Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 99. Lagi??


__ADS_3

****


Enam bulan telah berlalu, Amanda tumbuh menjadi bayi montok dan ceria. Dian jadi sering bolak balik menengok cucunya dan memastikan Zafrina mendapatkan asupan gizi yang cukup.


Pagi ini Zafrina terbangun dengan wajah pucat. Zico sampai harus bolos kerja karena tak tega melihat kondisi Zafrina.


"Kamu sebenarnya kenapa, Queen?"


"Entahlah, King. Kepalaku sakit sekali."


"Kita ke dokter, ya?" kata Zico menawari istrinya. Namun, Zafrina menggeleng lemah.


"Aku hanya perlu tidur. Mungkin karena kemarin malam begadang menunggu Princess Amanda."


"Baiklah, jika begitu sebaiknya kamu istirahat, aku akan ke kamar Amanda untuk mengecek apakah dia sudah bangun atau belum. Zafrina lagi-lagi mengangguk lemah. Sepertinya dia masuk angin karena kemarin begadang terus.


Zafrina merasa kepalanya berputar-putar. Ia merasakan perutnya mual luar biasa. Zafrina akhirnya bangkit dari tidurnya dan berjalan cepat ke kamar mandi. Dia mendudukkan dirinya di lantai dan muntah di kloset.


"Oh, ya ampun, ada apa denganku?" gumam Zafrina. Dia merasa perutnya terus bergejolak, tapi saat ia muntah hanya keluar cairan saja.

__ADS_1


Zafrina tak sanggup berdiri. Ia merasa pijakan kakinya ikut bergoyang saat ini. Zafrina menyandarkan kepalanya di sebuah kursi yang biasa dia pakai untuk memandikan Amanda jika berada di kamarnya.


Zico masuk ke dalam kamar sambil menggendong putrinya, tapi dia tidak mendapati istrinya di dalam kamar. Zico pikir Zafrina keluar. Dia tak melihat ke kamar mandi karena Zico pikir kamar mandi dalam keadaan terbuka.


Zico kembali turun untuk mencari istrinya, tapi tak ada satu pun pembantu mereka yang tahu kemana perginya majikan perempuan mereka.


Zico kembali naik. Dia memanggil nama Zafrina saat masuk ke dalam kamar. Namun, sayangnya tak ada sahutan. Zico meletakkan baby Amanda di dalam box bayi, Ia merasa khawatir terjadi sesuatu pada istrinya itu.


Zico bergegas ke kamar mandi, dia sangat kaget melihat istrinya sudah terbaring di lantai. Zico setengah berlari mendekati istrinya.


"Queen, ada apa denganmu sebenarnya?" gumam Zico. Tampak jelas dia sangat mengkhawatirkan istrinya itu. Zico mengangkat tubuh Zafrina dan meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang, Zico lantas menghubungi dokter Arya.


Mama Dian baru tiba saat Zico terlihat terburu-buru menuruni tangga.


"Ina pingsan, Mah," ujar Zico dengan wajah paniknya. Dian sangat terkejut, tapi melihat menantunya panik seperti itu, Dian memutuskan untuk naik ke kamar Zafrina.


Dia melihat cucunya yang lucu sedang bermain sendirian di dalam box bayi. Dian mengeluarkan minyak kayu putih untuk di oleskan pada Zafrina.


Dian menyentuh tubuh Zafrina yang terasa dingin dan berkeringat. Mata Dian terbelalak seketika. "Oh, ya ampun, mungkinkah?" Dian menatap putrinya penuh haru.

__ADS_1


Tak lama Zico datang bersama dokter Arya. Pria itu tersenyum ke arah Dian sebelum memeriksa Zafrina. Dokter Arya melirik sekilas pada Dian sebelum akhirnya menyampaikan hasil pemeriksaannya.


"Zico, sebaiknya kamu beli tespeck untuk memastikannya. Menurut hasil pemeriksaanku Zafrina saat ini sedang mengandung."


"Hah, apa dokter Arya serius?" tanya Zico tak percaya.


"Zico, meskipun aku ini pria humoris, tapi jika menyangkut pemeriksaan aku tidak akan mungkin bercanda."


"Tapi Ina bilang, Menyusui juga termasuk KB alami."


"Masalahnya, Zi. Yang pakai obat dan alat saja, terkadang mereka masih bisa kecolongan apalagi hanya mengandalkan KB alami."


"Biar mama yang beli, kamu jaga Ina dan Amanda saja."


"Engga usah, Mah. Biar Zico saja. Zico titip Amanda dan Ina, ya mah?"


Dian mengangguk, dia akhirnya tetap tinggal di kamar Zafrina. Arya membereskan peralatannya dan duduk di tepi ranjang Zafrina.


"Apa yang kamu cemaskan, Dian? kenapa kamu terlihat tak tenang?"

__ADS_1


"Apakah kehamilan ini aman untuk putriku, Mas Arya?"


"Nanti aku akan meminta dokter Rita untuk terus memantaunya. Kamu tenang saja, Dian. Jaman sekarang ini medis pun peralatannya serba modern dan canggih. Aku yakin kehamilan Ina kali ini pasti lancar. Hanya saja dia sepertinya teler seperti kehamilan sebelumnya," kata Arya.


__ADS_2