Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 100. Pergi Periksa


__ADS_3

Zafrina tersadar dari pingsannya. Ia menautkan alis saat melihat mamanya dan Zico menatap dirinya dengan raut wajah yang berbeda.


Mama Dian menatap dirinya dengan senyuman lebar, sementara Zico suaminya, menatap dirinya dengan tatapan yang aneh. Seperti tatapan rasa bersalah atau mungkin tatapan takut.


“Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul di sini?” tanya Zafrina bingung. Ia kini malah tampak seperti orang linglung. Zafrina ingat, terakhir kali dirinya berada di kamar mandi.


“King apa yang terjadi denganku?”tanya Zafrina sambil bangkit dari posisi tidurnya.


“Kamu pingsan, Queen.” Zico sesaat menoleh ke arah Dian, wanita yang melahirkan Zafrina itu lalu tersenyum pada menantunya dan mengangguk. Lalu Zico kembali berucap.


“Sayang, Baby, my Queen, apapun yang terjadi maafkan aku. Aku pasti akan tetap bertanggungjawab,” ujar Zico.


Dian pada akhirnya malah tertawa mendengar perkataan menantunya.


“Ina, Sayang, apa kamu ingat kapan terakhir kamu menstruasi setelah melahirkan Amanda?”


“Tentu saja, Mah.”


“Dua bulan yang lalu, Mah, setelah itu engga lagi.”


“Lalu sejak kapan pusingmu ini kamu rasakan?” tanya Dian masih dengan sikap lembut dan penuh perhatian.


“Mungkin sudah dua minggu ini, Mah, tapi hari ini rasa pusingnya semakin menjadi. Memangnya kenapa, Mah?”


“Ada apa ini, King? Kenapa kamu diam saja sejak tadi.


“Ka-kamu hamil, Queen.”


“Hah??” Zafrina mengedipkan mata tak percaya. Dia langsung menunduk dan menatap perutnya yang datar.

__ADS_1


“Aku hamil?” gumam Zafrina. Ia lantas mengangkat wajahnya dan menatap mamanya.


“Bener, mah?”


“Iya, Sayang. Tadi kata uncle Arya kamu hamil, tapi jika kamu masih belum percaya, kamu bisa mengetesnya sendiri,” ujar Dian.


Zafrina langsung menyibak selimutnya. Ia meraih tespek yang ada di atas nakas dan masuk ke kamar mandi tanpa mengucapkan apa-apa.


Zico terlihat cemas. Namun, berulang kali mama Dian menepuk bahu pria itu.


“Tenang saja, dia pasti bisa menerima kehamilan ini.” Mama Dian lalu keluar dari kamar Zafrina dan turun untuk menemui cucunya. Ia ingin memberikan waktu pada putri dan menantunya untuk bicara dari hati ke hati.


Zafrina keluar dengan senyum yang mengembang lebar. Dia setengah berlari dan langsung menubruk tubuh suaminya.


“My King, kamu akan jadi daddy lagi, aku senang,” ujar Zafrina. Air matanya turun dengan deras. Ia tak menyangka akan mendapat kesempatan hamil lagi dalam jarak sedekat ini.


“Tapi kita perlu meriksa perutmu juga, apakah jahitannya cukup aman atau tidak?”


“Tapi, Queen  .... “


“King, apa yang kamu ragukan? Aku sungguh tidak apa-apa. Jangan khawatir. Ok!”


“Kamu tidak marah padaku ‘kan?” tanya Zico.


“Untuk apa aku marah, ini buah cinta kita. Bahkan aku menginginkan anak yang banyak darimu, nanti.”


Zafrina langsung berganti baju, pusingnya seakan langsung sirna saat mengetahui dirinya sedang hamil. Ia sangat bahagia mendengar hal ini. Dia juga tidak sabar untuk memberitahu semua anggota keluarganya.


Zico dan Zafrina turun ke bawah. Di sana ada mama Dian dan Amanda yang sedang bermain. Zafrina mendekati putrinya dan mencium gadis itu dengan gemas. Senyum kebahagiaan tergambar jelas di wajahnya yang sedikit pucat.

__ADS_1


"Ma, aku nitip Amanda, ya. Aku mau langsung periksa saja."


"Iya, pergilah. Stok ASI Amanda masih ada kan?" tanya Dian.


"Ada, Mah."


"Ya sudah, sana. Tadi uncle Arya sudah membuatkan janji dengan dokter Rita."


"Ya, Mah. Kami pergi dulu, ya."


Zafrina kembali mencium gemas pipi putrinya dan lalu ia bersama dengan Zico akhirnya pergi ke rumah sakit. Zafrina sudah tak sabar ingin mengetahui kondisi janinnya.


Kali ini Zafrina tak perlu mengantri. Begitu tiba di rumah sakit, dokter Rita langsung memanggilnya.


"Wah, apakah Amanda akan punya adik?"


"Sepertinya begitu, dokter. Tadi kata uncle Arya aku hamil."


"Baiklah, kalau begitu sekarang anda bisa berbaring di sana. Saya akan periksa," kata dokter Rita. Seorang perawat membantu Zafrina menaikkan dress yang dia kenakan hingga di atas pusar. Dokter mengoleskan gel dan mulai menggerakkan alat USGnya. Senyum dokter itu mengembang. Zafrina langsung menoleh ke monitor.


"Beneran hamil, Dok?" tanya Zafrina masih setengah tak percaya.


"Iya, Nyonya. Selamat atas kehamilan anda. Mulai dari sekarang saya akan kontrol porsi makan anda dan lainnya. Semoga kehamilan kali ini tidak ada kendala sampai persalinan nanti."


"Aamiin," jawab Zico dan Zafrina bersamaan.


Pasangan itu keluar dari ruangan dokter Rita dengan senyum lebar. Keduanya benar-benar bahagia dengan kabar ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


 


 


__ADS_2