Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu


__ADS_3

******


Semua pulang dengan perasaan lega. Zico memilih membawa istrinya dia akan mengurung Zafrina jika perlu. Tidak ada yang tahu bagaimana nasib Fred. Semua yang sudah berada di genggaman Marvel tidak akan berakhir dengan mudah.


Zafrina tertidur di bahu Zico. Entah mengapa rasanya sulit sekali marah pada gadisnya itu. Kini dirinya bisa bernapas lega karena Zafrina baik-baik saja.


..........


Hari ini tepat satu minggu Zafrina di kurung oleh Zico. Kedua adik dan orangtuanya lah yang mengunjungi dirinya. Zico benar-benar memperlakukan Zafrina seperti tawanan di mansionnya. Gadis itu bahkan selama 2 hari ini mendiamkan Zico tanpa alasan yang pasti.


Tapi Zico tetaplah Zico, dia tidak bisa marah pada Zafrina. Ia lebih memilih membiarkan gadis itu selama dua hari ini.


Namun hari ini perlakuan Zico sangat berbeda, sejak pagi dia selalu mengajak Zafrina bicara meskipun Zafrina hanya menjawabnya dengan singkat.


"Nanti siang, Calvin akan mengantarmu. Datanglah ke perusahaan kita akan makan siang nanti." Zico duduk di pegangan kursi yang sedang di duduki oleh Zafrina.


"Hmm... "


"Queen.... "


"Ya, baiklah king," jawab Zafrina malas.


"Aku berangkat dulu." Zico mengecup kening dan bibir Zafrina sekilas lalu segera berangkat ke perusahaannya.


"Nona, kenapa anda bersikap tak acuh pada tuan muda? padahal dia sangat baik memperlakukan anda."


"Ini bentuk protes ku, Miranda. Aku bosan setiap hari berada di rumah sedangkan dia pergi kemana pun yang ia suka," kata Zafrina dengan bibir mengerucut.


"Tuan muda hanya ingin memastikan keselamatan anda."


"Ya... ya baiklah, silahkan kalian bela tuan kalian."


Zafrina memilih berlalu masuk ke dalam kamar. Jujur untuk dia yang hoby sekali bepergian hal itu terasa sangat menyiksanya. Dia tahu maksud Zico baik tapi dia sungguh merasa bosan.


Zafrina akhirnya memilih berendam untuk mendinginkan hatinya yang mendadak kembali dongkol.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 waktu setempat. Zafrina sudah tampil sangat cantik dengan balutan dress berbahan satin kualitas super berwarna biru tua.


Rambutnya yang panjang dengan ujungnya yang curly di biarkan tergerai hanya memakai pita berwarna senada namun dengan pola polkadot. Zafrina juga memakai sepatu sneakers berwarna putih. Tampilannya masih layak dianggap seperti mahasiswa baru.


Zafrina mengambil tasnya dan keluar dari kamar. Calvin, Rey dan Emir yang bertugas mengawal Zafrina sampai dibuat terkesima oleh kecantikan Zafrina.

__ADS_1


Miranda dan Paula berdecak kesal melihat ketiga pria itu terpaku menatap nona mudanya.


"Hati-hati, Rey. Liurmu hampir menetes." Dan bodohnya Rey bergerak mengusap mulutnya, sontak Zafrina, Miranda dan Paula terbahak-bahak.


"Sudah, sudah. Ayo kita berangkat sekarang."


Kelima pengawal Zafrina mengikuti gadis itu. Dia masuk ke dalam mobil dan menyandarkan tubuh nya.


"Nona, kami berdua ada tugas lain. Maaf kami hanya bisa mengantar sampai di sini."


"Huh... baiklah. Perjalanannya pasti akan sangat membosankan." Akhirnya mobil melaju. Calvin yang menjadi supir Zafrina sementara Rey dan Emir membuntuti dengan mobil lain.


"Vin, selama ini bagaimana organisasi kalian berjalan?"


"Sejauh ini semuanya baik-baik saja nona."


"Ck.. bukan itu jawaban yang aku inginkan."


"Apa organisasi kalian melakukan perampokan, menjual obat-obatan terlarang atau sesuatu yang menyimpang?"


