
*****
Zafia tiba di Cambridge pukul 4 pagi. Dia tidak langsung pergi menemui Zafrina melainkan mampir ke apartemen kedua orang tuanya, sedangkan Dino dia masih ada urusan lain sehingga memilih berpisah dengan adik sepupunya.
Zafia masuk ke dalam kamar dan mulai membersihkan dirinya. Dia mengguyur dirinya dengan air hangat yang terpancar dari kran showernya.
Selesai mandi Zafia pergi ke dapur. Dia membuka kulkas dan menemukan beberapa sayuran yang di tinggalkan oleh mama Dian dan juga beberapa bahan lainnya. Gadis itu memutuskan untuk memasak sebelum nanti merencanakan kegiatan yang akan dia lakukan.
Zafia makan sambil memainkan gadgetnya. Dia sesekali tersenyum dan lalu memasang wajah serius. Tak terasa waktu kini menunjukkan pukul 7 pagi. Hari ini Zafia berniat mengunjungi ZF technologies. Dia ingin melihat-lihat suasana perusahaannya. Perusahaan yang berdiri tanpa dia harus terjun langsung, dia hanya berperan sebagai pencetus dan menghimpun orang-orang yang mengakui kepintarannya, itulah fungsi otak yang sesungguhnya menurut gadis itu.
Zafia hari ini memakai outfit celana denim berwarna hitam dan crop top yang di balut dengan mantel bulu tebal karena cuaca yang suhunya dibawah 6° celcius. Zafia juga memakai topi rajut yang menutup telinganya.
Zafia kali ini bergerak sendiri tanpa pengawalan dan tanpa pengawasan. Dia nyaman seperti itu. Toh selama ini tidak banyak yang tahu siapa dia sebenarnya.
Dengan menaiki taksi dia pergi ke perusahaannya. Sebelumnya dia telah menghubungi Ferran dan juga Belle. Saat tiba di depan perusahaannya. Dia disambut hangat oleh kedua orang itu.
Beberapa karyawan tampak bingung melihat Direktur mereka menyambut seorang gadis cantik bertubuh mungil, itu karena Zafia memiliki gen mama Dian. Parasnya pun tak kalah cantik dari sang mama.
Kasak kusuk mulai terdengar hingga membuat Belle mengeluarkan suaranya. "Jangan ada yang bergosip. Setelah ini semua berkumpul di aula. Beritahu setiap divisi."
__ADS_1
Zafia geleng kepala melihat sahabatnya bersikap sangat tegas. Ferran seakan tak peduli dan terus berjalan berdampingan dengan Zafia.
"Aku hanya sebentar di sini. Kenapa kamu harus membuat kebisingan seperti ini?" tanya Zafia saat mereka bertiga masuk ke dalam lift.
"Mereka semua harus tahu siapa kamu, dan mereka juga harus menghargaimu."
"Cukup kalian saja yang dikenal, aku tidak perlu. Aku hanya datang ingin melihat-lihat saja." Ferran tersenyum tipis. Tidak salah jika dia sangat memuja Zafia. Gadis itu sangat rendah hati dan tidak mudah terbang dengan sanjungan.
Aula begitu penuh dengan orang-orang berbakat di dunia ITE. Mereka semua adalah orang-orang pilihan yang sengaja Zafia rekrut tanpa mereka tahu jika ternyata sang perekrut hanyalah bocah polos yang hanya mencintai laptop dan tablet-nya saja. Tidak ada kamus cinta-cintaan di kehidupan Zafia.
"Perhatian semua. Selamat pagi... saya di sini selaku Direktur ZF technologies ingin memperkenalkan owner yang selama ini tidak pernah tampak muncul di sini. Mungkin setelah ini dia akan sering datang kemari. Karena dia akan mengenyam pendidikan di sini. Untuk yang pertama kalinya, kita sambut owner sekaligus Komisaris Direktur Zafia Putri Ardhana. Dia adalah gadis yang memiliki otak yang sangat genius di usianya yang baru menginjak 17 tahun."
Ferran menarik Zafia agar maju. Gadis yang sangat tertutup itu akhirnya muncul didepan ratusan karyawannya. Sebagian besar karyawan tampak terpana apalagi mendengar usia atasan mereka yang baru 17 tahun. Apakan ini lelucon. Namun saat Zafia membuka topinya semua orang dibuat tersihir dengan kecantikan gadis itu.
Suara Zafia yang merdu pun mampu membuat para karyawannya seperti kehilangan jiwa mereka. Hanya raga kosong yang tengah menatap dirinya. Namun suara tepuk tangan Ferran dan Belle langsung mengembalikan kesadaran mereka hingga akhirnya mereka semuanya ikut bertepuk tangan.
Setelah acara basa basi itu selesai Zafia menghubungi kakak sepupunya untuk mengantarkan sebuah helikopter ke atas gedung Zf karena Zafia akan segera menemui sang kakak.
"Kenapa sebentar sekali?" tanya Ferran sedikit kecewa.
__ADS_1
"Kakakku sedang berduka. Aku harus menemaninya. Jika nanti sudah saatnya aku akan sering kemari."
Zafia memeluk Belle dan Ferran bergantian. Dia diantar oleh kedua sahabatnya itu menuju puncak gedung ZF dimana gema suara baling-baling helikopter Dino terdengar. Zafia langsung bergegas naik, Dino ternyata sudah duduk dengan tenang di dalam helikopter itu.
"Kamu benar-benar mengagumkan sekali adikku."
"Tidak perlu memujiku secara berlebihan."
Mereka langsung berangkat menuju privat island milik Zico. Zafia tahu mereka ada disana karena dia berhasil meretas ponsel kakak iparnya. Meskipun sebenarnya tindakannya terbilang ilegal.
Satu jam lebih helikopter itu mengudara. Saat akan turun beberapa anak buah Zico bersiaga dengan senjata mereka. Mereka khawatir jika itu adalah helikopter milik musuh. Namun tak lama mereka menurunkan senjata saat helikopter itu turun tanpa ada suara senjata.
Zafia turun sambil meregangkan kepalanya disusul oleh Dino. Zico dan Raiden yang mendengar suara helikopter turun langsung melihat keluar.
Zico langsung memeluk Zafia saat gadis itu mendekat. Zafia membalas pelukan kakak iparnya dengan senyum yang lembut. Lain halnya dengan Raiden yang justru terpaku menatap Zafia.
"Cantik."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Yuk sambil nunggu... mampir dimari ya. Jangan lupa di Fav juga like komen dan gift kalian.