang kan masih muda dan kuat buat goyang bini tercinta abang sampe pagi."Babe memeluk emak dari belakang.
Akhirnya mereka berdua masuk kedalam kamar.
Apa yang babe dan emak lakukan di dalam kamar?
Tebak sendiri aja ya... Author mau istirahat dulu 😆😘
__ADS_1