
****
Zico benar-benar menikmati perannya sebagai seorang suami dari Zafrina dan ayah dari anak yang bernama Amanda.
Pagi ini Zico menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan oleh istrinya. Hari ini Zafrina harus masuk rumah sakit karena ia akan menjalani operasi sesar lagi.
Jarak yang begitu dekat dengan kelahiran yang pertama membuat Zafrina tidak punya pilihan selain menerima semua saran dari dokter Rita.
"Mbak, itu Amanda tolong di ganti bajunya. Sama jangan lupa barang-barangnya disiapin semua. Saya mau bawa Zafrina ke rumah mama Dian."
"Iya, Tuan."
Zico benar-benar ingin segalanya yang terbaik untuk istri dan anaknya. Jangan sampai ada hal yang terlewatkan olehnya.
Zico menggendong Amanda di tangan kirinya sementara tangan kanannya menggandeng Zafrina. Keluarga kecil itu akhirnya pergi menuju rumah mama Dian. Rencananya selama ia berada di rumah sakit menjaga Zafrina. Zico akan menitipkan Amanda pada Mama Dian.
Zafrina duduk di depan, sementara Amanda berada di pangkuannya meskipun perutnya Zafrina sudah sangat besar, tapi rupanya Amanda justru merasa nyaman bersisihan dengan adiknya yang masih berada di dalam perutnya itu.
Zafrina membelai rambut Amanda. Bayi berusia 1 tahun itu tampaknya sedang mengantuk. Tak lama ia terlelap di dekapan Zafrina.
"Ah, rasanya aku tidak tega meninggalkannya, King," kata Zafrina sambil mengusap sudut matanya.
"Hanya 2 hari, Queen. Setelah itu kita akan berkumpul bersama lagi dan tentunya dengan anggota baru."
"Semoga saja dia tidak cemburu saat melihat adiknya," ujar Zafrina.
"Kurasa tidak, hanya kita benar-benar harus membagi tugas. Jangan sampai dia merasa terabaikan dengan keberadaan adiknya nanti."
"Hmm kamu benar, King. Semoga kita bisa menjadi orang tua seperti mama dan papa."
Setibanya di rumah mama Dian, Zafrina disambut dengan pelukan hangat dari mamanya.
__ADS_1
pengasuh Amanda masuk dengan membawa berbagai perlengkapan penunjang selama mereka menginap di sana.
"Mah, aku nitip Amanda, ya."
"Iya, Sayang."
"Sekalian Ina mau minta doa restu dari mama. Semoga nanti Ina diberi kelancaran saat melahirkan."
"Itu sudah pasti, Sayang. Mama akan selalu do'ain kamu di mana pun kamu berada."
Zafrina tersenyum, tak lama Zafrina berpamitan dia juga meminta restu pada dua pasang kakek dan neneknya. Sedangkan oma Santika kini pun sedang terbaring tak berdaya karena sakit tua.
Zico dan Zafrina berangkat ke rumah sakit. Sejak tadi jika boleh jujur jantung Zico berdebar tak karuan. Masih lekat di ingatannya bagaimana Zafrina melahirkan Amanda dulu.
Setibanya di rumah sakit. Zafrina masuk ke ruang VVIP khusus yang memang hanya keluarga besarnya lah yang memakai fasilitas itu.
Dokter Rita sudah memberitahu tahapan-tahapan yang akan dilalui Zafrina. Beruntungnya Zafrina dalam kondisi yang baik.
"King, apa kamu yakin nanti mau ikut masuk?"
Zafrina tersenyum, dia mengusap lembut rahang suaminya dan lalu perlahan dia mengecup bibir Zico. Zico pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Dia membalas ciuman Zafrina dengan lembut.
"King."
"Hmm."
"I love you," bisik Zafrina.
"Me too, you are my glory."
Keduanya tersenyum dengan kening yang saling menempel.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Kini saatnya Zafrina masuk ke ruang operasi. Zico mengiringinya dengan memakai baju steril.
Dokter Anastesi, Dokter Anak dan tentunya Dokter Rita telah berkumpul. Beberapa perawat juga sudah bersiap. Mereka semua berdoa terlebih dulu sebelum memulai operasi. Zico pun sejak tadi menunduk dan terus berdoa.
Saat dokter Anastesi sudah mulai melakukan tugasnya. Dokter Rita dan seorang dokter anak sudah bersiap menjalankan bagiannya.
Tak lama terdengar tangisan bayi yang begitu kencang. Zico tersenyum sambil meneteskan air mata bahagianya.
"Selamat, Tuan Zico. Anak anda laki-laki. Dia sangat tampan sekali."
"Kamu dengar Queen. Anak kita laki-laki." Zafrina mengangguk penuh haru.
Kebahagiaan keluarga mereka telah lengkap. Zico benar-benar tampak sangat bahagia dengan hadirnya putra mereka.
"Siapa namanya, Queen?
" Prince Leonard Alexander"
"Ya dia akan menjadi pangeran di keluarga kita. Lihatlah dia sangat tampan."
Dokter membawa Alexander untuk dibersihkan setelah sebelumnya Zafrina melakukan pelekatan inisiasi dini. Pengenalan Asi pada baby Alex.
Keesokan harinya seluruh keluarga besar Gerry berkumpul di ruangan Zafrina. Mereka semua mengerubungi baby Alex. Amanda tersenyum sambil mencium pipi adiknya yang merah sama seperti pipinya.
Semuanya terlihat antusias menyambut kelahiran baby Alex. Mama Dian kini sedang memangku bayi tampan itu. Rian dan Velia juga baru saja sampai dari negara A. Mereka tampak begitu senang dengan kehadiran cucu keduanya.
Lengkap sudah kebahagiaan Zafrina dan Zico. Mereka benar-benar bersyukur telah memiliki seorang putri dan seorang putra.
...End...
**Note Author : Terima kasih yang sudah mengikuti author dan sabar dengan keleletan author dalam mengupdate kisah Zafrina.
__ADS_1
kalau kalian punya yang orange paijo. cari aja Madam_emma untuk menikmati kisah yang lainnya sambil nunggu Zayana dan Marvel menghibur kalian nanti 🥰🥰😘
Love you Full guys 😍😍**