
****** Bukan Zona Bocil, yang belum 21+ harap menepi ******
Zico hanya mendesah berat saat istrinya begitu sangat keras kepala. Dia pun pada akhirnya memilih menghubungi papa Gerry agar mau datang bersama mama Dian.
Saat Zico memberitahukan mengenai kondisi Zafrina papa Gerry dan mama Dian terdengar sangat bahagia. Mereka berjanji akan segera datang ke mansion Zico
Zafrina sedang berbaring dengan mata terpejam. Ia tak tahu jika suaminya sudah menghubungi papa dan mamanya.
Zico masuk sambil membawa buah-buahan segar dan susu hamil.
"Queen... "
Zafrina membuka matanya, ia tersenyum mendapati Zico sudah siap dengan pakaian kerja.
"Kenapa kamu tampan sekali ... aku jadi tidak rela kamu pergi," ujar Zafrina dengan suara parau.
"Apa kamu mau mandi?"
"Tidak, King. Aku tidak suka melihat air. Kepalaku semakin pusing."
"Jika begitu bagaimana jika aku membantu mengelap tubuhmu. Sebentar lagi papa dan mama akan sampai."
Mata Zafrina langsung melebar. "Kamu menghubungi mereka?"
"Hmm... ya. Bukankah mereka kakek neneknya."
"Apa kamu juga menghubungi papi dan mami?"
"Tidak, hanya mami. Karena aku tahu kamu paling tidak mau bertemu dengan papi."
"Thanks, King."
"Jika begitu aku mau mandi."
"Bukannya kamu pusing melihat air."
"Aku akan menutup mata selama mandi." Zafrina bangkit dari tidurnya.
"Minum dulu susunya." Zico menyodorkan gelas susu pada Zafrina. Perempuan itu pun menekan hidungnya dan langsung meneguk susunya.
Sekuat tenaga Zafrina menghabiskan susunya. Matanya tampak berair karena menahan rasa mual yang kembali mendera. Zico langsung menusuk satu buah strawberry dan memasukkannya ke mulut Zafrina.
__ADS_1
"Kunyah lah ... " Dengan patuh Zafrina mengunyah strawberry dengan cepat. Dan ternyata itu sangat efektif untuk menekan rasa mualnya. Zafrina bahkan kembali menusuk satu strawberry besar dan memakannya.
"Bagaimana?" tanya Zico dengan nada khawatir.
"Ini jauh lebih baik," jawab Zafrina sambil mengunyah. Zico tersenyum dan mengusap kepala Zafrina dengan lembut.
"Aku mau mandi, King."
"Baiklah, aku akan membantumu."
"Kamu sudah rapi, king. Jangan!!"
"Tidak apa-apa, sayang. Kamu sekarang sedang mengandung benih keturunanku. Aku hanya ingin memperlakukanmu seperti ratu sebagai ucapan terima kasihku."
"King, ini juga anakku."
"Ya, penerus kita."
Zico melepas kemejanya, hingga tampaklah tubuhnya yang bidang dan atletis itu. Perutnya yang sixpack, dadanya yang tegap benar-benar membuat Zafrina terpaku.
Dengan penuh perhatian Zico menuntun Zafrina. Namun saat Zico mengisi bathtub, Zafrina justru mendorong Zico hingga terduduk di tepian bathtub.
"Queen... "
Zafrina mengecup ceruk leher suaminya, dan menghisapnya. Zico memejamkan matanya saat merasakan desiran halus karena kelakuan Zafrina.
"Queen... " desah Zico. Bukannya berhenti, Zafrina semakin intens bermain di sekitar leher dan bahkan dia menjilat telinga Zico.
"Please touch me, King." Zafrina menarik tangan kiri Zico dan meletakkannya di atas bukit kembarnya.
Saat mendapat lampu hijau dari sang istri, Zico akhirnya mengangkat kaos yang Zafrina pakai hingga tampaklah bukit kembar Zafrina yang ranum dengan ujung yang belum terlalu menonjol. Zico pun mengulumnya hingga membuat Zafrina merintih.
"Akh ... King."
"Call my Name, Ina."
"Aah... Zi" Zafrina bergerak gelisah saat wajah Zico semakin tenggelam di belahan dadanya.
Zico menarik turun zipper celananya dan mengeluarkan senjatanya. Tangan kanan Zico bergerak menyingkap CD Zafrina. Lalu tanpa menunggu waktu keduanya melakukan penyatuan.
Zafrina tampak sangat bersemangat, wajah pucatnya mulai tampak merona dan terlihat seksi. Dalam posisi duduk Zafrina lebih aktif. Namun Zico tampak khawatir dengan janin mereka.
__ADS_1
"Pelan sa-ja, sayang."
"Uhm... ini enak sekali, King."
Zafrina tak menanggapi peringatan Zico tapi justru mengatakan hal yang terlalu vul*gar hingga membuat Zico kembali membenamkan wajahnya di dada Zafrina.
Keduanya bermandikan peluh, suara ******* saling bersahutan. Hingga akhirnya Zafrina mencapai puncaknya. Tubuhnya menegang, kakinya membelit pinggang Zico dengan kencang. Dan tak lama Zico pun mendapatkan pelepasannya.
"Aargh.... Inna." Tubuh keduanya seketika melemah. Zafrina tersenyum dan memeluk leher Zico.
"I love you, king. Jangan pernah berpaling dariku."
"Me too... aku tidak akan pernah berpaling darimu."
Zafrina dan Zico pada akhirnya berendam berdua. Selama di dalam bathtub Zafrina lebih memilih memejamkan matanya. Zico dengan telaten membantu menggosok tubuh istrinya.
"Nanti jika ada apa-apa, jangan lupa menghubungiku."
"Ya... "
Setelah membilas tubuh mereka di bawah shower. Zico kembali menggendong istrinya, mereka sama-sama berganti baju. Setelah semua sudah rapi, Zico mengecup kening Zafrina.
Saat keduanya masih bermesraan, Kepala pelayan mengetuk pintu kamar Zico.
"Tuan, di bawah orangtua nyonya Zafrina sudah tiba," kata kepala pelayan.
"Baiklah... kami akan segera turun."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai, author mau promosi karya bestieku neh
**judul karya : Dendam dan cinta sangat bodyguard
nama pena : uma_bie
Hati siapa yang tidak hancur, saat sebuah hari istimewa yang diharapkan akan berbuah kebahagiaan. Tapi apa yang di dapatkan oleh Amber Wilson sang wanita tangguh ini, sebuah kesedihan dan perasaan kecewa, ketika sang kekasih tak kunjung datang tepat dihari pernikahan mereka. Sang kekasih yang begitu ia cintai mendadak menghilang dan tanpa jejak.
Hari-hari Amber ia habiskan hanya untuk menunggu sang kekasih, ia masih sangat berharap kekasih hatinya itu datang dan kembali padanya, tapi lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan**.
__ADS_1