Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 22. Aksi Zayana


__ADS_3

*******


Keempat pengawal yang disiapkan oleh Zafa dibuat kalang kabut dengan kelakuan Zafrina. 3 dari mereka mengejar Zafrina sedangkan salah seorang bergegas mengetuk pintu apartemen Zafa.


Zafa, Zico, dan yang lain menoleh ke arah pintu saat pintu diketuk dengan tidak sabaran. Marvel segera berdiri dan membuka pintu. Dia tahu ada sesuatu yang tidak beres di luar sana.


Saat pintu di buka, anak buah Zafa segera melaporkan apa yang baru saja terjadi. Zafa dan yang lain langsung membulatkan mata. Zico segera berdiri dan menghubungi anak buahnya.


"Sebenarnya ada apa denganmu, Queen? kenapa kamu tidak menurut?"


"Papa kembali saja ke apartemen takutnya mama nanti panik kalau tahu," ujar Zafa.


Sementara itu Zafrina berhasil mengecoh ketiga pengawal Zafa. Dia tidak bisa melibatkan siapapun sebelum memastikan kondisi Zayana. Ia akan benar-benar membunuh Fred jika pria itu berani berbuat macam-macam pada adiknya.


Dari apartemen Zafa ke hotel Charles memerlukan waktu 20 menit. Zafrina menghentikan sebuah taksi. Beruntung di saat bersamaan Calvin sudah mendapat info dari Zico. Sehingga begitu melihat nona mudanya keluar, dia langsung mengikutinya.


Zafrina menghubungi nomor Fred. Dengan cepat pria itu segera mengangkat panggilan Zafrina.


Senyumnya mengembang saat mendengar suara Zafrina yang panik.


"Hai, baby. Waktumu tinggal 30 menit lagi. Jika dalam waktu itu kamu tidak datang, maka tubuh adikmu yang seksi akan aku nikmati."


Fred langsung mematikan sambungan teleponnya. Zayana membuka matanya, seingatnya saat itu dia naik lift untuk turun ke bawah tapi tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya dan dia tidak sadarkan diri. Zafrina menatap sekelilingnya, ia melihat seorang pria berdiri di balkon. Zayana merasa kesulitan karena tangannya terikat di belakang. Ia mengedarkan pandangan sambil berpikir.


Zayana tersenyum saat ia melihat pisau tergeletak di atas nakas. Tidak ingin melewatkan kesempatan, ia bergerak perlahan untuk mengambil pisau itu. Zayana menahan nafasnya, jantungnya berdegup dengan kencang. Sungguh baru kali ini dirinya terlibat hal seperti ini. Meskipun dulu saat kecil ia pernah melihat Judy hampir di culik tapi sekarang dirinya benar-benar jadi korban penculikan.


Saat pisau berhasil di ambil, Zayana kembali ke posisinya dan pura-pura masih pingsan. Tangannya bergerak menggesekkan pisau itu di ikatan tangannya. Saat tali terputus Zayana bernafas lega. Dia kembali melihat pria itu, ternyata pria itu masih belum sadar jika sandranya mulai beraksi. Zayana melepaskan ikatan di kakinya. Tampak pergelangan tangan dan kakinya memerah karena ulah pria itu.


Zayana tersenyum tipis saat tubuhnya telah terbebas. Pria itu terlalu meremehkan cicit seorang jendral sepertinya.


"Let's play, dude." Zayana berjalan mengendap seraya membungkukkan badannya. Dia langsung merapat ke dinding saat Fred menoleh untuk memastikan kondisi Zayana. Namun Fred terkejut tak mendapati Zayana ada di sana. Dia mengumpat kesal, Fred berjalan cepat dan disaat bersamaan Zayana menjulurkan kakinya sehingga Fred langsung jatuh terguling.


Zayana berdecak seraya menggelengkan kepalanya. Fred tampaknya masih terkejut, bagaimana gadis itu bisa melepaskan dirinya.


"Kau... " tunjuk Fred.


"Hai... " Zayana tampak santai melambaikan tangannya.


"Bagaimana kamu bisa lepas?"


Zayana hanya mengetukkan jari telunjuknya di kepala sambil tersenyum smirk. Saat Fred bangkit berdiri Zayana kembali menjegal Fred dengan gerakan cepat dan tak terbaca.

__ADS_1


"Siapa kamu? dan apa tujuanmu menculikku?"


Fred tertawa, dia tidak menyangka adik Zafrina itu ternyata cukup cerdik. Dia salah membawa tawanan.


