Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 45. Ke Rumah Sakit


__ADS_3

******


Acara makan malam telah berakhir dengan baik meskipun menyisakan tanda tanya besar untuk Gerry dan Dian. Tapi sepertinya setelah ini mereka akan mencari tahu lebih dalam lagi mengenai Zafia.


Zafrina dan Zico memutuskan untuk langsung pulang ke mansion. Zafrina mengeluh merasa sangat lelah dan tak bertenaga.


"Aku akan membersihkan diri dulu, King," ujar Zafrina lemah. Sejak selesai makan tadi entah mengapa ia merasa tubuhnya sangat lelah, padahal ia merasa tak melakukan apapun.


"Apa perlu aku memanggil dokter?" tanya Zico cemas.


"Tidak perlu, King. Mungkin setelah berendam aku akan membaik." Zafrina langsung masuk ke kamar mandi dan menyalakan air. Selama menunggu bathtub terisi penuh, berulangkali Zafrina mengerjab. Kepalanya terasa berkunang-kunang.


"King... " Zafrina pada akhirnya memanggil suaminya, Zico segera masuk setelah mendengar suara Zafrina.


"Ada apa, Queen?"


Zico tampak panik saat melihat Zafrina bersandar di bawah bathtub dengan mata terpejam.


"King, kepalaku sakit," lirih Zafrina.


"Bagaimana bisa? bukannya tadi kamu baik-baik saja." Zico mendekati Zafrina dan menyentuh kening gadis itu.


"Aku juga tidak tahu, kepalaku pusing dan rasanya aku mau...." Belum lagi Zafrina mengatakan apa yang dia rasakan tiba-tiba Zafrina muntah. Zico sangat terkejut. Ia lalu mematikan kran bathtub dan mengangkat tubuh Zafrina, dan membaringkan isrtinya di atas ranjang.


"King, jangan pergi." Zafrina menahan tangan Zico dengan mata terpejam.


"Aku hanya mengambil ponselku, sayang. Aku akan menghubungi dokter Alan." Zico melepas genggaman tangan Zafrina dengan lembut.


Zico lalu cepat-cepat menghubungi dokter keluarganya itu, setelah itu Zico kembali duduk di samping Zafrina dan membelai kepala istrinya itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa bisa begini, Queen?"


"Aku juga tidak tahu, King."


Selang tiga puluh menit kemudian, dokter Alan tiba di mansion. Ia segera memeriksa istri Zico.


"Buka matanya, ya." Dokter Alan berbicara dengan sangat lembut. Zafrina perlahan membuka mata lalu kembali terpejam dengan cepat.


"Pusing dok," desis Zafrina


"Bagaimana ini dokter?" tanya Zico khawatir.


"Saya tidak bisa sembarang meresepkan obat tanpa tahu kondisi pasti pasien."


"Apa sebaiknya kita ke rumah sakit?"


Zico dan Zafrina saling melempar tatapan. Keduanya pun belum yakin akan persepsi yang kedua karena pernikahan mereka baru saja terlaksana.


"Kita ke rumah sakit sekarang ya, Queen?"


"Jika begitu, saya permisi dulu." Dokter Alan segera pergi setelah kedua pasangan itu memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.


Zico dengan sigap mengangkat tubuh Zafrina. Gadis itu mengalungkan tangannya di leher suaminya.


"Semoga saja benar kamu sedang hamil," ujar Zico sambil berjalan menuju pintu utama.


"Jangan terlalu berharap, King. Aku tidak mau, jika nanti kamu kecewa."


"Hmm, baiklah. Tapi ku harap apapun itu nanti, kamu tetap baik-baik saja."

__ADS_1


Zico kembali membelah jalanan. Sepanjang perjalanan satu tangannya terus menggengam jemari Zafrina. Sesekali ia mencium punggung tangan sang istri.


"King, bisa kamu tepikan mobilnya aku mau muntah," kata Zafrina sambil menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya. Zico segera menepi. Tanpa menunggu lagi Zafrina melepas sabuk pengamannya dan berjongkok lalu memuntahkan isi perutnya di depan mobil.


Zico pun akhirnya turut keluar dan membantu memijat tengkuk istrinya. Ia menatap sang istri dengan iba.


Zafrina mengusap bibirnya kasar setelah lega mengeluarkan segala apa yang barusan ia makan. Zico membantu Zafrina berdiri dan mengusap peluh yang ada di kening Zafrina.


Zico menuntun Zafrina masuk ke dalam mobil, gadis itu bersandar lemah di jok mobil. Bahkan dia hanya diam saat Zico memakaikan sabuk pengamannya. Sebelum menutup pintu, Zico mengecup kening Zafrina sesaat.


Mobil kembali melaju dan tidak lama mereka tiba di rumah sakit. Zico membawa Zafrina masuk, Zafrina menunggu di kursi tunggu sementara Zico bergegas mendaftarkan nama istrinya untuk di periksa.


"Apa kamu mau minum sesuatu, Queen?" tanya Zico sambil membelai rambut gadis itu.


"Tidak, rasanya perutku sangat tidak enak, King. Mungkin aku sedang masuk angin."


"Masuk angin hanya ada di negaramu. Mungkin tadi di restoran kamu memakan sesuatu yang kamu alergi."


"Kamu tahu aku tidak pernah alergi makanan apapun, King," ujar Zafrina sambil bersandar di bahu Zico dan memejamkan matanya.


"Atau jangan-jangan benar kata dokter Alan. Kamu keracunan makanan."


"Kita semua makan makanan yang sama. Kenapa hanya aku yang seperti ini? atau coba kamu tanyakan pada papa dan yang lainnya. Aku khawatir mereka juga sama sepertiku."


Zico merogoh ponselnya dan menghubungi mertuanya, ia bahkan menyalakan loudspeaker agar Zafrina juga bisa mendengarnya. Namun menurut papa Gerry semuanya baik-baik saja. Zico pun akhirnya menutup panggilan teleponnya.


"Dengar kan?" Zafrina mengangguk lemah.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2