"White tiger adalah penyedia senjata, baik itu secara legal maupun ilegal. Beberapa dari kami di tunjuk sebagai sniper. Kelompok kami tidak berhubungan dengan obat-obatan terlarang. Ketua sangat melarang keras. Bahkan 2 bulan sekali Ketua selalu melakukan test apakah kami menggunakan obat-obatan itu apa tidak."


"Ketua sangat mengayomi kami para anak buahnya nona."


"Ya aku tahu itu, meskipun dia sedikit menyebalkan tapi hatinya baik." Pembicaraan mereka terhenti saat Zafrina sudah tiba di tujuan.


Zafrina turun setelah Calvin membukakan pintunya. Dia melenggang masuk begitu saja tanpa bertanya di meja resepsionis.


Semua karyawan tahu siapa itu Zafrina. Yang mereka tidak tahu adalah status Zafrina yang berubah menjadi nyonya Dawson.


Setibanya di lantai 20 Zafrina langsung gegas menuju ruangan Zico. Dia membuka tanpa mengetuk. Tapi tidak ada siapapun di dalam ruangan itu.


"Kemana dia?"


Zafrina duduk dan memilih menunggu di ruangan itu. Dia memegang ponselnya dan mulai berselancar di dunia maya. Tak lama pintu ruangan Zico terbuka seorang wanita cantik menatap Zafrina dengan tatapan sinis.


"Apa anda tidak memiliki sopan santun, nona?"


Zafrina melirik tanpa berniat menjawab hingga membuat wanita itu berdecak kesal. "Selain tidak memiliki sopan, ternyata anda juga bisu ya?"


Zafrina meletakkan ponselnya kasar dan menatap tajam gadis itu. "Siapa kamu?"

__ADS_1


"Saya sekertaris tuan Dawson. Anda yang siapa? masuk ke ruangan atasan tanpa mengkonfirmasi pada saya."


"Kamu karyawan baru di sini?"


"Saya sudah bekerja di sini selama satu bulan."


"Apa kamu betah kerja di sini?"


"Bukan urusan anda, nona. Saya minta anda keluar karena ruang atasan tidak boleh di masuki sembarangan orang."


Zafrina tersenyum miring. Dia bangkit berdiri mengikuti permainan sekertaris itu. Awalnya dia ingin memaklumi polah sekertaris Zico itu tapi ternyata wanita di hadapannya itu terlalu banyak tingkah dan membuatnya kesal.


Zafrina kini duduk di sebuah kursi di luar ruangan Zico. Sekertaris itu tersenyum miring dan meninggalkan Zafrina sendiri tanpa memberikan minum. Waktu kini menunjukkan pukul 12.15 dia sudah menunggu disana selama 1 jam lebih tapi suaminya tidak kunjung datang juga. Marah, kecewa, kesal menjadi satu. Bahkan Zafrina merasa sudut matanya terasa panas. Dia bangkit dari duduknya, namun denting suara lift membuat dia seketika menoleh.


"Queen... " Zafrina hanya diam tidak menyahuti sapaan Zico. Zico berjalan diikuti oleh Dominic dan sekertaris menyebalkan itu. Zayana memilih mengabaikan Zico dan berjalan melewati Zico begitu saja. Zico berbalik lalu menahan lengan Zafrina. Ini mungkin adalah pertengkaran pertama mereka setelah menjadi suami istri.


"Hei, my queen kenapa kamu mengabaikanku?"


"Tidak ada, aku hanya lelah. Aku akan ke apartemen mama."


"Tidak tanpa seijinku." Zico langsung memanggul tubuh istrinya. Dominic hanya geleng kepala lalu pergi ke ruangannya sementara sekertaris itu merasa heran. Zico membuka pintu ruangannya dan lalu menutup pintu itu memakai kakinya. Tangan Zico yang satunya menekan remot untuk mengunci pintunya. Zico membawa Zafrina ke ruangan pribadinya dan membanting tubuh Zafrina di atas ranjang.


"Aku sudah bersabar menunggu selama 7 hari. Jangan harap aku akan melepasmu begitu saja."


Zico melepas jasnya dengan asal. Dia melonggarkan dasinya.


"Zi-Zico.. kamu mau apa?"


🌹🌹🌹🌹🌹


Kira-kira Zico mau apa ya?


a. main catur


b. main-main


c. semua salah


Yuk ah sembari nunggu adegan iya-iya nanti malam, ijinkan author promo karya teman author, mampir ya kalian.


__ADS_1


__ADS_2