"Aku kekasih kakak kamu."


"Bull*****... kakakku tidak akan memacari pecundang sepertimu." Meski Zayana terkesan santai namun matanya sangat awas.


Tanpa menunda waktu Zayana langsung memberikan bogem mentahnya pada Fred saat Fred berusaha bangkit.


"Pria lemah sepertimu tidak pantas bersanding dengan kakakku." Zayana menyikut wajah Fred hingga pria itu jatuh dengan hidung berlumuran darah.


Zafrina baru tiba di pelataran hotel. Calvin dengan asal memarkirkan mobilnya dan mencegah nona mudanya masuk.


"Kau, apa yang kau lakukan?"


"Ketua meminta kita untuk menjadi pengawal anda."


"Aku tidak perlu, dan aku sedang buru-buru. Ada orang yang sedang menawan adikku," Teriak Zafrina frustasi dan menarik perhatian orang-orang yang berlalu lalang.


"Kami yang akan mengatasinya, nona cukup menunggu di dalam mobil saja."


Saat perdebatan antara Calvin dan Zafrina terjadi. Zico, Zafa dan Papi Rian tiba. Zico langsung melepas seatbelt dan membuka pintu mobil padahal mobil belum berhenti dengan sempurna.


"Apa yang kamu pikirkan sebenarnya, hah?" tanya Zico dengan nada suara meninggi.


"King... "


"Apa kamu ingin membunuhku? kamu mau aku mati karena mencemaskanmu?"


"Ina ada apa denganmu?" Zafrina mengurai pelukan Zico.


"Fred... dia menyekap Zayana kak. Dia ingin aku datang sendiri."


"Apa kamu lupa siapa Zayana? kenapa kamu malah bertindak gegabah seperti ini," tanya Zafa


"Di lantai mana?" Marvel langsung memotong ucapan Zafa.


"Entahlah dia hanya bilang di kamar nomor 210." Zafa dan Marvel segera masuk untuk mencari keberadaan Zayana. Wajah Marvel berubah kelam saat dia memasuki loby hotel. Tidak akan dia biarkan siapa pun menyentuh gadis itu. Bagi Marvel, Zayana sudah seperti adik kandungnya sendiri.


Saat Zafa dan Marvel tiba di lorong di mana kamar 210 berada mereka berdua melihat Zayana.

__ADS_1


"Ana... "


"Kakak... " Zayana langsung berlari, namun bukannya lari menyongsong Zafa, Zayana justru memeluk Marvel.


"Dasar adik ga ada akhlak, percuma aku mengkhawatirkan dia," batin Zafa.


Marvel tampak canggung mendapat lirikan dari Zafa, tapi tangannya tak urung tetap melingkar di pinggang Zayana.


"Ana, dimana Fred?"


"Aku mengikatnya di sana. Dia benar-benar menyebalkan kak. Lihat.... " Zayana memperlihatkan pergelangan tangannya yang memerah dan juga pergelangan kakinya.


Zafa dan Marvel akhirnya mendatangi kamar itu. Mereka benar-benar akan membuat perhitungan pada Fred. Tidak peduli Fred adalah putra walikota, dia sudah bertindak di luar batas.


....... ...


Zafrina masih belum tenang, dia berpikir Fred tidak sendirian. Dia takut terjadi sesuatu pada adiknya itu.


"King, biarkan aku masuk. Aku takut Fred tidak sendirian."


"Tenanglah, tidak akan terjadi apapun pada adikmu aku jamin."


"Sebaiknya kamu minum dulu, sayang." Papi Rian menyodorkan air mineral pada putrinya, namun Zafrina hanya meminumnya sedikit.


Tak lama Zafa muncul bersama Zayana, sedang Marvel tidak tampak batang hidungnya. Zafrina langsung berlari memeluk adiknya.


"Ana... apa kamu baik-baik saja? apa ada yang terluka?" Zafrina membolak-balikkan tubuh adiknya itu.


"Aku tidak apa-apa kak, percayalah dia tidak ada apa-apanya."


Syukurlah jika kamu baik-baik saja." Zafrina tampak lega dengan mata yang sudah semburat kemerahan.


"Kenapa kakak melo sekali? sudah jangan menangis. Aku tidak apa-apa. Aku bahkan bisa menghadapi 10 Fred sekaligus.


Zafa mengusap kasar wajah Zayana. " Jangan sombong. Kamu sedang beruntung."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Yuk sambil menunggu author up. Kalian bisa mampir ke karya teman author kak Santi Suki


__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2