Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 79. Pahlawan Kesiangan


__ADS_3

*****


Zafrina dan Zafia keluar secara bersamaan dari dalam mobil. Zafia sudah bersiap dengan menggenggam 2 benda bulat sebesar kelereng, namun warnanya sama seperti permen coklat. Sedangkan Zafrina langsung bersitatap dengan David meskipun jarak mereka lumayan jauh.


"Daya ledaknya sampai radius 10 meter. Jadi kakak jangan gegabah mendekat ke mereka saat aku nanti melempar permen coklatku," bisik Zafia dengan bibir yang mengatup.


Zafrina sedikit terkejut mendengar penuturan adik bungsunya itu, namun ia tetap mengangguk paham, Calvin dan Rey sudah menodongkan senjata pada keenam pria yang sama-sama juga sedang mengarahkan senjatanya pada mereka, hanya David yang terlihat santai


"Sebaiknya kamu menyerah saja, kamu harus menggantikan posisi ibu sambungmu itu untuk menjadi pengantinku," ujar David sambil tertawa.


"Dalam mimpimu!! kau pikir siapa dirimu?" Jawab Zafrina dengan raut datar.


"Kak, aku benar-benar jenuh. Musuhmu terlalu bertele-tele," protes Zafia. Gadis itu menatap tajam ke arah David. David tersenyum miring saat melihat kedua kakak beradik yang cantik itu berkasak-kusuk.


Tanpa menunggu komando, Zafia melempar senjata ciptaannya di bawah kolong mobil milik David. David tersenyum kecut saat melihat apa yang adik Zafrina lakukan.


"Hai, girl. Jangan buang sampah sembarangan, ya!" tegur David. Dia tertawa remeh diikuti gelak tawa anak buah David, Tawa David semakin menjadi saat melihat wajah Zafia yang pura-pura kesal. Gadis itu bahkan membuang wajahnya ke samping dan tidak mempedulikan ucapan David.


"Sudahlah anak kecil, kamu sebaiknya pulang saja," seloroh David lagi sambil menatap Zafia dengan tatapan yang benar-benar meremehkan.


Zafia kembali melempar alat yang ke dua tepat di depan David. Dengan ekspresi marah, David yang memang tidak tahu apa itu tertawa terbahak-bahak melihat benda seperti permen coklat menggelinding di kakinya. Ia merasa gadis itu hanya buang-buang waktunya.


Zafia mengulum senyum saat melihat gelagat David yang akan menginjak bola ajaibnya. Zafia memberi kode pada Zafrina dengan senggolan tangan. Zafrina dan Zafia merasa berdebar menunggu apa yang akan terjadi. Zafrina berdebar karena belum paham bagaimana bola yang dimiliki Zafia bekerja.


"Sudah ku bilang jangan buang sampah sembarangan!!" pekik David, tanpa berpikir panjang pria itu menginjak bola yang mirip permen coklat itu. Zafia seketika menarik kakaknya menjauh dan lalu...

__ADS_1


DUAARR!!


ledakan beruntun di dua tempat sekaligus membuat kedua pengawal Zafia dan Zafrina ikut terlempar beberapa meter dari tempat mereka berdiri. Zafia dan Zafrina berjongkok sambil menutup telinga mereka. Sementara anak buah David ikut lebur dalam ledakan dasyat itu. Calvin memegangi dadanya karena terkejut. Sedangkan Rey masih tergeletak.


Zafia segera mendekati Rey dan mengecek kondisi pria itu. Calvin dan Zafrina juga melakukan hal yang sama.


"Rey, are you ok?" Calvin menepuk pipi Rey. Rey membuka matanya dan tersenyum.


"Aku hanya syok. Sepertinya kita akan segera pensiun," ujar Rey. Zafrina dan Zafia tak mengerti maksud ucapan pengawalnya. Keduanya malah saling melempar tatapan.


"Bangun dulu, kita harus segera pergi dari sini," kata Zafia.


"Lalu bagaimana dengan mobil kita? kita tidak bisa meninggalkannya."


"Aku akan meledakkannya juga." Zafia segera masuk mengambil tasnya dan juga mengeluarkan belanjaan kakaknya. Waktunya tidak banyak lagi. Pasti sebentar lagi akan ada polisi yang datang.


"Pahlawan kesiangan," desis Zafia. Dia tahu dua mobil itu berisi Raiden dan juga kakak iparnya.


"Ayo, kita harus segera pergi." Calvin segera mengambil alih barang bawaan Zafia. Raiden terus menatap Zafia yang memasang wajah biasa saja padahal di dekat mereka masih mengepul asap dari ketiga mobil yang meledak juga aroma daging panggang anak buah David.


Zafia mengambil sesuatu dan mulai mengotak atiknya. Tidak butuh waktu lama, gadis itu tersenyum dan mulai menempelkannya pada sisi mobil.


"Ayo kita pergi, waktunya tidak banyak." Zafrina dan Zico yang masih berpelukan segera berlari mengikuti Zafia. Rey dan Calvin yang sudah melihat betapa hebatnya gadis itu pun ikut berlari ke arah mobil.


Setelah mobil menjauh, Zafia menoleh dan bunyi ledakan keras kembali terdengar. Zafia tersenyum tipis lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


Di mobil lain, "Nona Fia menakutkan sekali," ujar Calvin. Raiden yang satu mobil dengan mereka semakin dibuat penasaran. Ia juga melihat bagaimana mobil kakaknya meledak hanya dengan sesuatu yang Zafia tempelkan.


"Aku kira akan ada pertarungan seru."


"Saya pikir juga kami perlu mengeluarkan peluru untuk melawan mereka, Nona Zafia benar-benar luar biasa. Jika begini tidak perlu membentuk mafia sudah pasti hanya dia sendiri saja pasti bisa melumpuhkan lawan."


"Benarkah?" tanya Raiden, raut wajahnya tak bisa menyembunyikan kekaguman yang semakin menjadi. Calvin dan Rey mengangguk kompak.


Mobil yang mereka tumpangi berhenti di satu rumah. Rumah itu rumah yang baru saja disewa oleh Raiden sementara waktu. Meskipun bingung, Zafrina dan Zafia turun dari mobil. Mereka melihat rumah di depannya dengan tatapan ragu.


"Rumah siapa ini?"


"Ini rumah yang disewa Raiden sementara waktu ini," jawab Zico. Pria itu sangat bersyukur istrinya baik-baik saja.


"Bisakah kita masuk dulu, kepalaku pusing sekali," lirih Zafia. Dia pasti kelelahan. Karena terlalu lama beraktivitas di luar rumah. Raiden menatap cemas pada gadis itu.


Raiden segera membuka pintunya dan mempersilahkan semuanya masuk. Zafia masih diam di tempat. Kepalanya seperti baru saja dilempari batu. Gadis itu berjongkok sambil memegang kepalanya. Zafrina langsung mendekat karena khawatir dengan kondisi adik bungsunya.


"Ada apa, Fia?"


"Kepalaku sakit sekali, kak."


"Kamu pasti kelelahan, maaf, ya." Raiden segera bergerak mengangkat tubuh Zafia, hingga gadis itu membelalak kaget."


"Arggh.... " pekik Zafia. Raiden tak peduli dengan tatapan kakaknya. Ia membawa Zafia masuk ke dalam kamarnya."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ada yang masih nungguin ga sih? mohon maaf ya baru Comeback


__ADS_2